<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Panggil Anak Buah 'Crazy Rich' Samin Tan</title><description>masa berlaku pelarangan ke luar negeri Fitriawan Tjandra telah habis sejak Agustus 2019.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/16/337/2395791/kpk-panggil-anak-buah-crazy-rich-samin-tan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/16/337/2395791/kpk-panggil-anak-buah-crazy-rich-samin-tan"/><item><title>KPK Panggil Anak Buah 'Crazy Rich' Samin Tan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/16/337/2395791/kpk-panggil-anak-buah-crazy-rich-samin-tan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/16/337/2395791/kpk-panggil-anak-buah-crazy-rich-samin-tan</guid><pubDate>Jum'at 16 April 2021 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/16/337/2395791/kpk-panggil-anak-buah-crazy-rich-samin-tan-IcInUeiZD3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KPK (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/16/337/2395791/kpk-panggil-anak-buah-crazy-rich-samin-tan-IcInUeiZD3.jpg</image><title>KPK (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Staf PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) atau PT Borneo Lumbung Energi, Fitriawan Tjandra alias Oscar, pada hari ini, Jumat 16 April 2021. Ia dipanggil sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Samin Tan (SMT).
&quot;Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SMT,&quot; kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (16/4/2021).
Fitriawan Tjandra yang merupakan anak buah Samin Tan pernah dicegah pergi ke luar negeri oleh KPK pada 4 Februari 2019. Namun, masa berlaku pelarangan ke luar negeri Fitriawan Tjandra telah habis sejak Agustus 2019.
Baca Juga:&amp;nbsp;Berkas Dilimpahkan, 2 Staf Bakamla Tersangka Korupsi Segera Disidang
Selain Fitriawan Tjandra, penyidik juga memanggil satu saksi lainnya yakni, seorang pihak swasta, Udin Matio. Udin juga bakal didalami keterangannya untuk melengkapi berkas penyidikan Samin Tan.
Dalam perkara ini, bos Borneo Lumbung Energy and Metal (BLEM), Samin Tan ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga memberi hadiah atau janji kepada mantan Anggota DPR, Eni Maulani Saragih terkait pengurusan terminasi Kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT AKT di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sejumlah Rp5 miliar.
Atas perbuatannya, Samin Tan disangkakan melanggar pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ditetapkan Tersangka, 2 Anggota DPRD Jabar Ditahan KPK Terkait Korupsi Bantuan Provinsi</description><content:encoded>JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Staf PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) atau PT Borneo Lumbung Energi, Fitriawan Tjandra alias Oscar, pada hari ini, Jumat 16 April 2021. Ia dipanggil sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Samin Tan (SMT).
&quot;Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SMT,&quot; kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (16/4/2021).
Fitriawan Tjandra yang merupakan anak buah Samin Tan pernah dicegah pergi ke luar negeri oleh KPK pada 4 Februari 2019. Namun, masa berlaku pelarangan ke luar negeri Fitriawan Tjandra telah habis sejak Agustus 2019.
Baca Juga:&amp;nbsp;Berkas Dilimpahkan, 2 Staf Bakamla Tersangka Korupsi Segera Disidang
Selain Fitriawan Tjandra, penyidik juga memanggil satu saksi lainnya yakni, seorang pihak swasta, Udin Matio. Udin juga bakal didalami keterangannya untuk melengkapi berkas penyidikan Samin Tan.
Dalam perkara ini, bos Borneo Lumbung Energy and Metal (BLEM), Samin Tan ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga memberi hadiah atau janji kepada mantan Anggota DPR, Eni Maulani Saragih terkait pengurusan terminasi Kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT AKT di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sejumlah Rp5 miliar.
Atas perbuatannya, Samin Tan disangkakan melanggar pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ditetapkan Tersangka, 2 Anggota DPRD Jabar Ditahan KPK Terkait Korupsi Bantuan Provinsi</content:encoded></item></channel></rss>
