<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Gerebek Prostitusi di Bali, Ada Wanita Uzbekistan Bertarif Rp2,5 Juta</title><description>Dalam operasi itu, terungkap ada pekerja seks komersial asal Uzbekistan bertarif Rp2,5 juta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/09/244/2392118/polisi-gerebek-prostitusi-di-bali-ada-wanita-uzbekistan-bertarif-rp2-5-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/09/244/2392118/polisi-gerebek-prostitusi-di-bali-ada-wanita-uzbekistan-bertarif-rp2-5-juta"/><item><title>Polisi Gerebek Prostitusi di Bali, Ada Wanita Uzbekistan Bertarif Rp2,5 Juta</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/09/244/2392118/polisi-gerebek-prostitusi-di-bali-ada-wanita-uzbekistan-bertarif-rp2-5-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/09/244/2392118/polisi-gerebek-prostitusi-di-bali-ada-wanita-uzbekistan-bertarif-rp2-5-juta</guid><pubDate>Jum'at 09 April 2021 17:10 WIB</pubDate><dc:creator>Mohamad Chusna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/09/244/2392118/polisi-gerebek-prostitusi-di-bali-ada-wanita-uzbekistan-bertarif-rp2-5-juta-UC3f8Tcurt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prostitusi online di Bali. (Foto: Chusna)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/09/244/2392118/polisi-gerebek-prostitusi-di-bali-ada-wanita-uzbekistan-bertarif-rp2-5-juta-UC3f8Tcurt.jpg</image><title>Prostitusi online di Bali. (Foto: Chusna)</title></images><description>DENPASAR - Bisnis prostitusi online di Denpasar, Bali digerebek polisi. Dalam operasi itu, terungkap ada pekerja seks komersial asal Uzbekistan bertarif Rp2,5 juta.
&quot;Salah satu yang ditawarkan warga negara asing. Yang teridentifikasi oleh kita warga Uzbekistan,&quot; kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan dalam jumpa pers, Jumat (8/4/2021).
Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap seorang muncikari, Poltak P Manihuruk (42). Pria asal Pematangsiantar itu diduga mempekerjakan puluhan PSK, baik warga lokal maupun asing di Bali.
Baca juga:&amp;nbsp;Terlilit Utang Rp5 Juta, Suami Jual Istri untuk Layani Seks Threesome
Terbongkarnya bisnis esek-esek itu bermula dari penggerebekan sebuah hotel di Jalan Teuku Umar Denpasar, Rabu (7/4/2021). Di kamar 217 dan 219, polisi mendapati pasangan bukan suami istri yang sedang berkencan.
Kepada polisi, kedua laki-laki penyewa PSK itu mengaku telah membayar masing-masing Rp2,5 juta kepada Poltak. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kondom bekas pakai, bungkus dan kotak kondom.
Jansen mengatakan, Poltak telah mempekerjakan PSK sejak2020. &quot;Dari tarif Rp2,5 juta, PSK-nya menerima Rp1,5 juta. Sisanya diterima tersangka,&quot; ujar Jansen.
Baca juga:&amp;nbsp;Anak di Bawah Umur Dijual dan Dijajakan di Apartemen, KPAI Bilang Begini
Dia menambahkan, sejauh ini baru ada satu PSK warga asing yang dipekerjakan Poltak. &quot;Warga Uzbekistan ini berada di Bali sejak sebelum pandemi,&quot; imbuh Jansen.
</description><content:encoded>DENPASAR - Bisnis prostitusi online di Denpasar, Bali digerebek polisi. Dalam operasi itu, terungkap ada pekerja seks komersial asal Uzbekistan bertarif Rp2,5 juta.
&quot;Salah satu yang ditawarkan warga negara asing. Yang teridentifikasi oleh kita warga Uzbekistan,&quot; kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan dalam jumpa pers, Jumat (8/4/2021).
Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap seorang muncikari, Poltak P Manihuruk (42). Pria asal Pematangsiantar itu diduga mempekerjakan puluhan PSK, baik warga lokal maupun asing di Bali.
Baca juga:&amp;nbsp;Terlilit Utang Rp5 Juta, Suami Jual Istri untuk Layani Seks Threesome
Terbongkarnya bisnis esek-esek itu bermula dari penggerebekan sebuah hotel di Jalan Teuku Umar Denpasar, Rabu (7/4/2021). Di kamar 217 dan 219, polisi mendapati pasangan bukan suami istri yang sedang berkencan.
Kepada polisi, kedua laki-laki penyewa PSK itu mengaku telah membayar masing-masing Rp2,5 juta kepada Poltak. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kondom bekas pakai, bungkus dan kotak kondom.
Jansen mengatakan, Poltak telah mempekerjakan PSK sejak2020. &quot;Dari tarif Rp2,5 juta, PSK-nya menerima Rp1,5 juta. Sisanya diterima tersangka,&quot; ujar Jansen.
Baca juga:&amp;nbsp;Anak di Bawah Umur Dijual dan Dijajakan di Apartemen, KPAI Bilang Begini
Dia menambahkan, sejauh ini baru ada satu PSK warga asing yang dipekerjakan Poltak. &quot;Warga Uzbekistan ini berada di Bali sejak sebelum pandemi,&quot; imbuh Jansen.
</content:encoded></item></channel></rss>
