<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>335 KK Korban Banjir Masih Tempati Kamp Pengungsian di Kupang NTT</title><description>335 kepala keluarga itu masih menempati beberapa lokasi seperti kantor desa, gereja dan fasilitas umum.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/19/340/2397357/335-kk-korban-banjir-masih-tempati-kamp-pengungsian-di-kupang-ntt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/19/340/2397357/335-kk-korban-banjir-masih-tempati-kamp-pengungsian-di-kupang-ntt"/><item><title>335 KK Korban Banjir Masih Tempati Kamp Pengungsian di Kupang NTT</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/19/340/2397357/335-kk-korban-banjir-masih-tempati-kamp-pengungsian-di-kupang-ntt</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/19/340/2397357/335-kk-korban-banjir-masih-tempati-kamp-pengungsian-di-kupang-ntt</guid><pubDate>Senin 19 April 2021 19:42 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/19/340/2397357/335-kk-korban-banjir-masih-tempati-kamp-pengungsian-di-kupang-ntt-k33tQZCfxM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dampak banjir di Kupang. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/19/340/2397357/335-kk-korban-banjir-masih-tempati-kamp-pengungsian-di-kupang-ntt-k33tQZCfxM.jpg</image><title>Dampak banjir di Kupang. (Foto: Antara)</title></images><description>KUPANG - Pemeritah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan, masih ada 335 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana badai Siklon Tropis Seroja yang menempati kamp pengungsian di daerah itu.&amp;nbsp;
&quot;Berdasarkan data yang ada masih terdapat 335 kepala keluarga pengungsi Siklon Seroja yang menempati beberapa titik lokasi pengungsian di daerah ini,&quot; kata Ketua Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Kupang, Obet Laha di Kupang, Senin (19/4/2021).
Ia mengatakan, 335 kepala keluarga itu masih menempati beberapa lokasi seperti kantor desa, gereja dan fasilitas umum milik pemerintah yang dianggap layak ditempati.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Pasca-Badai Seroja, Danau Baru Muncul di Kota Kupang
Obet Laha berharap para pengungsi yang masih berada di kamp pengungsian itu secepatnya kembali ke rumahnya masing-masing atau ke rumah keluarga sambil menunggu dana hunian sebesar Rp500 ribu per bulan dari BNPB.
&quot;Dana hunian ini sebagai biaya kontrakan untuk warga yang rumahnya rusak berat atau hanyut saat terjadi banjir bandang,&quot; kata Obet Laha.
Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kupang juga telah mempersiapkan skenario penanganan transisi dari kondisi darurat bencana menuju pascabencana.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Tak Ada Air Bersih, Warga Korban Bencana Seroja di Kupang Minum Air Hujan
&quot;Kami telah menetapkan keputusan bupati tentang rencana pemulihan dini dan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. Usulan bupati kepada BNPB akan segera dikirim dalam waktu tidak terlalu lama,&quot; kata Obet Laha.
Dia mengatakan, proses pemulihan dini yang dilakukan memrioritaskan sektor perumahan agar masyarakat bisa kembali menetap di rumah masing-masing dengan aman.</description><content:encoded>KUPANG - Pemeritah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan, masih ada 335 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana badai Siklon Tropis Seroja yang menempati kamp pengungsian di daerah itu.&amp;nbsp;
&quot;Berdasarkan data yang ada masih terdapat 335 kepala keluarga pengungsi Siklon Seroja yang menempati beberapa titik lokasi pengungsian di daerah ini,&quot; kata Ketua Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Kupang, Obet Laha di Kupang, Senin (19/4/2021).
Ia mengatakan, 335 kepala keluarga itu masih menempati beberapa lokasi seperti kantor desa, gereja dan fasilitas umum milik pemerintah yang dianggap layak ditempati.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Pasca-Badai Seroja, Danau Baru Muncul di Kota Kupang
Obet Laha berharap para pengungsi yang masih berada di kamp pengungsian itu secepatnya kembali ke rumahnya masing-masing atau ke rumah keluarga sambil menunggu dana hunian sebesar Rp500 ribu per bulan dari BNPB.
&quot;Dana hunian ini sebagai biaya kontrakan untuk warga yang rumahnya rusak berat atau hanyut saat terjadi banjir bandang,&quot; kata Obet Laha.
Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kupang juga telah mempersiapkan skenario penanganan transisi dari kondisi darurat bencana menuju pascabencana.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Tak Ada Air Bersih, Warga Korban Bencana Seroja di Kupang Minum Air Hujan
&quot;Kami telah menetapkan keputusan bupati tentang rencana pemulihan dini dan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. Usulan bupati kepada BNPB akan segera dikirim dalam waktu tidak terlalu lama,&quot; kata Obet Laha.
Dia mengatakan, proses pemulihan dini yang dilakukan memrioritaskan sektor perumahan agar masyarakat bisa kembali menetap di rumah masing-masing dengan aman.</content:encoded></item></channel></rss>
