<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jangan Sampai Jokowi Rekrut Orang Tak Kompeten</title><description>Presiden Jokowi harus memilih orang yang tepat.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/20/337/2397469/reshuffle-kabinet-pengamat-jangan-sampai-jokowi-rekrut-orang-tak-kompeten</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/20/337/2397469/reshuffle-kabinet-pengamat-jangan-sampai-jokowi-rekrut-orang-tak-kompeten"/><item><title>Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jangan Sampai Jokowi Rekrut Orang Tak Kompeten</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/20/337/2397469/reshuffle-kabinet-pengamat-jangan-sampai-jokowi-rekrut-orang-tak-kompeten</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/20/337/2397469/reshuffle-kabinet-pengamat-jangan-sampai-jokowi-rekrut-orang-tak-kompeten</guid><pubDate>Selasa 20 April 2021 04:13 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/20/337/2397469/reshuffle-kabinet-pengamat-jangan-sampai-jokowi-rekrut-orang-tak-kompeten-ztyiMSawiB.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/20/337/2397469/reshuffle-kabinet-pengamat-jangan-sampai-jokowi-rekrut-orang-tak-kompeten-ztyiMSawiB.JPG</image><title>Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat Politik sekaligus Peneliti Senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro memberikan komentar Ihwal wacana reshuffle kabinet Joko Widodo-Ma&amp;rsquo;ruf Amin dalam waktu dekat. Bila itu terjadi, Siti mengatakan, presiden Jokowi harus memilih orang yang tepat.

&quot;Soal reshuffle kabinet memang menjadi hak istemewa presiden. Rakyat hanya mengusulkan agar kementerian diduduki orang-orang yang tepat dan mampu mengeksekusi program yang bermanfaat bagi rakyat,&quot; katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (19/4/2021).

Siti menjelaskan, yang diperlukan saat ini adalah kabinet yang mampu bekerja untuk rakyat dan kemajuan Indonesia. Terkait momentum reshuffle dalam waktu dekat, Siti menyebut hal itu menyesuaikan kebutuhan dan waktu yang kontekstual, terlebih perlu mempertimbangkan aspek politik.

&quot;Karena menteri itu jabatan politik, mau tidak mau pertimbangan politik mengedepan. Meskipun demikian tetap saja presiden memilki keleluasan untuk memilih menteri. Karena pada akhirnya yang akan mempertanggungjawabkan kinerja pemerintahan kepada rakyat adalah Presiden,&quot; ucap wanita peraih gelar Ph.D Ilmu Politik dari Curtin University, Perth, Australia itu.

Siti mengingatkan Jokowi jangan sampai memilih menteri yang memiliki sosok kontroversial. Sebab, lanjutnya, akan menimbulkan polemik dan resistensi di tengah masyarakat.

Ditetapkannya dua kementerian baru yakni Kementerian investasi dan Kemendikbudristek pada beberapa pekan lalu, Siti meminta presiden Jokowi perlu dipertimbangkan sosok menteri yang tepat untuk megisi pos tersebut.

&quot;Nasib pendidikan, riset dan inovasi akan buruk bila tak ditangani  secara benar. Demikian juga kementerian investasi, perlu dipimpin orang  yang tepat agar mampu memajukan perekonomian Indonesia,&quot; tuturnya.

Selain itu, masalah impor yang menimbulkan kontroversi, lanjut Siti,  juga perlu dievaluasi. Karena hal itu bisa menimbulkan ketidakpercayaan  terhadap pemerintah kedepan. Termasuk juga di bidang politik dan  pemerintahan yang menimbulkan kegaduhan, terlebih soal keteribatan KSP  dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deliserdang bulan lalu.

&quot;Di era disrupsi yang penuh dengan ketidakpastian ini sangat bijak  bila presiden memikirkan dampak-dampak negatif yang bakal muncul jika  merekrut orang-orang yang tidak kompeten,&quot; pungkas wanita kelahiran  Jember itu.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat Politik sekaligus Peneliti Senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro memberikan komentar Ihwal wacana reshuffle kabinet Joko Widodo-Ma&amp;rsquo;ruf Amin dalam waktu dekat. Bila itu terjadi, Siti mengatakan, presiden Jokowi harus memilih orang yang tepat.

&quot;Soal reshuffle kabinet memang menjadi hak istemewa presiden. Rakyat hanya mengusulkan agar kementerian diduduki orang-orang yang tepat dan mampu mengeksekusi program yang bermanfaat bagi rakyat,&quot; katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (19/4/2021).

Siti menjelaskan, yang diperlukan saat ini adalah kabinet yang mampu bekerja untuk rakyat dan kemajuan Indonesia. Terkait momentum reshuffle dalam waktu dekat, Siti menyebut hal itu menyesuaikan kebutuhan dan waktu yang kontekstual, terlebih perlu mempertimbangkan aspek politik.

&quot;Karena menteri itu jabatan politik, mau tidak mau pertimbangan politik mengedepan. Meskipun demikian tetap saja presiden memilki keleluasan untuk memilih menteri. Karena pada akhirnya yang akan mempertanggungjawabkan kinerja pemerintahan kepada rakyat adalah Presiden,&quot; ucap wanita peraih gelar Ph.D Ilmu Politik dari Curtin University, Perth, Australia itu.

Siti mengingatkan Jokowi jangan sampai memilih menteri yang memiliki sosok kontroversial. Sebab, lanjutnya, akan menimbulkan polemik dan resistensi di tengah masyarakat.

Ditetapkannya dua kementerian baru yakni Kementerian investasi dan Kemendikbudristek pada beberapa pekan lalu, Siti meminta presiden Jokowi perlu dipertimbangkan sosok menteri yang tepat untuk megisi pos tersebut.

&quot;Nasib pendidikan, riset dan inovasi akan buruk bila tak ditangani  secara benar. Demikian juga kementerian investasi, perlu dipimpin orang  yang tepat agar mampu memajukan perekonomian Indonesia,&quot; tuturnya.

Selain itu, masalah impor yang menimbulkan kontroversi, lanjut Siti,  juga perlu dievaluasi. Karena hal itu bisa menimbulkan ketidakpercayaan  terhadap pemerintah kedepan. Termasuk juga di bidang politik dan  pemerintahan yang menimbulkan kegaduhan, terlebih soal keteribatan KSP  dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deliserdang bulan lalu.

&quot;Di era disrupsi yang penuh dengan ketidakpastian ini sangat bijak  bila presiden memikirkan dampak-dampak negatif yang bakal muncul jika  merekrut orang-orang yang tidak kompeten,&quot; pungkas wanita kelahiran  Jember itu.
</content:encoded></item></channel></rss>
