<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kota Emas yang Hilang Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu, Temuan Mesir Paling Penting Setelah Tutankhamun</title><description>Penemuan suatu kota kuno berusia 3.000 tahun yang terkubur di gurun pasir Mesir, dinilai sebagai salah satu temuan arkeologi</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/11/18/2392686/kota-emas-yang-hilang-warisan-firaun-3-000-tahun-lalu-temuan-mesir-paling-penting-setelah-tutankhamun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/11/18/2392686/kota-emas-yang-hilang-warisan-firaun-3-000-tahun-lalu-temuan-mesir-paling-penting-setelah-tutankhamun"/><item><title>Kota Emas yang Hilang Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu, Temuan Mesir Paling Penting Setelah Tutankhamun</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/11/18/2392686/kota-emas-yang-hilang-warisan-firaun-3-000-tahun-lalu-temuan-mesir-paling-penting-setelah-tutankhamun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/11/18/2392686/kota-emas-yang-hilang-warisan-firaun-3-000-tahun-lalu-temuan-mesir-paling-penting-setelah-tutankhamun</guid><pubDate>Minggu 11 April 2021 05:45 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/11/18/2392686/kota-emas-yang-hilang-warisan-firaun-3-000-tahun-lalu-temuan-mesir-paling-penting-setelah-tutankhamun-iYImpoWv9C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kota emas yang hilang.(Foto:Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/11/18/2392686/kota-emas-yang-hilang-warisan-firaun-3-000-tahun-lalu-temuan-mesir-paling-penting-setelah-tutankhamun-iYImpoWv9C.jpg</image><title>Kota emas yang hilang.(Foto:Reuters)</title></images><description>MESIR - Penemuan suatu kota kuno berusia 3.000 tahun yang terkubur di gurun pasir Mesir, dinilai sebagai salah satu temuan arkeologi terpenting sejak makam Tutankhamun ditemukan.
Ahli Mesir Kuno terkenal, Zahi Hawass, mengumumkan penemuan &quot;kota emas yang hilang itu&quot; di dekat Luxor pada Kamis (8/4/2021).
Baca Juga: Kota Besar Era Firaun yang Hilang Ribuan Tahun Ditemukan
Menurut dia, kota kuno dengan nama Aten itu adalah yang terpenting yang pernah ditemukan di Mesir. Kota hilang itu terungkap melalui penggalian yang dimulai pada September 2020.

Kota itu diduga merupakan peninggalan masa kekuasaan Amenhotep III, salah satu firaun paling kuat di Mesir, yang memerintah dari 1391 hingga 1353 Sebelum Masehi.
Baca Juga: 22 Mumi Kerajaan Mesir Kuno Diarak di Tengah Kota, Diwarnai Tembakan Meriam
Kota itu selanjutnya digunakan oleh Firaun Ay dan Tutankhamun, yang makamnya ditemukan di Lembah Para Raja oleh arkeolog Inggris Howard Carter pada 1922.
&quot;Kota hilang ini merupakan penemuan arkeologi terpenting setelah makam Tutankhamun,&quot; kata Betsy Brian, profesor ilmu Sejarah Mesir di Universitas John Hopkins Baltimore, AS.
Bagi dia, kota itu akan &quot;memberi kita gambaran yang langka tentang kehidupan orang Mesir kuno&quot; pada saat kekaisaran itu berada di masa kejayaan Mesir.Artefak berharga ditemukan di lokasi kota emas yang hilang, di dekat  Lembah Para Raja Mesir. Penggalian itu mengungkap banyak penemuan  arkeologi berharga seperti perhiasan, tembikar berwarna, jimat kumbang,  dan batu bata lumpur bersegel Amenhotep III.
Tim arkeolog memulai penggalian di tepi barat Luxor dekat Lembah Para  Raja, sejauh 500 kilometer dari sebelah selatan Ibu Kota Kairo.
&quot;Dalam hitungan pekan, yang sangat mengejutkan tim, formasi batu bata lumpur mulai tampak di segala penjuru,&quot; kata Hawass.
Kini, tujuh bulan setelah dimulainya penggalian, beberapa wilayah  atau lingkungan telah digali, termasuk tempat pembuatan roti, kompleks  pemerintahan, wilayah hunian.

