<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Larang Warga Mudik, Satgas: Hasil Tes Negatif Tak Sepenuhnya Bebas Covid-19   </title><description>Dia pun meminta agar warga tak mudik saat Hari Raya Idul Fitri 1442 H.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/22/337/2399064/larang-warga-mudik-satgas-hasil-tes-negatif-tak-sepenuhnya-bebas-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/22/337/2399064/larang-warga-mudik-satgas-hasil-tes-negatif-tak-sepenuhnya-bebas-covid-19"/><item><title>Larang Warga Mudik, Satgas: Hasil Tes Negatif Tak Sepenuhnya Bebas Covid-19   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/22/337/2399064/larang-warga-mudik-satgas-hasil-tes-negatif-tak-sepenuhnya-bebas-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/22/337/2399064/larang-warga-mudik-satgas-hasil-tes-negatif-tak-sepenuhnya-bebas-covid-19</guid><pubDate>Kamis 22 April 2021 15:23 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/22/337/2399064/larang-warga-mudik-satgas-hasil-tes-negatif-tak-sepenuhnya-bebas-covid-19-IAxG8YUOYx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wiku Adisasmito (Foto: Dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/22/337/2399064/larang-warga-mudik-satgas-hasil-tes-negatif-tak-sepenuhnya-bebas-covid-19-IAxG8YUOYx.jpg</image><title>Wiku Adisasmito (Foto: Dok BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menegaskan bahwa hasil tes negatif tidak berarti bebas sepenuhnya dari Covid-19. Dia pun meminta agar warga tak mudik saat Hari Raya Idul Fitri 1442 H.
&amp;ldquo;Saya ingin kembali menyampaikan pesan Kepala Satgas Covid-19 bahwa walaupun masyarakat sudah memiliki surat hasil tes negatif tidak berarti bebas sepenuhnya dari Covid-19,&amp;rdquo; ungkap Wiku dalam update perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia secara virtual, Kamis (22/4/2021).
Oleh karena itu, Wiku meminta agar masyarakat tidak melakukan perjalanan ke kampung halaman. &amp;ldquo;Peluang tertular di perjalanan ke kampung halaman selalu terbuka. Dan apabila hal ini terjadi tentunya kita sudah membahayakan keluarga kita di kampung,&amp;rdquo; tegasnya.
Apalagi, kata Wiku Covid-19 akan sangat berisiko bagi lansia. &amp;ldquo;Bagi keluarga kita yang lansia ini tentunya menjadi risiko yang sangat berbahaya. Pemerintah meminta masyarakat untuk bertindak secara bijak menyikapi pandemi ini.&amp;rdquo;
Wiku menegaskan pada dasarnya setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah mengutamakan prinsip Solus Populi Suprema Lexto atau mengusahakan keselamatan rakyat di tengah pandemi Covid-19 untuk menghindari peningkatan kasus yang dapat memicu meningkatkan beban fasilitas kesehatan, serta potensi tingginya korban jiwa yang ditimbulkan.
Baca juga:&amp;nbsp;PPKM Mikro Diperpanjang, Pemerintah Tambah Penerapan di 5 Provinsi
&amp;ldquo;Pemerintah memahami mudik merupakan sebuah tradisi yang sudah sangat melekat dalam kebudayaan masyarakat Indonesia. Dan menjadi momen saling bermaafan kepada keluarga dan tidak sedikit dari mereka yang berusia lanjut,&amp;rdquo; tegasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Positif &amp;amp; Kematian Naik, Satgas: Dampak Libur Paskah dan Vaksinasi
Namun, kata Wiku, masyarakat perlu memahami bahwa melakukan mudik di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini tentunya akan sangat membahayakan mereka yang lansia. &amp;ldquo;Apalagi dalam tradisi ini interaksi fisik yang menjabat tangan akan berpotensi untuk menjadi titik awal penularan Covid-19,&quot; sambung dia.
&quot;Penting untuk diingat lagi, kata Wiku, lansia merupakan populasi yang mendominasi kematian akibat konflik Indonesia dengan persentase 48,3%. &amp;ldquo;Oleh karena itu, pemerintah meminta kepada masyarakat untuk mengurungkan niatnya untuk menjalankan kegiatan mudik untuk melindungi diri kita dan juga keluarga di kampung halaman agar tidak tertular Covid-19,&amp;rdquo; paparnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menegaskan bahwa hasil tes negatif tidak berarti bebas sepenuhnya dari Covid-19. Dia pun meminta agar warga tak mudik saat Hari Raya Idul Fitri 1442 H.
&amp;ldquo;Saya ingin kembali menyampaikan pesan Kepala Satgas Covid-19 bahwa walaupun masyarakat sudah memiliki surat hasil tes negatif tidak berarti bebas sepenuhnya dari Covid-19,&amp;rdquo; ungkap Wiku dalam update perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia secara virtual, Kamis (22/4/2021).
Oleh karena itu, Wiku meminta agar masyarakat tidak melakukan perjalanan ke kampung halaman. &amp;ldquo;Peluang tertular di perjalanan ke kampung halaman selalu terbuka. Dan apabila hal ini terjadi tentunya kita sudah membahayakan keluarga kita di kampung,&amp;rdquo; tegasnya.
Apalagi, kata Wiku Covid-19 akan sangat berisiko bagi lansia. &amp;ldquo;Bagi keluarga kita yang lansia ini tentunya menjadi risiko yang sangat berbahaya. Pemerintah meminta masyarakat untuk bertindak secara bijak menyikapi pandemi ini.&amp;rdquo;
Wiku menegaskan pada dasarnya setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah mengutamakan prinsip Solus Populi Suprema Lexto atau mengusahakan keselamatan rakyat di tengah pandemi Covid-19 untuk menghindari peningkatan kasus yang dapat memicu meningkatkan beban fasilitas kesehatan, serta potensi tingginya korban jiwa yang ditimbulkan.
Baca juga:&amp;nbsp;PPKM Mikro Diperpanjang, Pemerintah Tambah Penerapan di 5 Provinsi
&amp;ldquo;Pemerintah memahami mudik merupakan sebuah tradisi yang sudah sangat melekat dalam kebudayaan masyarakat Indonesia. Dan menjadi momen saling bermaafan kepada keluarga dan tidak sedikit dari mereka yang berusia lanjut,&amp;rdquo; tegasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Positif &amp;amp; Kematian Naik, Satgas: Dampak Libur Paskah dan Vaksinasi
Namun, kata Wiku, masyarakat perlu memahami bahwa melakukan mudik di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini tentunya akan sangat membahayakan mereka yang lansia. &amp;ldquo;Apalagi dalam tradisi ini interaksi fisik yang menjabat tangan akan berpotensi untuk menjadi titik awal penularan Covid-19,&quot; sambung dia.
&quot;Penting untuk diingat lagi, kata Wiku, lansia merupakan populasi yang mendominasi kematian akibat konflik Indonesia dengan persentase 48,3%. &amp;ldquo;Oleh karena itu, pemerintah meminta kepada masyarakat untuk mengurungkan niatnya untuk menjalankan kegiatan mudik untuk melindungi diri kita dan juga keluarga di kampung halaman agar tidak tertular Covid-19,&amp;rdquo; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
