<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi: Indonesia Sangat Serius dalam Pengendalian Perubahan Iklim</title><description>Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga pemikiran terkait dengan isu perubahan iklim.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/23/337/2399657/presiden-jokowi-indonesia-sangat-serius-dalam-pengendalian-perubahan-iklim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/23/337/2399657/presiden-jokowi-indonesia-sangat-serius-dalam-pengendalian-perubahan-iklim"/><item><title>Presiden Jokowi: Indonesia Sangat Serius dalam Pengendalian Perubahan Iklim</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/23/337/2399657/presiden-jokowi-indonesia-sangat-serius-dalam-pengendalian-perubahan-iklim</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/23/337/2399657/presiden-jokowi-indonesia-sangat-serius-dalam-pengendalian-perubahan-iklim</guid><pubDate>Jum'at 23 April 2021 14:48 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/23/337/2399657/presiden-jokowi-indonesia-sangat-serius-dalam-pengendalian-perubahan-iklim-B6j0ADeGDr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/23/337/2399657/presiden-jokowi-indonesia-sangat-serius-dalam-pengendalian-perubahan-iklim-B6j0ADeGDr.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Setpres)</title></images><description>BOGOR - Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga pemikiran terkait dengan isu perubahan iklim. Pertama, bahwa Indonesia sangat serius dalam pengendalian perubahan iklim dan mengajak dunia untuk melakukan aksi-aksi nyata.

Sebagai negara kepulauan terbesar dan pemilik hutan tropis, penanganan perubahan iklim adalah kepentingan nasional Indonesia. Melalui kebijakan, pemberdayaan, dan penegakkan hukum, laju deforestasi Indonesia saat ini turun terendah dalam 20 tahun terakhir.

&quot;Penghentian konversi hutan alam dan lahan gambut mencapai 66 juta hektare, lebih luas dari gabungan luas Inggris dan Norwegia. Penurunan kebakaran hutan hingga sebesar 82 persen di saat beberapa kawasan di Amerika, Australia, dan Eropa mengalami peningkatan terluas,&quot; ujar Presiden Jokowi dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau Leaders Summit on Climate yang disampaikan  secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Kedua, lanjut Presiden Jokowi mengajak para pemimpin untuk memajukan pembangunan hijau untuk dunia yang lebih baik. Menurut Presiden, Indonesia telah memutakhirkan kontribusi yang ditentukan secara nasional (nationally determined contributions/NDC) untuk meningkatkan kapasitas adaptasi dan ketahanan iklim.

Indonesia juga menyambut baik penyelenggaraan Konvensi Kerangka Perubahan Iklim ke-26 di Inggris untuk hasil yang implementatif dan seimbang. Indonesia juga menyambut baik target sejumlah negara menuju net zero emission tahun 2050. Namun, agar kredibel, komitmen tersebut harus dijalankan berdasarkan pemenuhan komitmen NDC tahun 2030.

&quot;Negara berkembang akan melakukan ambisi serupa jika komitmen negara maju kredibel disertai dukungan riil. Dukungan dan pemenuhan komitmen negara-negara maju sangat diperlukan,&quot; imbuhnya.

Ketiga, kata Presiden Jokowi, untuk mencapai target Persetujuan Paris dan agenda bersama berikutnya, Presiden Jokowi memandang bahwa kemitraan global harus diperkuat. Kesepahaman dan strategi perlu dibangun di dalam mencapai net zero emission dan menuju UNFCCC COP-26 Glasgow.

Indonesia sendiri sedang mempercepat pilot percontohan net zero  emission antara lain dengan membangun Indonesia Green Industrial Park  seluas 12.500 hektare di Kalimantan Utara yang akan menjadi yang  terbesar di dunia.

&quot;Kami sedang melakukan rehabilitasi hutan mangrove seluas 620 ribu  hektare sampai 2024, terluas di dunia dengan daya serap karbon mencapai  empat kali lipat dibanding hutan tropis. Indonesia terbuka bagi  investasi dan transfer teknologi, termasuk investasi untuk transisi  energi,&quot; jelasnya.

Selain itu, peluang besar juga terbuka bagi pengembangan bahan bakar  nabati, industri baterai litium, dan kendaraan listrik. Presiden Jokowi  menegaskan bahwa presidensi Indonesia untuk G20 di tahun 2022 akan  memprioritaskan penguatan kerja sama perubahan iklim dan pembangunan  berkelanjutan.

&quot;Indonesia juga terus mendukung upaya para sahabat kami di kawasan  Pasifik. Kita harus terus melakukan aksi bersama, kemitraan global yang  nyata, dan bukan saling menyalahkan, apalagi menerapkan hambatan  perdagangan dengan berdalih isu lingkungan,&quot; tandasnya.