&quot;Banyak delegasi-delegasi asing mencari kota ini dan gagal  menemukannya,&quot; kata Hawass, yang juga mantan menteri urusan peninggalan  purbakala Mesir.
Dia mengungkapkan bahwa proyek arkeologi di lokasi itu masih terus  berlangsung dan timnya &quot;berharap dapat menemukan makam-makam berisi  harta peninggalan.&quot;
Mesir tengah mempromosikan peninggalan purbakala demi membangkitkan  lagi sektor pariwisatanya, yang redup akibat krisis politik  bertahun-tahun dan pandemi virus corona dalam setahun terakhir.
Pekan lalu, pemerintah Mesir memindahkan mumi para firaun ke museum baru di Kairo lewat prosesi yang megah dan bersejarah.
Lewat acara yang spektakuler, 22 mumi itu - terdiri dari 18 firaun  dan empat ratu - dipindahkan dari Museum Mesir yang neo-klasikal ke  gedung baru, yaitu Museum Nasional Peradaban Bangsa Mesir yang berjarak 5  km. Mumi Amenhotep III dan istrinya, Ratu Tiye, termasuk yang  dipindahkan.</description><content:encoded>MESIR - Penemuan suatu kota kuno berusia 3.000 tahun yang terkubur di gurun pasir Mesir, dinilai sebagai salah satu temuan arkeologi terpenting sejak makam Tutankhamun ditemukan.
Ahli Mesir Kuno terkenal, Zahi Hawass, mengumumkan penemuan &quot;kota emas yang hilang itu&quot; di dekat Luxor pada Kamis (8/4/2021).
Baca Juga: Kota Besar Era Firaun yang Hilang Ribuan Tahun Ditemukan
Menurut dia, kota kuno dengan nama Aten itu adalah yang terpenting yang pernah ditemukan di Mesir. Kota hilang itu terungkap melalui penggalian yang dimulai pada September 2020.

Kota itu diduga merupakan peninggalan masa kekuasaan Amenhotep III, salah satu firaun paling kuat di Mesir, yang memerintah dari 1391 hingga 1353 Sebelum Masehi.
Baca Juga: 22 Mumi Kerajaan Mesir Kuno Diarak di Tengah Kota, Diwarnai Tembakan Meriam
Kota itu selanjutnya digunakan oleh Firaun Ay dan Tutankhamun, yang makamnya ditemukan di Lembah Para Raja oleh arkeolog Inggris Howard Carter pada 1922.
&quot;Kota hilang ini merupakan penemuan arkeologi terpenting setelah makam Tutankhamun,&quot; kata Betsy Brian, profesor ilmu Sejarah Mesir di Universitas John Hopkins Baltimore, AS.
Bagi dia, kota itu akan &quot;memberi kita gambaran yang langka tentang kehidupan orang Mesir kuno&quot; pada saat kekaisaran itu berada di masa kejayaan Mesir.Artefak berharga ditemukan di lokasi kota emas yang hilang, di dekat  Lembah Para Raja Mesir. Penggalian itu mengungkap banyak penemuan  arkeologi berharga seperti perhiasan, tembikar berwarna, jimat kumbang,  dan batu bata lumpur bersegel Amenhotep III.
Tim arkeolog memulai penggalian di tepi barat Luxor dekat Lembah Para  Raja, sejauh 500 kilometer dari sebelah selatan Ibu Kota Kairo.
&quot;Dalam hitungan pekan, yang sangat mengejutkan tim, formasi batu bata lumpur mulai tampak di segala penjuru,&quot; kata Hawass.
Kini, tujuh bulan setelah dimulainya penggalian, beberapa wilayah  atau lingkungan telah digali, termasuk tempat pembuatan roti, kompleks  pemerintahan, wilayah hunian.

&quot;Banyak delegasi-delegasi asing mencari kota ini dan gagal  menemukannya,&quot; kata Hawass, yang juga mantan menteri urusan peninggalan  purbakala Mesir.
Dia mengungkapkan bahwa proyek arkeologi di lokasi itu masih terus  berlangsung dan timnya &quot;berharap dapat menemukan makam-makam berisi  harta peninggalan.&quot;
Mesir tengah mempromosikan peninggalan purbakala demi membangkitkan  lagi sektor pariwisatanya, yang redup akibat krisis politik  bertahun-tahun dan pandemi virus corona dalam setahun terakhir.
Pekan lalu, pemerintah Mesir memindahkan mumi para firaun ke museum baru di Kairo lewat prosesi yang megah dan bersejarah.
Lewat acara yang spektakuler, 22 mumi itu - terdiri dari 18 firaun  dan empat ratu - dipindahkan dari Museum Mesir yang neo-klasikal ke  gedung baru, yaitu Museum Nasional Peradaban Bangsa Mesir yang berjarak 5  km. Mumi Amenhotep III dan istrinya, Ratu Tiye, termasuk yang  dipindahkan.</content:encoded></item></channel></rss>
