<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bibit Siklon Muncul Lagi, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan!</title><description>BMKG mendeteksi Bibit Siklon Tropis 94W yang mulai tumbuh di wilayah Samudera Pasifik sebelah utara Papua</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/14/337/2394333/bibit-siklon-muncul-lagi-bmkg-waspada-cuaca-ekstrem-sepekan-ke-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/14/337/2394333/bibit-siklon-muncul-lagi-bmkg-waspada-cuaca-ekstrem-sepekan-ke-depan"/><item><title>Bibit Siklon Muncul Lagi, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan!</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/14/337/2394333/bibit-siklon-muncul-lagi-bmkg-waspada-cuaca-ekstrem-sepekan-ke-depan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/14/337/2394333/bibit-siklon-muncul-lagi-bmkg-waspada-cuaca-ekstrem-sepekan-ke-depan</guid><pubDate>Rabu 14 April 2021 10:16 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/14/337/2394333/bibit-siklon-muncul-lagi-bmkg-waspada-cuaca-ekstrem-sepekan-ke-depan-dRvOvYCxmf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/14/337/2394333/bibit-siklon-muncul-lagi-bmkg-waspada-cuaca-ekstrem-sepekan-ke-depan-dRvOvYCxmf.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi Bibit Siklon Tropis 94W yang mulai tumbuh di wilayah Samudera Pasifik sebelah utara Papua
Berdasarkan citra satelit Himawari-8, diketahui bibit siklon tropis tersebut memiliki kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai 30 knot (56 km/jam) dengan tekanan di pusatnya mencapai 1006 mb.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, dari perhitungan BMKG, potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam beberapa hari ke depan sangat tinggi.
Dwikorita menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrim (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dan lain-lain).
&amp;ldquo;Selain itu juga dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin dalam satu minggu kedepan,&amp;rdquo; dalam keterangannya lewat akun media sosial resmi BMKG, Rabu (14/4/2021)
Khusus kepada pengguna transportasi laut dan nelayan perlu meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan  aktivitas pelayaran karena adanya ancaman gelombang tinggi akibat siklon yang mencapai 4 - 6 meter. Kami mohon tidak menganggap sepele adanya bibit siklon ini.Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menerangkan  sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak Bibit Siklon Tropis 94W  meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo,  Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat.
Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat dan  Papua. Selain itu, ada pula wilayah dengan level waspada untuk potensi  banjir bandang pada dua hari ke depan, yakni Sulawesi Utara dan Maluku  Utara.
Selanjutnya, gelombang tinggi sekitar 1,25 sampai 2,5 meter  berpeluang terjadi di Laut Sulawesi bagian tengah dan timur, Perairan  utara Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud,Laut Maluku,Perairan  utara dan timur Halmahera, Laut Halmahera, Samudera Pasifik utara  Halmahera.
Gelombang tinggi 2,5 - 4,0 meter berpotensi terjadi di Perairan Raja  Ampat - Sorong, Perairan Manokwari, Perairan Biak, Teluk  Cendrawasih,Perairan Jayapura - Sarmi, Samudera Pasifik utara Papua  Barat. gelombang setinggi 4,0 - 6,0m berpeluang tjd di Samudera Pasifik  utara Papua.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi Bibit Siklon Tropis 94W yang mulai tumbuh di wilayah Samudera Pasifik sebelah utara Papua
Berdasarkan citra satelit Himawari-8, diketahui bibit siklon tropis tersebut memiliki kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai 30 knot (56 km/jam) dengan tekanan di pusatnya mencapai 1006 mb.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, dari perhitungan BMKG, potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam beberapa hari ke depan sangat tinggi.
Dwikorita menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrim (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dan lain-lain).
&amp;ldquo;Selain itu juga dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin dalam satu minggu kedepan,&amp;rdquo; dalam keterangannya lewat akun media sosial resmi BMKG, Rabu (14/4/2021)
Khusus kepada pengguna transportasi laut dan nelayan perlu meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan  aktivitas pelayaran karena adanya ancaman gelombang tinggi akibat siklon yang mencapai 4 - 6 meter. Kami mohon tidak menganggap sepele adanya bibit siklon ini.Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menerangkan  sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak Bibit Siklon Tropis 94W  meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo,  Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat.
Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat dan  Papua. Selain itu, ada pula wilayah dengan level waspada untuk potensi  banjir bandang pada dua hari ke depan, yakni Sulawesi Utara dan Maluku  Utara.
Selanjutnya, gelombang tinggi sekitar 1,25 sampai 2,5 meter  berpeluang terjadi di Laut Sulawesi bagian tengah dan timur, Perairan  utara Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud,Laut Maluku,Perairan  utara dan timur Halmahera, Laut Halmahera, Samudera Pasifik utara  Halmahera.
Gelombang tinggi 2,5 - 4,0 meter berpotensi terjadi di Perairan Raja  Ampat - Sorong, Perairan Manokwari, Perairan Biak, Teluk  Cendrawasih,Perairan Jayapura - Sarmi, Samudera Pasifik utara Papua  Barat. gelombang setinggi 4,0 - 6,0m berpeluang tjd di Samudera Pasifik  utara Papua.</content:encoded></item></channel></rss>