Untuk diketahui, KTT Leaders Summit on Climate ini dibuka secara  resmi oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Wakil Presiden Amerika  Serikat Kamala Harris. Konferensi ini diikuti oleh 41 kepala  negara/kepala pemerintahan/ketua organisasi internasional.

Turut mendampingi Presiden secara langsung dalam KTT tersebut yaitu  Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan  Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar. Sementara, Menteri  Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mendampingi secara  virtual.
</description><content:encoded>BOGOR - Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga pemikiran terkait dengan isu perubahan iklim. Pertama, bahwa Indonesia sangat serius dalam pengendalian perubahan iklim dan mengajak dunia untuk melakukan aksi-aksi nyata.

Sebagai negara kepulauan terbesar dan pemilik hutan tropis, penanganan perubahan iklim adalah kepentingan nasional Indonesia. Melalui kebijakan, pemberdayaan, dan penegakkan hukum, laju deforestasi Indonesia saat ini turun terendah dalam 20 tahun terakhir.

&quot;Penghentian konversi hutan alam dan lahan gambut mencapai 66 juta hektare, lebih luas dari gabungan luas Inggris dan Norwegia. Penurunan kebakaran hutan hingga sebesar 82 persen di saat beberapa kawasan di Amerika, Australia, dan Eropa mengalami peningkatan terluas,&quot; ujar Presiden Jokowi dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau Leaders Summit on Climate yang disampaikan  secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Kedua, lanjut Presiden Jokowi mengajak para pemimpin untuk memajukan pembangunan hijau untuk dunia yang lebih baik. Menurut Presiden, Indonesia telah memutakhirkan kontribusi yang ditentukan secara nasional (nationally determined contributions/NDC) untuk meningkatkan kapasitas adaptasi dan ketahanan iklim.

Indonesia juga menyambut baik penyelenggaraan Konvensi Kerangka Perubahan Iklim ke-26 di Inggris untuk hasil yang implementatif dan seimbang. Indonesia juga menyambut baik target sejumlah negara menuju net zero emission tahun 2050. Namun, agar kredibel, komitmen tersebut harus dijalankan berdasarkan pemenuhan komitmen NDC tahun 2030.

&quot;Negara berkembang akan melakukan ambisi serupa jika komitmen negara maju kredibel disertai dukungan riil. Dukungan dan pemenuhan komitmen negara-negara maju sangat diperlukan,&quot; imbuhnya.

Ketiga, kata Presiden Jokowi, untuk mencapai target Persetujuan Paris dan agenda bersama berikutnya, Presiden Jokowi memandang bahwa kemitraan global harus diperkuat. Kesepahaman dan strategi perlu dibangun di dalam mencapai net zero emission dan menuju UNFCCC COP-26 Glasgow.

Indonesia sendiri sedang mempercepat pilot percontohan net zero  emission antara lain dengan membangun Indonesia Green Industrial Park  seluas 12.500 hektare di Kalimantan Utara yang akan menjadi yang  terbesar di dunia.

&quot;Kami sedang melakukan rehabilitasi hutan mangrove seluas 620 ribu  hektare sampai 2024, terluas di dunia dengan daya serap karbon mencapai  empat kali lipat dibanding hutan tropis. Indonesia terbuka bagi  investasi dan transfer teknologi, termasuk investasi untuk transisi  energi,&quot; jelasnya.

Selain itu, peluang besar juga terbuka bagi pengembangan bahan bakar  nabati, industri baterai litium, dan kendaraan listrik. Presiden Jokowi  menegaskan bahwa presidensi Indonesia untuk G20 di tahun 2022 akan  memprioritaskan penguatan kerja sama perubahan iklim dan pembangunan  berkelanjutan.

&quot;Indonesia juga terus mendukung upaya para sahabat kami di kawasan  Pasifik. Kita harus terus melakukan aksi bersama, kemitraan global yang  nyata, dan bukan saling menyalahkan, apalagi menerapkan hambatan  perdagangan dengan berdalih isu lingkungan,&quot; tandasnya.

Untuk diketahui, KTT Leaders Summit on Climate ini dibuka secara  resmi oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Wakil Presiden Amerika  Serikat Kamala Harris. Konferensi ini diikuti oleh 41 kepala  negara/kepala pemerintahan/ketua organisasi internasional.

Turut mendampingi Presiden secara langsung dalam KTT tersebut yaitu  Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan  Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar. Sementara, Menteri  Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mendampingi secara  virtual.
</content:encoded></item></channel></rss>
