<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RS Lapangan Ditutup, Bima Arya: Jangan Lengah Sehingga Gelombang Kedua Tidak Ada</title><description>RS Lapangan yang dibangun di kawasan GOR Pajajaran itu ditutup seiring menurunnya angka kasus positif Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/19/338/2397156/rs-lapangan-ditutup-bima-arya-jangan-lengah-sehingga-gelombang-kedua-tidak-ada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/19/338/2397156/rs-lapangan-ditutup-bima-arya-jangan-lengah-sehingga-gelombang-kedua-tidak-ada"/><item><title>RS Lapangan Ditutup, Bima Arya: Jangan Lengah Sehingga Gelombang Kedua Tidak Ada</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/19/338/2397156/rs-lapangan-ditutup-bima-arya-jangan-lengah-sehingga-gelombang-kedua-tidak-ada</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/19/338/2397156/rs-lapangan-ditutup-bima-arya-jangan-lengah-sehingga-gelombang-kedua-tidak-ada</guid><pubDate>Senin 19 April 2021 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Haryudi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/19/338/2397156/rs-lapangan-ditutup-bima-arya-jangan-lengah-sehingga-gelombang-kedua-tidak-ada-Y5Nz02u1KC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bima Arya (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/19/338/2397156/rs-lapangan-ditutup-bima-arya-jangan-lengah-sehingga-gelombang-kedua-tidak-ada-Y5Nz02u1KC.jpg</image><title>Bima Arya (Foto: Istimewa)</title></images><description>BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya resmi menghentikan operasional Rumah Sakit (RS) Lapangan Kota Bogor, Jawa Barat, pada hari ini, Senin (19/4/2021).
RS Lapangan yang dibangun di kawasan GOR Pajajaran itu ditutup seiring menurunnya angka kasus positif Covid-19.
&quot;RS Lapangan dinonaktifkan dulu karena kebutuhan pasien perawatan tidak ada lagi,&quot; kata Bima Arya.
Ia menambahkan, rumah sakit yang didirikan tiga bulan lalu lantaran periode Desember hingga Februari cukup tinggi dengan rata-rata kasus per hari di atas 100 kasus baru.
&quot;Saat ini angkanya di bawah 50, sudah sangat terkendali. Jadi (RS Lapangan) tidak dibutuhkan lagi, semua sudah tercukupi di rumah sakit rujukan yang ada,&quot; kata Bima saat penutupan operasional RS Lapangan.
Terkait diaktifkan lagi atau tidak, Bima mengatakan bahwa semua itu sangat tergantung kepada kebutuhan di lapangan.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 di Bogor Terkendali, RS Lapangan Dinonaktifkan
Pemkot Bogor pun mewaspadai peningkatan kasus atau gelombang kedua pascalibur Lebaran. Sehingga, saat kejadian luar biasa atau kegawatdaruratan kembali terjadi, Bima memastikan operasional RS Lapangan bisa difungsikan kembali.
&quot;Beberapa kasus di berbagai negara. Karena sudah terkendali, abai terjadi gelombang kedua. Kita mewaspadai itu, bila terjadi RS Lapangan bisa kembali difungsikan,&quot; paparnya.
Dia pun memerintahkan agar alat kesehatan dan fasilitas RS Lapangan tetap berada di lokasi. Hanya tenaga kesehatan atau SDM lainnya yang kembali bekerja di tempat semula.
Baca juga:&amp;nbsp;Pemkot Sebut Pelaporan Bima Arya karena Rumah Sakit Tak Kooperatif &amp;amp; Halangi Karantina Kesehatan
Terkait efektivitas, keberadaan RS Lapangan selama berjalan dinilai sangat efektif. Dari 346 pasien yang dirawat, ada 298 orang telah dinyatakan sembuh, selebihnya dirujuk kembali ke rumah sakit, dan tidak ada kasus meninggal.
Bima menambahkan, situasi kasus Covid-19 sangat terkendali pada Ramadhan ini. Berdasarkan data Satgas Covid-19 dari total 14.728 kasus, sebanyak 13.956 pasien telah dinyatakan sembuh, 533 orang masih dalam perawatan, dan 239 pasien meninggal dunia.
&quot;Pun angkanya terus menurun, saya minta selama Ramadhan ini kita selalu waspada, jangan lengah sehingga gelombang kedua tidak terjadi,&quot; tandas Bima.
</description><content:encoded>BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya resmi menghentikan operasional Rumah Sakit (RS) Lapangan Kota Bogor, Jawa Barat, pada hari ini, Senin (19/4/2021).
RS Lapangan yang dibangun di kawasan GOR Pajajaran itu ditutup seiring menurunnya angka kasus positif Covid-19.
&quot;RS Lapangan dinonaktifkan dulu karena kebutuhan pasien perawatan tidak ada lagi,&quot; kata Bima Arya.
Ia menambahkan, rumah sakit yang didirikan tiga bulan lalu lantaran periode Desember hingga Februari cukup tinggi dengan rata-rata kasus per hari di atas 100 kasus baru.
&quot;Saat ini angkanya di bawah 50, sudah sangat terkendali. Jadi (RS Lapangan) tidak dibutuhkan lagi, semua sudah tercukupi di rumah sakit rujukan yang ada,&quot; kata Bima saat penutupan operasional RS Lapangan.
Terkait diaktifkan lagi atau tidak, Bima mengatakan bahwa semua itu sangat tergantung kepada kebutuhan di lapangan.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 di Bogor Terkendali, RS Lapangan Dinonaktifkan
Pemkot Bogor pun mewaspadai peningkatan kasus atau gelombang kedua pascalibur Lebaran. Sehingga, saat kejadian luar biasa atau kegawatdaruratan kembali terjadi, Bima memastikan operasional RS Lapangan bisa difungsikan kembali.
&quot;Beberapa kasus di berbagai negara. Karena sudah terkendali, abai terjadi gelombang kedua. Kita mewaspadai itu, bila terjadi RS Lapangan bisa kembali difungsikan,&quot; paparnya.
Dia pun memerintahkan agar alat kesehatan dan fasilitas RS Lapangan tetap berada di lokasi. Hanya tenaga kesehatan atau SDM lainnya yang kembali bekerja di tempat semula.
Baca juga:&amp;nbsp;Pemkot Sebut Pelaporan Bima Arya karena Rumah Sakit Tak Kooperatif &amp;amp; Halangi Karantina Kesehatan
Terkait efektivitas, keberadaan RS Lapangan selama berjalan dinilai sangat efektif. Dari 346 pasien yang dirawat, ada 298 orang telah dinyatakan sembuh, selebihnya dirujuk kembali ke rumah sakit, dan tidak ada kasus meninggal.
Bima menambahkan, situasi kasus Covid-19 sangat terkendali pada Ramadhan ini. Berdasarkan data Satgas Covid-19 dari total 14.728 kasus, sebanyak 13.956 pasien telah dinyatakan sembuh, 533 orang masih dalam perawatan, dan 239 pasien meninggal dunia.
&quot;Pun angkanya terus menurun, saya minta selama Ramadhan ini kita selalu waspada, jangan lengah sehingga gelombang kedua tidak terjadi,&quot; tandas Bima.
</content:encoded></item></channel></rss>
