<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terdeteksi Gerakan Bawah Air, TNI: Tak Cukup Data Pastikan sebagai Kapal Selam</title><description>Hal tersebut disampaikan Achmad Riad saat memberikan keterangan pers kepada awak media.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/22/337/2398857/terdeteksi-gerakan-bawah-air-tni-tak-cukup-data-pastikan-sebagai-kapal-selam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/22/337/2398857/terdeteksi-gerakan-bawah-air-tni-tak-cukup-data-pastikan-sebagai-kapal-selam"/><item><title>Terdeteksi Gerakan Bawah Air, TNI: Tak Cukup Data Pastikan sebagai Kapal Selam</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/22/337/2398857/terdeteksi-gerakan-bawah-air-tni-tak-cukup-data-pastikan-sebagai-kapal-selam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/22/337/2398857/terdeteksi-gerakan-bawah-air-tni-tak-cukup-data-pastikan-sebagai-kapal-selam</guid><pubDate>Kamis 22 April 2021 10:06 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/22/337/2398857/terdeteksi-gerakan-bawah-air-tni-tak-cukup-data-pastikan-sebagai-kapal-selam-0riGUYS2DE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad. (Foto: Youtube MNC Portal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/22/337/2398857/terdeteksi-gerakan-bawah-air-tni-tak-cukup-data-pastikan-sebagai-kapal-selam-0riGUYS2DE.jpg</image><title>Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad. (Foto: Youtube MNC Portal)</title></images><description>JAKARTA - Kapuspen TNI, Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak sejak Rabu (21/4/2021) dini hari hingga Kamis (22/4/2021) pagi, belum ditemukan.
Hal tersebut disampaikan Achmad Riad saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali pada Kamis (22/4/2021) pagi.&amp;nbsp;
&quot;Jadi saya sampaikan sampai saat ini belum ditemukan, memang ada sejumlah temuan visual tapi itu bukan menjadi dasar identifikasi,&quot; ujar Riad.
Baca juga:&amp;nbsp;Mako Armada II &amp;amp; Lanal Banyuwangi Jadi Posko Crisis Center Kapal Selam KRI Nanggala 402
Ia menyebutkan terdapat temuan tumpahan minyak dan bau solar di beberapa lokasi berbeda. Temuan tersebut terlihat secara visual oleh sejumlah alutsista TNI yang dikerahkan untuk melakukan pencarian.
Alutsista yang dimaksud yakni Heli Panther HS 4211 posisi 07 derajat 49 menit 74 detik lintang selatan 114 derajat 50 menit 78 detik bujur timur radius 150 meter. Kabawean juga menemukan tapi lokasi tidak dilaporkan.
Selanjutnya KRI RE Martadinata 331 melaporkan menemukan di posisi 07 derajat 51 menit 92 detik lintang selatan kemudian 114 derajat 51 menit 77 detik bujur timur. Area seluas 150 meter.
Baca juga:&amp;nbsp;Ini Detik-Detik Kronologi Kapal Selam KRI Nanggala 402 Hilang Kontak di Perairan Bali
Di samping laporan temuan minyak, KRI RE Martadinata 331 menyampaikan laporan lisan terdeteksi pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2,5 knots, kemudian kontak tersebut menghilang. Sehingga tidak cukup data untuk mengidentifikasi kontak dimaksud sebagai kapal selam.&amp;nbsp;&quot;Jadi saya tegaskan berbagai berita bahwa 21 jam sudah ditemukan itu tidak bisa menjadi dasar. Rekan-rekan media diharapkan tidak membuat analisis data, ataupun memberitakan data yang belum pasti diketahui kebenarannya. Sampai saat ini kami masih dilakukan pencarian. Selain KRI Rigel 933. 5 KRI dan 1 helikopter dengan kekuatan 400 orang,&quot; ucap Achmad Riad.&amp;nbsp;
Sebagaimana diketahui, kapal selam KRI Nanggala 402 hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) bermula dari Pukul 03.46 KRI Nanggala 402 melakukan penyelaman.&amp;nbsp;
Kemudian pukul 04.40 melaksanakan penggenangan peluncur torpedo nomor 8. Kemudian komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala 04.25 saat komandan gugus tugas latihan akan memberikan otorisasi penembakan torpedo.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Kapuspen TNI, Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak sejak Rabu (21/4/2021) dini hari hingga Kamis (22/4/2021) pagi, belum ditemukan.
Hal tersebut disampaikan Achmad Riad saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali pada Kamis (22/4/2021) pagi.&amp;nbsp;
&quot;Jadi saya sampaikan sampai saat ini belum ditemukan, memang ada sejumlah temuan visual tapi itu bukan menjadi dasar identifikasi,&quot; ujar Riad.
Baca juga:&amp;nbsp;Mako Armada II &amp;amp; Lanal Banyuwangi Jadi Posko Crisis Center Kapal Selam KRI Nanggala 402
Ia menyebutkan terdapat temuan tumpahan minyak dan bau solar di beberapa lokasi berbeda. Temuan tersebut terlihat secara visual oleh sejumlah alutsista TNI yang dikerahkan untuk melakukan pencarian.
Alutsista yang dimaksud yakni Heli Panther HS 4211 posisi 07 derajat 49 menit 74 detik lintang selatan 114 derajat 50 menit 78 detik bujur timur radius 150 meter. Kabawean juga menemukan tapi lokasi tidak dilaporkan.
Selanjutnya KRI RE Martadinata 331 melaporkan menemukan di posisi 07 derajat 51 menit 92 detik lintang selatan kemudian 114 derajat 51 menit 77 detik bujur timur. Area seluas 150 meter.
Baca juga:&amp;nbsp;Ini Detik-Detik Kronologi Kapal Selam KRI Nanggala 402 Hilang Kontak di Perairan Bali
Di samping laporan temuan minyak, KRI RE Martadinata 331 menyampaikan laporan lisan terdeteksi pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2,5 knots, kemudian kontak tersebut menghilang. Sehingga tidak cukup data untuk mengidentifikasi kontak dimaksud sebagai kapal selam.&amp;nbsp;&quot;Jadi saya tegaskan berbagai berita bahwa 21 jam sudah ditemukan itu tidak bisa menjadi dasar. Rekan-rekan media diharapkan tidak membuat analisis data, ataupun memberitakan data yang belum pasti diketahui kebenarannya. Sampai saat ini kami masih dilakukan pencarian. Selain KRI Rigel 933. 5 KRI dan 1 helikopter dengan kekuatan 400 orang,&quot; ucap Achmad Riad.&amp;nbsp;
Sebagaimana diketahui, kapal selam KRI Nanggala 402 hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) bermula dari Pukul 03.46 KRI Nanggala 402 melakukan penyelaman.&amp;nbsp;
Kemudian pukul 04.40 melaksanakan penggenangan peluncur torpedo nomor 8. Kemudian komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala 04.25 saat komandan gugus tugas latihan akan memberikan otorisasi penembakan torpedo.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
