<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Taiwan dan Somaliland Buat China dan Somalia Marah, Ada Apa?</title><description>Baik Taiwan dan Somaliland tiadk diakui secara internasional sebagi negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/13/18/2393967/taiwan-dan-somaliland-buat-china-dan-somalia-marah-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/13/18/2393967/taiwan-dan-somaliland-buat-china-dan-somalia-marah-ada-apa"/><item><title>Taiwan dan Somaliland Buat China dan Somalia Marah, Ada Apa?</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/13/18/2393967/taiwan-dan-somaliland-buat-china-dan-somalia-marah-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/13/18/2393967/taiwan-dan-somaliland-buat-china-dan-somalia-marah-ada-apa</guid><pubDate>Selasa 13 April 2021 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/13/18/2393967/taiwan-dan-somaliland-buat-china-dan-somalia-marah-ada-apa-TeketCJA1G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Taiwan dan Somaliland menjalin hubungan dipomatik pada September 2020. (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/13/18/2393967/taiwan-dan-somaliland-buat-china-dan-somalia-marah-ada-apa-TeketCJA1G.jpg</image><title>Taiwan dan Somaliland menjalin hubungan dipomatik pada September 2020. (Foto: AFP)</title></images><description>BAIK Taiwan dan Somaliland pada dasarnya adalah dua wilayah yang berfungsi penuh sebagai &quot;negara&quot; dan dengan bangga menyatakan kemerdekan mereka walaupun tidak mendapatkan pengakuan luas secara internasional, dan sekarang mereka menjalin hubungan yang semakin dekat, seperti yang dilaporkan Mary Harper.
&quot;Selamat datang di kantor kami yang sederhana,&quot; kata Chou Shuo-Wei Amir, Sekretaris Ketiga di kantor misi diplomatik Taiwan di Somaliland.
Nyatanya, kata &quot;sederhana&quot; salah tempat karena kantornya terletak di sebuah vila besar di sebelah kementerian urusan agama di Ibu Kota Somaliland, Hargeisa. Bendera Taiwan berkibar lembut ditiup angin sepoi-sepoi &amp;ndash; warna merah, putih, dan biru bendera mencolok di langit biru yang cerah.
BACA JUGA: 15 Pesawat Militer China Lintasi Wilayah Pertahanan Taiwan
Meskipun beberapa pihak melihat hubungan mereka aneh, Somaliland dan Taiwan dalam banyak hal merupakan rekan serasi yang alami.

Membuat marah China dan Somalia
Baik Taiwan dan Somaliland tidak diakui secara internasional dan keduanya memiliki tetangga yang lebih besar yaitu Somalia dan China.
Somalia dan China bersikeras bahwa Somaliland dan Taiwan adalah bagian dari wilayah mereka. Kedua negara itu marah besar ketika Somaliland dan Taiwan menjalin hubungan diplomatik tahun lalu.
BACA JUGA: Somalia Kenya Putus Hubungan Diplomatik
Somalia mengecam Taiwan karena berteman dengan Somaliland. Sementara, pejabat China datang langsung ke Somaliland dan bersikeras agar hubungan dengan Taiwan diputus.
Ada kemungkinan bahwa China melihat hubungan Taiwan dengan Somaliland sebagai potensi pengganggu proyek Belt and Road Initiative, di mana China berencana untuk mengembangkan rute perdagangan laut dan darat di seluruh Asia, Timur Tengah, dan Afrika.
Somaliland dengan pelabuhan Berbera yang sangat strategis, dapat  menghalangi kelangsungan Jalur Sutra Maritim China di sepanjang pantai  timur Afrika.
China mungkin juga mengamati persahabatan Somaliland-Taiwan dengan  sedikit gugup karena China telah mendirikan pangkalan militer luar  negeri pertamanya di Djibouti yang berdekatan.
Taiwan melihat Somaliland sebagai langkah pertama dalam ambisinya di kawasan.
