<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Biden Rencanakan Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan pada 11 September</title><description>Rencana itu jauh dari tenggat waktu 1 Mei yang disyaratkan Taliban.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/14/18/2394329/biden-rencanakan-penarikan-pasukan-as-dari-afghanistan-pada-11-september</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/14/18/2394329/biden-rencanakan-penarikan-pasukan-as-dari-afghanistan-pada-11-september"/><item><title>Biden Rencanakan Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan pada 11 September</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/14/18/2394329/biden-rencanakan-penarikan-pasukan-as-dari-afghanistan-pada-11-september</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/14/18/2394329/biden-rencanakan-penarikan-pasukan-as-dari-afghanistan-pada-11-september</guid><pubDate>Rabu 14 April 2021 10:03 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/14/18/2394329/biden-rencanakan-penarikan-pasukan-as-dari-afghanistan-pada-11-september-nUIW0EnInv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/14/18/2394329/biden-rencanakan-penarikan-pasukan-as-dari-afghanistan-pada-11-september-nUIW0EnInv.jpg</image><title>Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON &amp;ndash; Pejabat Amerika Serikat (AS) pada Selasa (13/4/2021) Presiden Joe Biden berencana untuk menarik 2.500 tentara AS yang tersisa dari Afghanistan pada 11 September 2021. Rencana penarikan itu bertepatan dengan peringatan 20 tahun setelah serangan Al Qaeda yang memicu perang terpanjang di Amerika itu.
Pengungkapan rencana itu terjadi pada hari yang sama ketika komunitas intelijen AS merilis laporan prediksi yang suram untuk Afghanistan, memperkirakan peluang tercapainya kesepakatan damai tahun ini &quot;rendah&quot;. Laporan itu juga memperingatkan bahwa pemerintah di Kabul akan berjuang untuk menahan pemberontakan Taliban jika AS dan koalisi yang dipimpinnya menarik dukungan dari negara Asia Selatan itu.
BACA JUGA: Biden Akui Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan Molor dari Jadwal
Keputusan Biden ini akan melewatkan tenggat waktu 1 Mei untuk penarikan yang disetujui dengan Taliban oleh pendahulunya Donald Trump. Para pemberontak mengancam akan melanjutkan permusuhan terhadap pasukan asing jika tenggat waktu itu terlewat. Tetapi Biden masih akan menetapkan tanggal penarikan jangka pendek, yang berpotensi meredakan kekhawatiran Taliban.
Sumber di Gedung Putih mengatakan bahwa Biden akan mengumumkan keputusannya secara terbuka pada Rabu (14/3/2021). Seorang pejabat senior pemerintahan Biden mengatakan penarikan akan dimulai sebelum 1 Mei dan bisa selesai jauh sebelum batas waktu 11 September.
BACA JUGA: PM Pakistan Puji Rencana Perdamaian Biden
&quot;Presiden telah menilai bahwa pendekatan berbasis kondisi, yang telah menjadi pendekatan dalam dua dekade terakhir, adalah resep untuk tinggal di Afghanistan selamanya,&quot; kata pejabat, yang berbicara tanpa menyebut nama, dalam sebuah penjelasan dengan wartawan.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin diperkirakan akan membahas keputusan tersebut dengan sekutu NATO di Brussel pada Rabu, kata sumber.


Keputusan Biden menunjukkan dia telah menyimpulkan bahwa kehadiran  militer AS tidak akan lagi menentukan dalam mencapai perdamaian abadi di  Afghanistan, asumsi inti Pentagon yang telah lama mendukung penempatan  pasukan Amerika di sana.
&quot;Tidak ada solusi militer untuk masalah yang mengganggu Afghanistan,  dan kami akan memfokuskan upaya kami untuk mendukung proses perdamaian  yang sedang berlangsung,&quot; kata pejabat senior pemerintah.
Laporan intelijen AS, yang dikirim ke Kongres, menyatakan: &quot;Kabul  terus menghadapi kemunduran di medan perang, dan Taliban yakin dapat  mencapai kemenangan militer.&quot;
Masih belum jelas bagaimana langkah Biden akan berdampak pada  pertemuan puncak 10 hari yang direncanakan mulai 24 April tentang  Afghanistan di Istanbul yang akan menyertakan Perserikatan Bangsa-Bangsa  dan Qatar.
Taliban mengatakan mereka tidak akan ambil bagian dalam pertemuan  puncak yang akan membuat keputusan tentang Afghanistan sampai semua  pasukan asing meninggalkan negara itu.
Batas waktu 1 Mei sudah mulai tampak semakin kecil kemungkinannya   dalam beberapa minggu terakhir, mengingat kurangnya persiapan di   lapangan untuk memastikan hal itu dapat dilakukan dengan aman dan   bertanggung jawab. Para pejabat AS juga menyalahkan Taliban karena gagal   memenuhi komitmen untuk mengurangi kekerasan dan beberapa telah   memperingatkan tentang hubungan Taliban yang terus-menerus dengan al   Qaeda.
