<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perjuangkan Hak, Petugas Damkar Depok Bongkar Dugaan Korupsi di Tempatnya Bekerja</title><description>Dengan berani, ia berpose sambil membawa poster.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/13/338/2393683/perjuangkan-hak-petugas-damkar-depok-bongkar-dugaan-korupsi-di-tempatnya-bekerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/13/338/2393683/perjuangkan-hak-petugas-damkar-depok-bongkar-dugaan-korupsi-di-tempatnya-bekerja"/><item><title>Perjuangkan Hak, Petugas Damkar Depok Bongkar Dugaan Korupsi di Tempatnya Bekerja</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/13/338/2393683/perjuangkan-hak-petugas-damkar-depok-bongkar-dugaan-korupsi-di-tempatnya-bekerja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/13/338/2393683/perjuangkan-hak-petugas-damkar-depok-bongkar-dugaan-korupsi-di-tempatnya-bekerja</guid><pubDate>Selasa 13 April 2021 09:15 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/13/338/2393683/perjuangkan-hak-petugas-damkar-depok-bongkar-dugaan-korupsi-di-tempatnya-bekerja-MU0ENrhhUU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sandi menenteng poster protes adanya dugaan praktik korupsi (Foto: Media sosial)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/13/338/2393683/perjuangkan-hak-petugas-damkar-depok-bongkar-dugaan-korupsi-di-tempatnya-bekerja-MU0ENrhhUU.jpg</image><title>Sandi menenteng poster protes adanya dugaan praktik korupsi (Foto: Media sosial)</title></images><description>DEPOK - Sandi, seorang pegawai di Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Jawa Barat berusaha membongkar dugaan korupsi di tempatnya bekerja. Dengan berani, ia berpose sambil membawa poster.
Poster tersebut bertuliskan &amp;ldquo;Pak Presiden Jokowi Tolong Usut Tindak Pidana Korupsi Dinas Pemadam Kebakaran Depok #StopKorupsiDamkar.&amp;rdquo; Aksinya itu viral di media sosial.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Usut Dugaan Kasus Korupsi, Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Diperiksa Kejagung
Sandi mengungkapkan, sarana dan prasarana yang diterima petugas Damkar tidak sesuai spesifikasi. Padahal, dalam melaksanakan tugas dirinya berhadapan dengan bencana.
&amp;ldquo;Kalau untuk motif saya hanya memperjuangkan hak dan memang apa adanya kenyataan fakta di lapangan,&amp;rdquo; ujarnya seperti dikutip dari Sindonews, Selasa (13/4/2021).&amp;nbsp;
Menurut dia, yang dimaksud peralatan tidak sesuai spesifikasi misalnya selang air. Selang tersebut disebut nilainya jutaan rupiah. &amp;ldquo;Tapi, hanya beberapa tekanan saja sudah jebol. Untuk pengadaan barang Damkar hampir semua tidak sesuai spek yang kita terima, tapi kita dituntut bekerja 100 persen dan barang-barang yang kita terima itu tidak 100 persen,&amp;rdquo; ungkapnya.
Dia menduga ada penggelapan dana lain. Dia mengaku pernah menandatangani bukti penerimaan uang sebesar Rp1,8 juta, namun yang diterima hanya separuhnya. &amp;ldquo;Hanya menerima Rp850 ribu. Waktu itu dana untuk nyemprot disinfektan. Kemarin-kemarin kita disuruh nyemprot segala macam,&amp;rdquo; ucapnya.
Untuk honor bulanan yang diterima, dia mengaku ada potongan sebesar Rp200 ribu. Honor yang diterima seharusnya Rp3,4 juta. &amp;ldquo;Honor kita tanda tangan Rp3,4 juta tapi dipotong Rp200 ribu. Katanya untuk BPJS, sedangkan BPJS pemerintah sudah ada anggarannya. Alasan pejabat kan nggak ada anggarannya,&amp;rdquo; ujar Sandi.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Buronan KPK Samin Tan Ditangkap, Tangannya Diborgol!
Komandan Regu DPKP Posko Wali Kota Depok Leo mengatakan, foto itu diambil Sandi sekitar dua hari lalu. Sandi melakukannya sendiri. &amp;ldquo;Kalau peristiwa poster itu (protes) kalau tidak salah dua hari lalu. Dia melakukan sendiri, mungkin tidak ada kepuasan sama pimpinan,&amp;rdquo; ujar Leo.
Sementara, Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Depok Gandara Budiana mengaku belum mengetahui hal tersebut. &amp;ldquo;Saya belum tahu ya. Nanti akan saya tanya pada kabidnya,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>DEPOK - Sandi, seorang pegawai di Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Jawa Barat berusaha membongkar dugaan korupsi di tempatnya bekerja. Dengan berani, ia berpose sambil membawa poster.
Poster tersebut bertuliskan &amp;ldquo;Pak Presiden Jokowi Tolong Usut Tindak Pidana Korupsi Dinas Pemadam Kebakaran Depok #StopKorupsiDamkar.&amp;rdquo; Aksinya itu viral di media sosial.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Usut Dugaan Kasus Korupsi, Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Diperiksa Kejagung
Sandi mengungkapkan, sarana dan prasarana yang diterima petugas Damkar tidak sesuai spesifikasi. Padahal, dalam melaksanakan tugas dirinya berhadapan dengan bencana.
&amp;ldquo;Kalau untuk motif saya hanya memperjuangkan hak dan memang apa adanya kenyataan fakta di lapangan,&amp;rdquo; ujarnya seperti dikutip dari Sindonews, Selasa (13/4/2021).&amp;nbsp;
Menurut dia, yang dimaksud peralatan tidak sesuai spesifikasi misalnya selang air. Selang tersebut disebut nilainya jutaan rupiah. &amp;ldquo;Tapi, hanya beberapa tekanan saja sudah jebol. Untuk pengadaan barang Damkar hampir semua tidak sesuai spek yang kita terima, tapi kita dituntut bekerja 100 persen dan barang-barang yang kita terima itu tidak 100 persen,&amp;rdquo; ungkapnya.
Dia menduga ada penggelapan dana lain. Dia mengaku pernah menandatangani bukti penerimaan uang sebesar Rp1,8 juta, namun yang diterima hanya separuhnya. &amp;ldquo;Hanya menerima Rp850 ribu. Waktu itu dana untuk nyemprot disinfektan. Kemarin-kemarin kita disuruh nyemprot segala macam,&amp;rdquo; ucapnya.
Untuk honor bulanan yang diterima, dia mengaku ada potongan sebesar Rp200 ribu. Honor yang diterima seharusnya Rp3,4 juta. &amp;ldquo;Honor kita tanda tangan Rp3,4 juta tapi dipotong Rp200 ribu. Katanya untuk BPJS, sedangkan BPJS pemerintah sudah ada anggarannya. Alasan pejabat kan nggak ada anggarannya,&amp;rdquo; ujar Sandi.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Buronan KPK Samin Tan Ditangkap, Tangannya Diborgol!
Komandan Regu DPKP Posko Wali Kota Depok Leo mengatakan, foto itu diambil Sandi sekitar dua hari lalu. Sandi melakukannya sendiri. &amp;ldquo;Kalau peristiwa poster itu (protes) kalau tidak salah dua hari lalu. Dia melakukan sendiri, mungkin tidak ada kepuasan sama pimpinan,&amp;rdquo; ujar Leo.
Sementara, Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Depok Gandara Budiana mengaku belum mengetahui hal tersebut. &amp;ldquo;Saya belum tahu ya. Nanti akan saya tanya pada kabidnya,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