&quot;Somaliland adalah pintu gerbang Taiwan ke Afrika Timur,&quot; kata  perwakilan Taiwan di Somaliland, Allen Chenhwa Lou, duduk di bawah foto  presidennya, Tsai Ing-wen.
&quot;Dari sini saya mewakili Taiwan di 10 negara Afrika Timur, termasuk Kenya dan Ethiopia.&quot;
Somaliland adalah satu dari dua wilayah di Afrika yang memiliki  hubungan diplomatik penuh dengan Taiwan. Yang pertama adalah negara  kecil Eswatini, yang menjalin hubungan sejak tahun 1968.

'Kakak laki-laki Somaliland'
Lou menggambarkan hubungan antara dua wilayah sebagai &quot;win-win&quot;.  Taiwan menawarkan bantuan di bidang pertanian, teknologi, pendidikan,  perawatan kesehatan, pemilu, dan energi. Somaliland memiliki lokasi yang  strategis, sumber ikan yang kaya, sumber daya alam dan potensi wisata.
&quot;Somaliland menyebut Taiwan sebagai kakak laki-laki,&quot; kata Lou. &quot;Tapi  saya lebih suka melihat hubungan kami sebagai hubungan yang saling  berbagi dan kooperatif. Kami akan selalu bersama Somaliland.
&quot;Kami tidak perlu mencari kemerdekaan sekarang karena kami sudah  merdeka. Yang kami berdua butuhkan adalah pengakuan. Kami berdua berbagi  situasi yang sulit ini.&quot;
Tetapi tidak semua orang di Somaliland terkesan dengan persahabatan   yang baru itu dan bertanya-tanya apakah kehilangan China sebagai sekutu   adalah harga yang pantas untuk dibayar.
&quot;Dua orang telanjang tidak bisa saling membantu,&quot; kata pedagang   ternak Ismail Mohamed. &quot;Kami membutuhkan negara adidaya China lebih dari   yang kami butuhkan dari Taiwan kecil.&quot;
Pengusaha Muna Aden juga skeptis.
&quot;Hubungan dengan Taiwan menunjukkan kegilaan warga Somaliland,&quot; katanya.
&quot;Kami pikir Somaliland membuat tawaran ke Taiwan sebagai cara untuk   mencoba menarik China dengan mengatakan: 'Jika Anda tidak menikahi kami,   kami akan menikahi yang lain'. Kami tidak pernah mengharapkan mereka   untuk menjalin hubungan.
&quot;Ini adalah kesalahan besar yang tidak akan pernah dilupakan China.&quot;
Namun pihak berwenang di Somaliland tidak bergeming. Penjabat Menteri   Luar Negeri, Liban Yousuf Osman, membela hubungan tersebut, dengan   mengatakan kedua wilayah memiliki nilai demokrasi dan kebebasan yang   sama.
&quot;Kami menyambut baik negara mana pun yang menginginkan hubungan   dengan Somaliland, termasuk China. Tapi kami tidak akan mengeluarkan   Taiwan karena China.&quot;
Osman memiliki ambisi tinggi untuk Somaliland. &quot;Kami bisa menjadi   Taiwan di Tanduk Afrika. Taiwan adalah kisah sukses dan kami ingin   meniru model perkembangannya.&quot;
Dia menjelaskan bagaimana semakin banyak negara yang mendirikan    kantor di ibu kota, Hargeisa, termasuk Turki, Ethiopia, Djibouti, Uni    Eropa, Inggris dan Uni Emirat Arab.
Seperti Taiwan, sejumlah wilayah tak dikenal lainnya tertarik menjalin hubungan dengan Somaliland.
Pada 2020, perwakilan Kerajaan Gunung Kuning (The Kingdom of the    Yellow Mountain), sebuah wilayah yang tidak diklaim antara Mesir dan    Sudan, mengunjungi Hargeisa dengan harapan bisa mendirikan &quot;kedutaan&quot; di    sana.
Sementara itu, Somaliland telah membuka misi diplomatik di Taiwan, dipimpin oleh Mohamed Hagi.
