<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Pesantren Internasional Sunan Giri yang Ditaklukkan Sultan Agung</title><description>Giri Kedaton bukan hanya jadi pesantren dan pusat dakwah islam, namun juga menjadi sebuah kerajaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/20/337/2397499/kisah-pesantren-internasional-sunan-giri-yang-ditaklukkan-sultan-agung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/20/337/2397499/kisah-pesantren-internasional-sunan-giri-yang-ditaklukkan-sultan-agung"/><item><title>Kisah Pesantren Internasional Sunan Giri yang Ditaklukkan Sultan Agung</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/20/337/2397499/kisah-pesantren-internasional-sunan-giri-yang-ditaklukkan-sultan-agung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/20/337/2397499/kisah-pesantren-internasional-sunan-giri-yang-ditaklukkan-sultan-agung</guid><pubDate>Selasa 20 April 2021 06:24 WIB</pubDate><dc:creator>Doddy Handoko </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/20/337/2397499/kisah-pesantren-internasional-sunan-giri-yang-ditaklukkan-sultan-agung-ttqkwASkT1.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/20/337/2397499/kisah-pesantren-internasional-sunan-giri-yang-ditaklukkan-sultan-agung-ttqkwASkT1.JPG</image><title>Foto: Istimewa</title></images><description>JAKARTA - Dalam Babad Tanah Jawi diceritakan di Pesantren Giri Kedaton setelah wafatnya pendirinya Sunan Giri atau Sunan Raden Ainul Yaqin  (Sunan Giri I), Giri kemudian menjelma menjadi sebuah Kedatuan bernama Giri Kedaton.

Giri Kedaton bukan hanya jadi pesantren dan pusat dakwah islam, namun juga menjadi sebuah kerajaan. Wilayah Giri Kedaton meliputi hampir dari semua wilayah di Gresik, Jawa Timur.

Giri Kedaton mengalami masa keemasannya pada masa pemerintahan Sunan Prapen (Sunan Giri IV). Pada waktu itu Giri Kedaton menjadi tempat dan pusat dakwah islam yang utama di Jawa. Hampir semua kejadian penting yang terjadi di jerajaan-kerajaan Islam di Jawa harus dilakukan di Giri Kedaton sebagai tanda patuh kepada Giri Kedaton.

Sunan Prapen  jadi tokoh penting yang harus ada dalam setiap kejadian penting di Kerajaan-kerajaan Islam Jawa, termasuk dalam hal pelantikan Raja. Kewibawaan Giri Kedaton  sangat besar.

Kewibawaan Giri Kedaton mengalami kemunduran  saat ditaklukkan oleh Kesultanan Mataram di bawah pimpinan Sultan Agung. Sultan sebelumnya pernah meminta pihak Giri Kedaton yang di pimpin oleh Panembahan Kawis Guwa (Sunan Giri V) untuk patuh dan mengirim upeti pada Kesultanan Mataram.

Namun hal itu ditolak oleh Sunan Giri V sehinggamembuat Sultan Agung untuk merencanakan penaklukan terhadap Giri Kedaton.

Namun  perwira pasukan Kesultanan Mataram tak ada yang menyanggupinya. Mereka tahu bahwa Giri Kedaton memiliki wibawa yang besar di Jawa dan keramat dari para Walisanga.

Sultan Agung kemudian memerintah Pangeran Pekik yang merupakan Keturunan Sunan Ampel untuk menaklukan Giri Kedaton.

Meskipun Pangeran Pekik diperintah Sultan untuk menaklukkan Giri Kedaton, dia berkali-kali membatalkan rencananya itu. Tak mungkin baginya yang merupakan keturunan Walisanga untuk menaklukkan Giri Kedaton.

Namun setelah dihasut oleh istrinya, Pangeran Pekik akhirnya mau menaklukkan Giri Kedaton. Giri Kedaton  berhasil di taklukkan oleh Pangeran Pekik dan pasukan Kesultanan Mataram.

Maka Giri Kedaton sudah tidak memiliki wibawa lagi dan menjadi bawahan Kesultanan Mataram.

Kesultanan Mataram di bawah pimpinan Amangkurat II, Kembali Menyerang  Giri Kedaton. Pada Penyerangan kali ini, Amangkurat II bersekutu dengan  VOC. Penyerangan ini  menandai keruntuhan dan akhir riwayat Giri  Kedaton.

H.J. de Graaf dan T.H. Pigeaud dalam &quot;Kerajaan Islam pertama di Jawa,  tinjauan sejarah politik abad XV dan XVI &quot; menuliskan Giri Kedaton atau  Giri Gajah adalah sebuah Kedatuan dan Pusat Dakwah Islam di Gresik,  Jawa Timur. Giri Kedaton di dirikan oleh salah seorang dari Anggota  Walisanga Bernama Raden Ainul Yaqin atau lebih di kenal dengan sebutan  Sunan Giri I.

