<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aktivis Myanmar Bersumpah Gelar Protes Selama Liburan Thingyan</title><description>Liburan Thingyan berlangsung selama lima hari dan biasanya dirayakan dengan doa dan ritual.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/13/18/2394088/aktivis-myanmar-bersumpah-gelar-protes-selama-liburan-thingyan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/13/18/2394088/aktivis-myanmar-bersumpah-gelar-protes-selama-liburan-thingyan"/><item><title>Aktivis Myanmar Bersumpah Gelar Protes Selama Liburan Thingyan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/13/18/2394088/aktivis-myanmar-bersumpah-gelar-protes-selama-liburan-thingyan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/13/18/2394088/aktivis-myanmar-bersumpah-gelar-protes-selama-liburan-thingyan</guid><pubDate>Selasa 13 April 2021 17:46 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/13/18/2394088/aktivis-myanmar-bersumpah-gelar-protes-selama-liburan-thingyan-pC68Ax7glE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/13/18/2394088/aktivis-myanmar-bersumpah-gelar-protes-selama-liburan-thingyan-pC68Ax7glE.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>NAYPYIDAW - Aktivis pro-demokrasi Myanmar pada Selasa (13/4/2021) berjanji untuk mengadakan serangkaian protes pekan ini selama liburan tahun baru Thingyan tahun ini.
Liburan tahun baru selama lima hari, yang dikenal sebagai Thingyan, biasanya dirayakan dengan doa, ritual pembersihan patung Buddha di kuil, dan penyiraman air yang meriah di jalan-jalan.
Para aktivis mendesak orang-orang tahun ini untuk melakukan protes simbolis dari awal liburan pada Selasa, termasuk dengan melukis penghormatan tiga jari yang digunakan oleh para demonstran di pot tradisional Thingyan yang diisi dengan bunga, yang biasanya dipajang pada saat perayaan tahun baru ini.
BACA JUGA: Pasukan Myanmar Tewaskan 11 Orang, Demonstran Melawan dengan Senpi dan Bom
&quot;Dewan militer bukan pemilik Thingyan. Kekuasaan rakyat ada di tangan rakyat,&quot; tulis Ei Thinzar Maung, pemimpin kelompok protes Komite Kolaborasi Pemogokan Umum Myanmar, di Facebook.
Ei Thinzar Maung mengatakan beberapa aksi protes lainnya yang direncanakan terhadap junta pada hari liburan ini, termasuk percikan cat merah di trotoar dan pembunyian secara bersama klakson-klakson mobil.
Para aktivis juga menyerukan hari hening untuk mengenang para korban kekerasan dan untuk hari ketaatan agama pada Sabtu (17/4/2021), dengan umat Buddha didesak untuk mengenakan pakaian keagamaan dan membaca doa bersama, dan komunitas Kristen diminta untuk mengenakan pakaian putih dan membaca mazmur Alkitab.
BACA JUGA: Korban Tewas dalam Unjuk Rasa Myanmar Lampaui 500 Jiwa
Sementara para pengikut agama lain di negara yang mayoritas beragama Buddha itu didesak untuk mengikuti panggilan para pemimpin agama mereka.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMy8xNS8xLzEzMDM1NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ini akan menjadi liburan tahun baru kedua berturut-turut yang terganggu setelah pandemi virus corona telah membuat acara perayaan tahun lalu dibatalkan.


Kudeta yang dilakukan kelompok militer pada 1 Februari telah  menjerumuskan Myanmar ke dalam krisis setelah 10 tahun langkah tentatif  menuju demokrasi ketika militer mundur dari politik dan memungkinkan  Aung San Suu Kyi untuk membentuk pemerintahan setelah partainya  memenangi pemilu 2015.
Kelompok militer mengatakan pihaknya harus menggulingkan pemerintahan  Aung San Suu Kyi karena pemilu November yang dimenangkan lagi oleh Liga  Nasional untuk Demokrasi (NLD) telah dicurangi. Namun, komisi pemilihan  Myanmar telah menepis tuduhan kelompok militer tersebut.
Kudeta tersebut telah memicu protes harian yang dilakukan oleh para  penentang pemerintahan militer. Namun, para demonstran itu harus  membayar dengan harga yang mahal, di mana pasukan keamanan Myanmar telah  membunuh 710 pengunjuk rasa, menurut penghitungan oleh kelompok aktivis  Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).
Angka itu termasuk 82 orang yang tewas di Kota Bago, sekitar 70 kilometer di timur laut Yangon, pada Jumat (9/4/2021).
Rincian mengenai tindak kekerasan oleh pasukan keamanan sulit  diverifikasi karena pembatasan sambungan internet dan layanan data  seluler secara luas yang diterapkan junta.
Namun, juru bicara junta tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.
Suu Kyi, (75 tahun), yang memimpin perjuangan Myanmar melawan  kekuasaan militer selama beberapa dekade dan yang memenangi Hadiah Nobel  Perdamaian pada 1991, telah ditahan sejak kudeta tersebut dan didakwa  dengan berbagai pelanggaran.
Pelanggaran yang dituduhkan terhadap Suu Kyi termasuk tindakan  melanggar aturan rahasia resmi negara, yang berlaku pada masa kolonial,  yang dapat membuatnya dipenjara selama 14 tahun.