&quot;Saya sangat menikmati tinggal di sini di Taipei,&quot; katanya.
&quot;Cuacanya bagus dan orang-orangnya cukup beradab. Mereka ingin belajar tentang Afrika dari kami.
&quot;Saya harus menjelaskan kepada mereka bahwa Somaliland bukanlah    Somalia, yang mereka kaitkan hanya dengan bajak laut dan teroris.&quot;
Hagi mengatakan bahwa, sejauh yang dia tahu, hanya ada tiga warga    Somaliland di Taiwan - dirinya dan dua orang lainnya yang bekerja    dengannya. Namun dalam waktu dekat akan ada 20 siswa dari Somaliland    yang diberikan beasiswa untuk belajar di Taiwan.
Dia pun berharap akan lebih banyak perusahaan juga masuk ke Taiwan seiring berkembangnya hubungan ekonomi dua negara.
Perwakilan Taiwan Somaliland, Lou, mengatakan dia mengalami kejutan    budaya ketika tiba di wilayah itu pada 2020 karena itu adalah kunjungan    pertamanya ke Afrika. Dia juga tidak memiliki fasilitas jabatan    diplomatik di sana, namun itu mengajarkannya untuk menikmati    &quot;kesederhanaan dan spiritualitas&quot; kehidupan di Somaliland.
Lou menjelaskan bagaimana semua orang mengira dia dari China ketika pertama kali tiba.
&quot;Saya suka berjalan di jalanan. Semua orang menatap saya dan berkata:     'China'. Saya berkata: 'Tidak, saya dari Taiwan', dan mereka mulai     belajar.&quot;
&quot;Tapi masih banyak yang harus dilakukan,&quot; kata Lou. &quot;Saya berada di     pantai di Berbera ketika seorang gadis muda, tidak lebih dari lima     tahun, mendatangi saya. Dia hanya berbicara bahasa Somalia, tapi     kemudian dia menunjuk ke arah saya dan meneriakkan 'Covid-19!'. Sekali     lagi, saya berkata: ' Tidak, saya dari Taiwan ', tapi saya tidak yakin     dia mengerti. &quot;
Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah persahabatan yang baru     ditemukan antara dua wilayah yang tidak dikenal ini akan membantu mereka     dalam pencarian pengakuan internasional, apakah hubungan mereka akan     saling menguntungkan, atau seberapa jauh hal itu akan memprovokasi   China   dan Somalia.
Tetapi mereka berdua telah berfungsi sebagai negara merdeka de-facto     selama beberapa dekade dan memiliki keinginan yang tampaknya tak     tergoyahkan untuk terus melakukannya.
</description><content:encoded>BAIK Taiwan dan Somaliland pada dasarnya adalah dua wilayah yang berfungsi penuh sebagai &quot;negara&quot; dan dengan bangga menyatakan kemerdekan mereka walaupun tidak mendapatkan pengakuan luas secara internasional, dan sekarang mereka menjalin hubungan yang semakin dekat, seperti yang dilaporkan Mary Harper.
&quot;Selamat datang di kantor kami yang sederhana,&quot; kata Chou Shuo-Wei Amir, Sekretaris Ketiga di kantor misi diplomatik Taiwan di Somaliland.
Nyatanya, kata &quot;sederhana&quot; salah tempat karena kantornya terletak di sebuah vila besar di sebelah kementerian urusan agama di Ibu Kota Somaliland, Hargeisa. Bendera Taiwan berkibar lembut ditiup angin sepoi-sepoi &amp;ndash; warna merah, putih, dan biru bendera mencolok di langit biru yang cerah.
BACA JUGA: 15 Pesawat Militer China Lintasi Wilayah Pertahanan Taiwan
Meskipun beberapa pihak melihat hubungan mereka aneh, Somaliland dan Taiwan dalam banyak hal merupakan rekan serasi yang alami.

Membuat marah China dan Somalia
Baik Taiwan dan Somaliland tidak diakui secara internasional dan keduanya memiliki tetangga yang lebih besar yaitu Somalia dan China.
