<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Sore Tadi Gunung Merapi 2 Kali Semburkan Awan Panas Sejauh 1,8 Kilometer   </title><description>Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/09/510/2392240/sore-tadi-gunung-merapi-2-kali-semburkan-awan-panas-sejauh-1-8-kilometer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/09/510/2392240/sore-tadi-gunung-merapi-2-kali-semburkan-awan-panas-sejauh-1-8-kilometer"/><item><title> Sore Tadi Gunung Merapi 2 Kali Semburkan Awan Panas Sejauh 1,8 Kilometer   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/09/510/2392240/sore-tadi-gunung-merapi-2-kali-semburkan-awan-panas-sejauh-1-8-kilometer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/09/510/2392240/sore-tadi-gunung-merapi-2-kali-semburkan-awan-panas-sejauh-1-8-kilometer</guid><pubDate>Jum'at 09 April 2021 19:57 WIB</pubDate><dc:creator>Suharjono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/09/510/2392240/sore-tadi-gunung-merapi-2-kali-semburkan-awan-panas-sejauh-1-8-kilometer-7c9SiVCUZR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi (Foto : BPPTKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/09/510/2392240/sore-tadi-gunung-merapi-2-kali-semburkan-awan-panas-sejauh-1-8-kilometer-7c9SiVCUZR.jpg</image><title>Gunung Merapi (Foto : BPPTKG)</title></images><description>YOGYAKARTA - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas. Menjelang petang hari, Balai Penyelidikan dan pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat dua kali awan dengan suhu tinggi atau dikenal dengan wedus gembel keluar dari puncak Merapi.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, awan panas guguran pertama terjadi pada pukul 17.07 WIB. Awan panas ini, tercatat di seismogram dengan amplitudo 16 mm dan durasi 107 detik.

&quot;Jarak luncur 1.800 meter atau 1,8 Km  ke arah barat daya, &quot; terangnya di Yogyakarta Jumat (9/4/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Hujan Disertai Angin Kencang Tumbangkan Belasan Pohon di Bantul
Kemudian awan panas kembali terjadi pada pukul 17.26 WIB. Kali ini awan panas tercatat di seismogram dengan amplitudo 20 mm dan durasi 111 detik.

&quot;Jarak luncur awan panas yang kedua ini lebih pendek yaitu 1.300 meter  ke arah barat daya,&quot; ulasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Gempa M4,2 Guncang Gunungkidul Yogyakarta
Hanik melanjutkan, saat kejadian awan panas, angin bertiup ke timur. Untuk itu pihaknya meminta masyarakat di lereng Merapi untuk antisipasi kemungkinan hujan abu.

&quot;Sangat penting menggunakan masker selain masih pandemi juga antisipasi debu vulkanik,&quot; beber dia.

Selain awan panas, sejak pukul 12.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB gempa guguran yang terjadi sebanyak 35 kali. Status Merapi sampai saat ini masih siaga atau level III.
</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas. Menjelang petang hari, Balai Penyelidikan dan pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat dua kali awan dengan suhu tinggi atau dikenal dengan wedus gembel keluar dari puncak Merapi.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, awan panas guguran pertama terjadi pada pukul 17.07 WIB. Awan panas ini, tercatat di seismogram dengan amplitudo 16 mm dan durasi 107 detik.

&quot;Jarak luncur 1.800 meter atau 1,8 Km  ke arah barat daya, &quot; terangnya di Yogyakarta Jumat (9/4/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Hujan Disertai Angin Kencang Tumbangkan Belasan Pohon di Bantul
Kemudian awan panas kembali terjadi pada pukul 17.26 WIB. Kali ini awan panas tercatat di seismogram dengan amplitudo 20 mm dan durasi 111 detik.

&quot;Jarak luncur awan panas yang kedua ini lebih pendek yaitu 1.300 meter  ke arah barat daya,&quot; ulasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Gempa M4,2 Guncang Gunungkidul Yogyakarta
Hanik melanjutkan, saat kejadian awan panas, angin bertiup ke timur. Untuk itu pihaknya meminta masyarakat di lereng Merapi untuk antisipasi kemungkinan hujan abu.

&quot;Sangat penting menggunakan masker selain masih pandemi juga antisipasi debu vulkanik,&quot; beber dia.

Selain awan panas, sejak pukul 12.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB gempa guguran yang terjadi sebanyak 35 kali. Status Merapi sampai saat ini masih siaga atau level III.
</content:encoded></item></channel></rss>