Giri Kedaton didirikan pada tahun 1481. Pada awalnya Giri Kedaton  ddiirikan sebagai Sebuah Pesantren dan Pusat Dakwah Islam di Jawa Timur,  namun seiring dengan berjalannya waktu, Giri Kedaton menjelma sebagai  Sebuah Kedatuan yang di pimpin oleh Sunan Giri I beserta keturunannya di  Giri Kedaton.

Sebagai Pusat Dakwah Islam, tentu saja Giri Kedaton  disegani oleh  Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa. bahkan para Raja/Sultan sering meminta  nasehat dan petunjuk di Giri Kedaton.

Sunan Giri I sebagai pendiri Giri Kedaton merupakan satu diantara  dari anggota Walisanga yang sangat disegani. Beliau adalah putra dari  Syekh Maulana Ishak, seorang Ulama asal Samarkand, Uzbekistan. dalam  riwayat lain, silsilah Raden Ainul Yaqin atau Sunan Giri I terhubung  dengan Nabi Muhammad SAW. Sunan Giri I pernah berguru pada Sunan Ampel  di Surabaya saat di adopsi oleh Nyai Ageng Pinatih dengan Nama Joko  Samodra.

Setelah Berguru pada Sunan Ampel, Sunan Giri I kemudian menuntut ilmu  di negeri Pasai. Setelah menuntut ilmu di Pasai, maka beliau memutuskan  untuk mulai berdakwah di Pulau Jawa yaitu tepatnya di Gresik, Jawa  Timur. Di sana dia memulai berdakwah dengan mendirikan sebuah Pesantren  dengan Nama Giri Gajah atau Giri Kedaton.

Pada saat ingin mendirikan Pesantren, Sunan Giri teringat pada pesan  ayah nya untuk menemukan sebidang Tanah yang mirip dengan Tanah di  Negeri Pasai. Maka beliau kemudian mencari tanah yang sekiranya mirip  seperti tanah di Negeri Pasai. setelah mencari-cari, kemudian sampailah  Sunan Giri I di suatu perbukitan di sekitaran Desa Sidomukti.

Pada saat sampai, beliau kemudian mencocokkan tanah nya dengan tanah  yang di ambilnya di Negeri Pasai. Ternyata tanahnya sangat mirip dengan  Tanah di Negeri Pasai. Kemudian mendirikan Pesantren dan Pusat Dakwah  Islam dengan Nama Giri Gajah/Giri Kedaton. Tempat di dirikan pesantren  itu cuacanya sejuk dan menenangkan, sehingga membuat siapa saja betah  untuk berlama-lama di dalam Pesantren.

Dalam Jangka waktu 3 tahun, Giri Kedaton terkenal ke seluruh penjuru  Nusantara. Calon Santri-santri di Pesantren Giri kemudian datang  berbondong-bondong dari segala penjuru Nusantara. Para santri itu ada  yang dari Maluku, Madura, Lombok, Makassar, dan Ternate.

Menurut babad Tanah Jawa, murid dari Sunan Giri I juga ada yang dari luar Nusantara, seperti Arab, Mesir, dan Tiongkok.
</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam Babad Tanah Jawi diceritakan di Pesantren Giri Kedaton setelah wafatnya pendirinya Sunan Giri atau Sunan Raden Ainul Yaqin  (Sunan Giri I), Giri kemudian menjelma menjadi sebuah Kedatuan bernama Giri Kedaton.

Giri Kedaton bukan hanya jadi pesantren dan pusat dakwah islam, namun juga menjadi sebuah kerajaan. Wilayah Giri Kedaton meliputi hampir dari semua wilayah di Gresik, Jawa Timur.

Giri Kedaton mengalami masa keemasannya pada masa pemerintahan Sunan Prapen (Sunan Giri IV). Pada waktu itu Giri Kedaton menjadi tempat dan pusat dakwah islam yang utama di Jawa. Hampir semua kejadian penting yang terjadi di jerajaan-kerajaan Islam di Jawa harus dilakukan di Giri Kedaton sebagai tanda patuh kepada Giri Kedaton.

Sunan Prapen  jadi tokoh penting yang harus ada dalam setiap kejadian penting di Kerajaan-kerajaan Islam Jawa, termasuk dalam hal pelantikan Raja. Kewibawaan Giri Kedaton  sangat besar.

Kewibawaan Giri Kedaton mengalami kemunduran  saat ditaklukkan oleh Kesultanan Mataram di bawah pimpinan Sultan Agung. Sultan sebelumnya pernah meminta pihak Giri Kedaton yang di pimpin oleh Panembahan Kawis Guwa (Sunan Giri V) untuk patuh dan mengirim upeti pada Kesultanan Mataram.

Namun hal itu ditolak oleh Sunan Giri V sehinggamembuat Sultan Agung untuk merencanakan penaklukan terhadap Giri Kedaton.