Somalia dan China bersikeras bahwa Somaliland dan Taiwan adalah bagian dari wilayah mereka. Kedua negara itu marah besar ketika Somaliland dan Taiwan menjalin hubungan diplomatik tahun lalu.
BACA JUGA: Somalia Kenya Putus Hubungan Diplomatik
Somalia mengecam Taiwan karena berteman dengan Somaliland. Sementara, pejabat China datang langsung ke Somaliland dan bersikeras agar hubungan dengan Taiwan diputus.
Ada kemungkinan bahwa China melihat hubungan Taiwan dengan Somaliland sebagai potensi pengganggu proyek Belt and Road Initiative, di mana China berencana untuk mengembangkan rute perdagangan laut dan darat di seluruh Asia, Timur Tengah, dan Afrika.
Somaliland dengan pelabuhan Berbera yang sangat strategis, dapat  menghalangi kelangsungan Jalur Sutra Maritim China di sepanjang pantai  timur Afrika.
China mungkin juga mengamati persahabatan Somaliland-Taiwan dengan  sedikit gugup karena China telah mendirikan pangkalan militer luar  negeri pertamanya di Djibouti yang berdekatan.
Taiwan melihat Somaliland sebagai langkah pertama dalam ambisinya di kawasan.
&quot;Somaliland adalah pintu gerbang Taiwan ke Afrika Timur,&quot; kata  perwakilan Taiwan di Somaliland, Allen Chenhwa Lou, duduk di bawah foto  presidennya, Tsai Ing-wen.
&quot;Dari sini saya mewakili Taiwan di 10 negara Afrika Timur, termasuk Kenya dan Ethiopia.&quot;
Somaliland adalah satu dari dua wilayah di Afrika yang memiliki  hubungan diplomatik penuh dengan Taiwan. Yang pertama adalah negara  kecil Eswatini, yang menjalin hubungan sejak tahun 1968.

'Kakak laki-laki Somaliland'
Lou menggambarkan hubungan antara dua wilayah sebagai &quot;win-win&quot;.  Taiwan menawarkan bantuan di bidang pertanian, teknologi, pendidikan,  perawatan kesehatan, pemilu, dan energi. Somaliland memiliki lokasi yang  strategis, sumber ikan yang kaya, sumber daya alam dan potensi wisata.
&quot;Somaliland menyebut Taiwan sebagai kakak laki-laki,&quot; kata Lou. &quot;Tapi  saya lebih suka melihat hubungan kami sebagai hubungan yang saling  berbagi dan kooperatif. Kami akan selalu bersama Somaliland.
&quot;Kami tidak perlu mencari kemerdekaan sekarang karena kami sudah  merdeka. Yang kami berdua butuhkan adalah pengakuan. Kami berdua berbagi  situasi yang sulit ini.&quot;
Tetapi tidak semua orang di Somaliland terkesan dengan persahabatan   yang baru itu dan bertanya-tanya apakah kehilangan China sebagai sekutu   adalah harga yang pantas untuk dibayar.
&quot;Dua orang telanjang tidak bisa saling membantu,&quot; kata pedagang   ternak Ismail Mohamed. &quot;Kami membutuhkan negara adidaya China lebih dari   yang kami butuhkan dari Taiwan kecil.&quot;
Pengusaha Muna Aden juga skeptis.
&quot;Hubungan dengan Taiwan menunjukkan kegilaan warga Somaliland,&quot; katanya.
&quot;Kami pikir Somaliland membuat tawaran ke Taiwan sebagai cara untuk   mencoba menarik China dengan mengatakan: 'Jika Anda tidak menikahi kami,   kami akan menikahi yang lain'. Kami tidak pernah mengharapkan mereka   untuk menjalin hubungan.
&quot;Ini adalah kesalahan besar yang tidak akan pernah dilupakan China.&quot;
Namun pihak berwenang di Somaliland tidak bergeming. Penjabat Menteri   Luar Negeri, Liban Yousuf Osman, membela hubungan tersebut, dengan   mengatakan kedua wilayah memiliki nilai demokrasi dan kebebasan yang   sama.
