<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polemik Habib Rizieq, Bima Arya: Karena Kasusnya Sensitif Jadi Kekondisifan Terganggu   </title><description>Dalam sidang kasus swab test dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jaktim, Rabu (14/4/2021)&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/14/338/2394464/polemik-habib-rizieq-bima-arya-karena-kasusnya-sensitif-jadi-kekondisifan-terganggu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/14/338/2394464/polemik-habib-rizieq-bima-arya-karena-kasusnya-sensitif-jadi-kekondisifan-terganggu"/><item><title>Polemik Habib Rizieq, Bima Arya: Karena Kasusnya Sensitif Jadi Kekondisifan Terganggu   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/14/338/2394464/polemik-habib-rizieq-bima-arya-karena-kasusnya-sensitif-jadi-kekondisifan-terganggu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/14/338/2394464/polemik-habib-rizieq-bima-arya-karena-kasusnya-sensitif-jadi-kekondisifan-terganggu</guid><pubDate>Rabu 14 April 2021 13:15 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/14/338/2394464/polemik-habib-rizieq-bima-arya-karena-kasusnya-sensitif-jadi-kekondisifan-terganggu-6piKRQ6tn4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Habib Rizieq Shihab.(Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/14/338/2394464/polemik-habib-rizieq-bima-arya-karena-kasusnya-sensitif-jadi-kekondisifan-terganggu-6piKRQ6tn4.jpg</image><title>Habib Rizieq Shihab.(Foto:Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dalam sidang kasus swab test  dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim), Rabu (14/4/2021), Wali Kota Bogor Bima Arya memberikan kesaksian.
Arya Bima menyebut, situasi di Kota Bogor tidak kondusif saat Habub Rizieq dirawat di RS Ummi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ucapkan Selamat Ramadhan, Habib Rizieq: Tetap Semangat Revolusi Akhlak
&quot;Tentu kekondusifan terganggu, karena polemik yang ramai baik di media cetak, elektronik, maupun online dan media sosial,&quot; kata Bima kepada majelis hakim.
Bima menyebut, ada beberapa massa aksi dari masyarakat dan mahasiswa menyoroti kasus Habib Rizieq yang membuat situasi makin tidak kondusif.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bima Arya Sebut RS UMMI Halangi Tugas Satgas Terkait Tes Swab Habib Rizieq
Namun, aksi dari mahasiswa berhasil diredam ketika pihaknya menyampaikan bahwa tidak baik untuk mengangkat kasus Habib Rizieq.
&quot;(Kasus) sangat sensitif, karena akan mengganggu konsentrasi pemberantasan Covid-19. Jadi seperti itu kondisi Kota Bogor saat itu,&quot; kata Bima.</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam sidang kasus swab test  dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim), Rabu (14/4/2021), Wali Kota Bogor Bima Arya memberikan kesaksian.
Arya Bima menyebut, situasi di Kota Bogor tidak kondusif saat Habub Rizieq dirawat di RS Ummi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ucapkan Selamat Ramadhan, Habib Rizieq: Tetap Semangat Revolusi Akhlak
&quot;Tentu kekondusifan terganggu, karena polemik yang ramai baik di media cetak, elektronik, maupun online dan media sosial,&quot; kata Bima kepada majelis hakim.
Bima menyebut, ada beberapa massa aksi dari masyarakat dan mahasiswa menyoroti kasus Habib Rizieq yang membuat situasi makin tidak kondusif.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bima Arya Sebut RS UMMI Halangi Tugas Satgas Terkait Tes Swab Habib Rizieq
Namun, aksi dari mahasiswa berhasil diredam ketika pihaknya menyampaikan bahwa tidak baik untuk mengangkat kasus Habib Rizieq.
&quot;(Kasus) sangat sensitif, karena akan mengganggu konsentrasi pemberantasan Covid-19. Jadi seperti itu kondisi Kota Bogor saat itu,&quot; kata Bima.</content:encoded></item></channel></rss>