Namun  perwira pasukan Kesultanan Mataram tak ada yang menyanggupinya. Mereka tahu bahwa Giri Kedaton memiliki wibawa yang besar di Jawa dan keramat dari para Walisanga.

Sultan Agung kemudian memerintah Pangeran Pekik yang merupakan Keturunan Sunan Ampel untuk menaklukan Giri Kedaton.

Meskipun Pangeran Pekik diperintah Sultan untuk menaklukkan Giri Kedaton, dia berkali-kali membatalkan rencananya itu. Tak mungkin baginya yang merupakan keturunan Walisanga untuk menaklukkan Giri Kedaton.

Namun setelah dihasut oleh istrinya, Pangeran Pekik akhirnya mau menaklukkan Giri Kedaton. Giri Kedaton  berhasil di taklukkan oleh Pangeran Pekik dan pasukan Kesultanan Mataram.

Maka Giri Kedaton sudah tidak memiliki wibawa lagi dan menjadi bawahan Kesultanan Mataram.

Kesultanan Mataram di bawah pimpinan Amangkurat II, Kembali Menyerang  Giri Kedaton. Pada Penyerangan kali ini, Amangkurat II bersekutu dengan  VOC. Penyerangan ini  menandai keruntuhan dan akhir riwayat Giri  Kedaton.

H.J. de Graaf dan T.H. Pigeaud dalam &quot;Kerajaan Islam pertama di Jawa,  tinjauan sejarah politik abad XV dan XVI &quot; menuliskan Giri Kedaton atau  Giri Gajah adalah sebuah Kedatuan dan Pusat Dakwah Islam di Gresik,  Jawa Timur. Giri Kedaton di dirikan oleh salah seorang dari Anggota  Walisanga Bernama Raden Ainul Yaqin atau lebih di kenal dengan sebutan  Sunan Giri I.

Giri Kedaton didirikan pada tahun 1481. Pada awalnya Giri Kedaton  ddiirikan sebagai Sebuah Pesantren dan Pusat Dakwah Islam di Jawa Timur,  namun seiring dengan berjalannya waktu, Giri Kedaton menjelma sebagai  Sebuah Kedatuan yang di pimpin oleh Sunan Giri I beserta keturunannya di  Giri Kedaton.

Sebagai Pusat Dakwah Islam, tentu saja Giri Kedaton  disegani oleh  Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa. bahkan para Raja/Sultan sering meminta  nasehat dan petunjuk di Giri Kedaton.

Sunan Giri I sebagai pendiri Giri Kedaton merupakan satu diantara  dari anggota Walisanga yang sangat disegani. Beliau adalah putra dari  Syekh Maulana Ishak, seorang Ulama asal Samarkand, Uzbekistan. dalam  riwayat lain, silsilah Raden Ainul Yaqin atau Sunan Giri I terhubung  dengan Nabi Muhammad SAW. Sunan Giri I pernah berguru pada Sunan Ampel  di Surabaya saat di adopsi oleh Nyai Ageng Pinatih dengan Nama Joko  Samodra.

Setelah Berguru pada Sunan Ampel, Sunan Giri I kemudian menuntut ilmu  di negeri Pasai. Setelah menuntut ilmu di Pasai, maka beliau memutuskan  untuk mulai berdakwah di Pulau Jawa yaitu tepatnya di Gresik, Jawa  Timur. Di sana dia memulai berdakwah dengan mendirikan sebuah Pesantren  dengan Nama Giri Gajah atau Giri Kedaton.

Pada saat ingin mendirikan Pesantren, Sunan Giri teringat pada pesan  ayah nya untuk menemukan sebidang Tanah yang mirip dengan Tanah di  Negeri Pasai. Maka beliau kemudian mencari tanah yang sekiranya mirip  seperti tanah di Negeri Pasai. setelah mencari-cari, kemudian sampailah  Sunan Giri I di suatu perbukitan di sekitaran Desa Sidomukti.

Pada saat sampai, beliau kemudian mencocokkan tanah nya dengan tanah  yang di ambilnya di Negeri Pasai. Ternyata tanahnya sangat mirip dengan  Tanah di Negeri Pasai. Kemudian mendirikan Pesantren dan Pusat Dakwah  Islam dengan Nama Giri Gajah/Giri Kedaton. Tempat di dirikan pesantren  itu cuacanya sejuk dan menenangkan, sehingga membuat siapa saja betah  untuk berlama-lama di dalam Pesantren.

Dalam Jangka waktu 3 tahun, Giri Kedaton terkenal ke seluruh penjuru  Nusantara. Calon Santri-santri di Pesantren Giri kemudian datang  berbondong-bondong dari segala penjuru Nusantara. Para santri itu ada  yang dari Maluku, Madura, Lombok, Makassar, dan Ternate.

Menurut babad Tanah Jawa, murid dari Sunan Giri I juga ada yang dari luar Nusantara, seperti Arab, Mesir, dan Tiongkok.
</content:encoded></item></channel></rss>