&quot;Kami menyambut baik negara mana pun yang menginginkan hubungan   dengan Somaliland, termasuk China. Tapi kami tidak akan mengeluarkan   Taiwan karena China.&quot;
Osman memiliki ambisi tinggi untuk Somaliland. &quot;Kami bisa menjadi   Taiwan di Tanduk Afrika. Taiwan adalah kisah sukses dan kami ingin   meniru model perkembangannya.&quot;
Dia menjelaskan bagaimana semakin banyak negara yang mendirikan    kantor di ibu kota, Hargeisa, termasuk Turki, Ethiopia, Djibouti, Uni    Eropa, Inggris dan Uni Emirat Arab.
Seperti Taiwan, sejumlah wilayah tak dikenal lainnya tertarik menjalin hubungan dengan Somaliland.
Pada 2020, perwakilan Kerajaan Gunung Kuning (The Kingdom of the    Yellow Mountain), sebuah wilayah yang tidak diklaim antara Mesir dan    Sudan, mengunjungi Hargeisa dengan harapan bisa mendirikan &quot;kedutaan&quot; di    sana.
Sementara itu, Somaliland telah membuka misi diplomatik di Taiwan, dipimpin oleh Mohamed Hagi.
&quot;Saya sangat menikmati tinggal di sini di Taipei,&quot; katanya.
&quot;Cuacanya bagus dan orang-orangnya cukup beradab. Mereka ingin belajar tentang Afrika dari kami.
&quot;Saya harus menjelaskan kepada mereka bahwa Somaliland bukanlah    Somalia, yang mereka kaitkan hanya dengan bajak laut dan teroris.&quot;
Hagi mengatakan bahwa, sejauh yang dia tahu, hanya ada tiga warga    Somaliland di Taiwan - dirinya dan dua orang lainnya yang bekerja    dengannya. Namun dalam waktu dekat akan ada 20 siswa dari Somaliland    yang diberikan beasiswa untuk belajar di Taiwan.
Dia pun berharap akan lebih banyak perusahaan juga masuk ke Taiwan seiring berkembangnya hubungan ekonomi dua negara.
Perwakilan Taiwan Somaliland, Lou, mengatakan dia mengalami kejutan    budaya ketika tiba di wilayah itu pada 2020 karena itu adalah kunjungan    pertamanya ke Afrika. Dia juga tidak memiliki fasilitas jabatan    diplomatik di sana, namun itu mengajarkannya untuk menikmati    &quot;kesederhanaan dan spiritualitas&quot; kehidupan di Somaliland.
Lou menjelaskan bagaimana semua orang mengira dia dari China ketika pertama kali tiba.
&quot;Saya suka berjalan di jalanan. Semua orang menatap saya dan berkata:     'China'. Saya berkata: 'Tidak, saya dari Taiwan', dan mereka mulai     belajar.&quot;
&quot;Tapi masih banyak yang harus dilakukan,&quot; kata Lou. &quot;Saya berada di     pantai di Berbera ketika seorang gadis muda, tidak lebih dari lima     tahun, mendatangi saya. Dia hanya berbicara bahasa Somalia, tapi     kemudian dia menunjuk ke arah saya dan meneriakkan 'Covid-19!'. Sekali     lagi, saya berkata: ' Tidak, saya dari Taiwan ', tapi saya tidak yakin     dia mengerti. &quot;
Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah persahabatan yang baru     ditemukan antara dua wilayah yang tidak dikenal ini akan membantu mereka     dalam pencarian pengakuan internasional, apakah hubungan mereka akan     saling menguntungkan, atau seberapa jauh hal itu akan memprovokasi   China   dan Somalia.
Tetapi mereka berdua telah berfungsi sebagai negara merdeka de-facto     selama beberapa dekade dan memiliki keinginan yang tampaknya tak     tergoyahkan untuk terus melakukannya.
</content:encoded></item></channel></rss>
