<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masuki Ramadhan dan Pandemi Covid-19, Masih Banyak Pemuda Mojok di Alun-Alun Majalengka</title><description>Sejumlah petugas dari Pol PP tampak terlihat mengawasi warga yang berkativitas di alun-alun pada siang hingga menjelang malam hari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/13/525/2394036/masuki-ramadhan-dan-pandemi-covid-19-masih-banyak-pemuda-mojok-di-alun-alun-majalengka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/13/525/2394036/masuki-ramadhan-dan-pandemi-covid-19-masih-banyak-pemuda-mojok-di-alun-alun-majalengka"/><item><title>Masuki Ramadhan dan Pandemi Covid-19, Masih Banyak Pemuda Mojok di Alun-Alun Majalengka</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/13/525/2394036/masuki-ramadhan-dan-pandemi-covid-19-masih-banyak-pemuda-mojok-di-alun-alun-majalengka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/13/525/2394036/masuki-ramadhan-dan-pandemi-covid-19-masih-banyak-pemuda-mojok-di-alun-alun-majalengka</guid><pubDate>Selasa 13 April 2021 19:00 WIB</pubDate><dc:creator>Inin Nastain</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/13/525/2394036/masuki-ramadhan-dan-pandemi-covid-19-masih-banyak-pemuda-mojok-di-alun-alun-majalengka-7Oc4MbRPy0.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/13/525/2394036/masuki-ramadhan-dan-pandemi-covid-19-masih-banyak-pemuda-mojok-di-alun-alun-majalengka-7Oc4MbRPy0.JPG</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>MAJALENGKA - Setelah diresmikan pada Februari lalu, masyarakat belum bisa beraktivitas secara leluasa di alun-alun Majalengka. Pasalnya, kasus terkonfirmasi Covid 19 di daerah ini masih terus terjadi.

Sejumlah petugas dari Pol PP tampak terlihat mengawasi warga yang berkativitas di alun-alun pada siang hingga menjelang malam hari. Namun, pemadangan berbeda terjadi pada malam hari. Di sini, tidak lagi terlihat petugas berjaga pada malam hari.

Sepintas, alun-alun mungkin dianggap benar-benar sepi pada malam hari. Hal itu diperkuat dengan tidak adanya lampu di sekitar alun-alun yang menyala.

Namun, ternyata kerap didapati warga yang asik menikmati 'kegelapan' itu. Kebanyakan mereka kedapatan berdua-dua an di tengah gelapnya alun-alun.

Pemandangan alun-alun di tengah kegelapan itu seperti yang kerap disaksikan pengurus DKM Masjid Agung Al Imam, yang lokasinya persis berada di sebelah alun-alun.

&quot;Sering banget liat ada yang dua-dua an gitu. Usia remaja an lah,&quot; kata pengurus DKM Al Imam, Dani Azis Surdiana saat berbincang dengan MNC Portal Indonesia (MPI).

Secara etika, Dani menilai hal itu sangat tidak pantas. Apalagi, alun-alun itu berada di antara Pendopo dan Masjid Agung.

&quot;Beberapa kali kami juga mengingatkan kepada pengunjung itu. Eh, malah pindah tempat. Karena alun-alun kan bukan hanya ada rumput sintetis aja, tapi ada juga bangunan. Jadi mereka bisa leluasa pindah tempat,&quot; jelas dia.

&quot;Kalau malam kan, lampu di alun-alun itu nggak dinyalain. Udah gitu, nggak ada petugas, kaya waktu siang. Jadi mereka ini bisa leluasa,&quot; jelas dua

Dani berharap, pihak terkait bisa memberlakukan 'kebijakan' agar alun-alun tidak dimanfaatkan jadi tempat 'strategis' bagi muda-mudi intuk melepas rindu.</description><content:encoded>MAJALENGKA - Setelah diresmikan pada Februari lalu, masyarakat belum bisa beraktivitas secara leluasa di alun-alun Majalengka. Pasalnya, kasus terkonfirmasi Covid 19 di daerah ini masih terus terjadi.

Sejumlah petugas dari Pol PP tampak terlihat mengawasi warga yang berkativitas di alun-alun pada siang hingga menjelang malam hari. Namun, pemadangan berbeda terjadi pada malam hari. Di sini, tidak lagi terlihat petugas berjaga pada malam hari.

Sepintas, alun-alun mungkin dianggap benar-benar sepi pada malam hari. Hal itu diperkuat dengan tidak adanya lampu di sekitar alun-alun yang menyala.

Namun, ternyata kerap didapati warga yang asik menikmati 'kegelapan' itu. Kebanyakan mereka kedapatan berdua-dua an di tengah gelapnya alun-alun.

Pemandangan alun-alun di tengah kegelapan itu seperti yang kerap disaksikan pengurus DKM Masjid Agung Al Imam, yang lokasinya persis berada di sebelah alun-alun.

&quot;Sering banget liat ada yang dua-dua an gitu. Usia remaja an lah,&quot; kata pengurus DKM Al Imam, Dani Azis Surdiana saat berbincang dengan MNC Portal Indonesia (MPI).

Secara etika, Dani menilai hal itu sangat tidak pantas. Apalagi, alun-alun itu berada di antara Pendopo dan Masjid Agung.

&quot;Beberapa kali kami juga mengingatkan kepada pengunjung itu. Eh, malah pindah tempat. Karena alun-alun kan bukan hanya ada rumput sintetis aja, tapi ada juga bangunan. Jadi mereka bisa leluasa pindah tempat,&quot; jelas dia.

&quot;Kalau malam kan, lampu di alun-alun itu nggak dinyalain. Udah gitu, nggak ada petugas, kaya waktu siang. Jadi mereka ini bisa leluasa,&quot; jelas dua

Dani berharap, pihak terkait bisa memberlakukan 'kebijakan' agar alun-alun tidak dimanfaatkan jadi tempat 'strategis' bagi muda-mudi intuk melepas rindu.</content:encoded></item></channel></rss>