Hubungan itulah yang memicu intervensi militer AS pada 2001 menyusul   serangan 11 September oleh Al Qaeda, ketika para pembajak menghantam   pesawat ke World Trade Center di New York dan Pentagon di luar   Washington, menewaskan hampir 3.000 orang. Pemerintahan Biden mengatakan   Al Qaeda tidak menjadi ancaman bagi tanah air AS sekarang.</description><content:encoded>WASHINGTON &amp;ndash; Pejabat Amerika Serikat (AS) pada Selasa (13/4/2021) Presiden Joe Biden berencana untuk menarik 2.500 tentara AS yang tersisa dari Afghanistan pada 11 September 2021. Rencana penarikan itu bertepatan dengan peringatan 20 tahun setelah serangan Al Qaeda yang memicu perang terpanjang di Amerika itu.
Pengungkapan rencana itu terjadi pada hari yang sama ketika komunitas intelijen AS merilis laporan prediksi yang suram untuk Afghanistan, memperkirakan peluang tercapainya kesepakatan damai tahun ini &quot;rendah&quot;. Laporan itu juga memperingatkan bahwa pemerintah di Kabul akan berjuang untuk menahan pemberontakan Taliban jika AS dan koalisi yang dipimpinnya menarik dukungan dari negara Asia Selatan itu.
BACA JUGA: Biden Akui Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan Molor dari Jadwal
Keputusan Biden ini akan melewatkan tenggat waktu 1 Mei untuk penarikan yang disetujui dengan Taliban oleh pendahulunya Donald Trump. Para pemberontak mengancam akan melanjutkan permusuhan terhadap pasukan asing jika tenggat waktu itu terlewat. Tetapi Biden masih akan menetapkan tanggal penarikan jangka pendek, yang berpotensi meredakan kekhawatiran Taliban.
Sumber di Gedung Putih mengatakan bahwa Biden akan mengumumkan keputusannya secara terbuka pada Rabu (14/3/2021). Seorang pejabat senior pemerintahan Biden mengatakan penarikan akan dimulai sebelum 1 Mei dan bisa selesai jauh sebelum batas waktu 11 September.
BACA JUGA: PM Pakistan Puji Rencana Perdamaian Biden
&quot;Presiden telah menilai bahwa pendekatan berbasis kondisi, yang telah menjadi pendekatan dalam dua dekade terakhir, adalah resep untuk tinggal di Afghanistan selamanya,&quot; kata pejabat, yang berbicara tanpa menyebut nama, dalam sebuah penjelasan dengan wartawan.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin diperkirakan akan membahas keputusan tersebut dengan sekutu NATO di Brussel pada Rabu, kata sumber.


Keputusan Biden menunjukkan dia telah menyimpulkan bahwa kehadiran  militer AS tidak akan lagi menentukan dalam mencapai perdamaian abadi di  Afghanistan, asumsi inti Pentagon yang telah lama mendukung penempatan  pasukan Amerika di sana.
&quot;Tidak ada solusi militer untuk masalah yang mengganggu Afghanistan,  dan kami akan memfokuskan upaya kami untuk mendukung proses perdamaian  yang sedang berlangsung,&quot; kata pejabat senior pemerintah.
Laporan intelijen AS, yang dikirim ke Kongres, menyatakan: &quot;Kabul  terus menghadapi kemunduran di medan perang, dan Taliban yakin dapat  mencapai kemenangan militer.&quot;
Masih belum jelas bagaimana langkah Biden akan berdampak pada  pertemuan puncak 10 hari yang direncanakan mulai 24 April tentang  Afghanistan di Istanbul yang akan menyertakan Perserikatan Bangsa-Bangsa  dan Qatar.
Taliban mengatakan mereka tidak akan ambil bagian dalam pertemuan  puncak yang akan membuat keputusan tentang Afghanistan sampai semua  pasukan asing meninggalkan negara itu.
Batas waktu 1 Mei sudah mulai tampak semakin kecil kemungkinannya   dalam beberapa minggu terakhir, mengingat kurangnya persiapan di   lapangan untuk memastikan hal itu dapat dilakukan dengan aman dan   bertanggung jawab. Para pejabat AS juga menyalahkan Taliban karena gagal   memenuhi komitmen untuk mengurangi kekerasan dan beberapa telah   memperingatkan tentang hubungan Taliban yang terus-menerus dengan al   Qaeda.
Hubungan itulah yang memicu intervensi militer AS pada 2001 menyusul   serangan 11 September oleh Al Qaeda, ketika para pembajak menghantam   pesawat ke World Trade Center di New York dan Pentagon di luar   Washington, menewaskan hampir 3.000 orang. Pemerintahan Biden mengatakan   Al Qaeda tidak menjadi ancaman bagi tanah air AS sekarang.</content:encoded></item></channel></rss>