&quot;Kami tidak merayakan tahun baru Myanmar, Thingyan, tahun ini karena  lebih dari 700 jiwa pemberani kami yang tidak bersalah dibunuh oleh  pasukan junta yang tidak manusiawi secara tidak sah. Kami yakin kami  akan memenangkan revolusi ini,&quot; kata salah satu pengguna Twitter yang  diidentifikasi sebagai Shwe Ei.</description><content:encoded>NAYPYIDAW - Aktivis pro-demokrasi Myanmar pada Selasa (13/4/2021) berjanji untuk mengadakan serangkaian protes pekan ini selama liburan tahun baru Thingyan tahun ini.
Liburan tahun baru selama lima hari, yang dikenal sebagai Thingyan, biasanya dirayakan dengan doa, ritual pembersihan patung Buddha di kuil, dan penyiraman air yang meriah di jalan-jalan.
Para aktivis mendesak orang-orang tahun ini untuk melakukan protes simbolis dari awal liburan pada Selasa, termasuk dengan melukis penghormatan tiga jari yang digunakan oleh para demonstran di pot tradisional Thingyan yang diisi dengan bunga, yang biasanya dipajang pada saat perayaan tahun baru ini.
BACA JUGA: Pasukan Myanmar Tewaskan 11 Orang, Demonstran Melawan dengan Senpi dan Bom
&quot;Dewan militer bukan pemilik Thingyan. Kekuasaan rakyat ada di tangan rakyat,&quot; tulis Ei Thinzar Maung, pemimpin kelompok protes Komite Kolaborasi Pemogokan Umum Myanmar, di Facebook.
Ei Thinzar Maung mengatakan beberapa aksi protes lainnya yang direncanakan terhadap junta pada hari liburan ini, termasuk percikan cat merah di trotoar dan pembunyian secara bersama klakson-klakson mobil.
Para aktivis juga menyerukan hari hening untuk mengenang para korban kekerasan dan untuk hari ketaatan agama pada Sabtu (17/4/2021), dengan umat Buddha didesak untuk mengenakan pakaian keagamaan dan membaca doa bersama, dan komunitas Kristen diminta untuk mengenakan pakaian putih dan membaca mazmur Alkitab.
BACA JUGA: Korban Tewas dalam Unjuk Rasa Myanmar Lampaui 500 Jiwa
Sementara para pengikut agama lain di negara yang mayoritas beragama Buddha itu didesak untuk mengikuti panggilan para pemimpin agama mereka.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMy8xNS8xLzEzMDM1NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ini akan menjadi liburan tahun baru kedua berturut-turut yang terganggu setelah pandemi virus corona telah membuat acara perayaan tahun lalu dibatalkan.


Kudeta yang dilakukan kelompok militer pada 1 Februari telah  menjerumuskan Myanmar ke dalam krisis setelah 10 tahun langkah tentatif  menuju demokrasi ketika militer mundur dari politik dan memungkinkan  Aung San Suu Kyi untuk membentuk pemerintahan setelah partainya  memenangi pemilu 2015.
Kelompok militer mengatakan pihaknya harus menggulingkan pemerintahan  Aung San Suu Kyi karena pemilu November yang dimenangkan lagi oleh Liga  Nasional untuk Demokrasi (NLD) telah dicurangi. Namun, komisi pemilihan  Myanmar telah menepis tuduhan kelompok militer tersebut.
Kudeta tersebut telah memicu protes harian yang dilakukan oleh para  penentang pemerintahan militer. Namun, para demonstran itu harus  membayar dengan harga yang mahal, di mana pasukan keamanan Myanmar telah  membunuh 710 pengunjuk rasa, menurut penghitungan oleh kelompok aktivis  Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).
Angka itu termasuk 82 orang yang tewas di Kota Bago, sekitar 70 kilometer di timur laut Yangon, pada Jumat (9/4/2021).
Rincian mengenai tindak kekerasan oleh pasukan keamanan sulit  diverifikasi karena pembatasan sambungan internet dan layanan data  seluler secara luas yang diterapkan junta.
Namun, juru bicara junta tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.
Suu Kyi, (75 tahun), yang memimpin perjuangan Myanmar melawan  kekuasaan militer selama beberapa dekade dan yang memenangi Hadiah Nobel  Perdamaian pada 1991, telah ditahan sejak kudeta tersebut dan didakwa  dengan berbagai pelanggaran.
Pelanggaran yang dituduhkan terhadap Suu Kyi termasuk tindakan  melanggar aturan rahasia resmi negara, yang berlaku pada masa kolonial,  yang dapat membuatnya dipenjara selama 14 tahun.
&quot;Kami tidak merayakan tahun baru Myanmar, Thingyan, tahun ini karena  lebih dari 700 jiwa pemberani kami yang tidak bersalah dibunuh oleh  pasukan junta yang tidak manusiawi secara tidak sah. Kami yakin kami  akan memenangkan revolusi ini,&quot; kata salah satu pengguna Twitter yang  diidentifikasi sebagai Shwe Ei.</content:encoded></item></channel></rss>
