<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Angka Covid-19 di India Melonjak, Ini Antisipasi Menkes Budi   </title><description>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, bahwa Covid-19 di India mengganas</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/23/337/2399684/angka-covid-19-di-india-melonjak-ini-antisipasi-menkes-budi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/23/337/2399684/angka-covid-19-di-india-melonjak-ini-antisipasi-menkes-budi"/><item><title> Angka Covid-19 di India Melonjak, Ini Antisipasi Menkes Budi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/23/337/2399684/angka-covid-19-di-india-melonjak-ini-antisipasi-menkes-budi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/23/337/2399684/angka-covid-19-di-india-melonjak-ini-antisipasi-menkes-budi</guid><pubDate>Jum'at 23 April 2021 15:20 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/23/337/2399684/angka-covid-19-di-india-melonjak-ini-antisipasi-menkes-budi-SU2BhpxRrz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto : ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/23/337/2399684/angka-covid-19-di-india-melonjak-ini-antisipasi-menkes-budi-SU2BhpxRrz.jpg</image><title>Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto : ist)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, bahwa Covid-19 di India mengganas salah satu akibatnya karena adanya mutasi baru.

&amp;ldquo;Kita bisa sampaikan juga sedikit, hal yang terjadi di India adalah karena mutasinya baru masuk di sana,&amp;rdquo; kata Budi dalam keterangannya secara virtual, Jumat (23/4/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Soal Larangan Mudik, MUI : Kerumunan Bisa Timbulkan Lonjakan Kasus Covid-19 Luar Biasa
Ia mengatakan, bahwa di Indonesia masih lebih agresif melakukan tes Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mengetahui varian virus baru Covid-19 dibandingkan dengan India.

&amp;ldquo;Mutasi ini sejak bulan Januari, Indonesia sudah lebih agresif melakukan tes yang namanya Whole Genome Sequencing. Jadi sekuens untuk sampel virus yang dites,&amp;rdquo; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Heboh Ratusan WN India Masuk Indonesia, Begini Penjelasan Imigrasi Bandara Soetta
Sementara untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 seperti di India, Budi mengatakan sudah melakukan 1.000 testing WGS sejak bulan Januari.

&amp;ldquo;Kita sudah melakukan sekitar 1.000 sejak bulan Januari,&amp;rdquo; sambungnya.

&amp;ldquo;Dan hasilnya kita lihat memang ketemu varian of concern atau mutasi yang ada di India, dan ada di Eropa yang penularannya sangat cepat yang namanya B117 itu di Indonesia sejak bulan Januari ya,&amp;rdquo; kata BGS.

BGS mengatakan, bahwa mutasi virus ini sering dan banyak sekali. &amp;ldquo;Tetapi yang berbahaya ada tiga yaitu B117 di London, B1351 di Afrika Selatan, dan P1 di Brazil. Ini yang benar-benar bahaya dan menyebarnya cepat sekali di seluruh dunia,&amp;rdquo; katanya.

BGS juga mengatakan bahwa satu varian Covid-19 yakni B117 sudah teridentifikasi sejak bulan Januari. &amp;ldquo;Satu sudah teridentifikasi masuk di Indonesia sejak bulan Januari yaitu mutasi yang dari London,&amp;rdquo; paparnya.

Sementara saat ini, BGS mengatakan varian baru di Indonesia masih didominasi oleh virus mutasi asli dari Wuhan.

&amp;ldquo;Ini menggambarkan bagaimana perubahan varian virus yang dominan di Indonesia yaitu asli dari Wuhan, kemudian sekitar di bulan Mei sudah mulai didominasi oleh rotasi baru D614G, kemudian November masuk lagi mutasi yang berikutnya N439 K. Tapi dua mutasi ini tidak membahayakan, tidak masuk varian of concernnya WHO,&amp;rdquo; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, bahwa Covid-19 di India mengganas salah satu akibatnya karena adanya mutasi baru.

&amp;ldquo;Kita bisa sampaikan juga sedikit, hal yang terjadi di India adalah karena mutasinya baru masuk di sana,&amp;rdquo; kata Budi dalam keterangannya secara virtual, Jumat (23/4/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Soal Larangan Mudik, MUI : Kerumunan Bisa Timbulkan Lonjakan Kasus Covid-19 Luar Biasa
Ia mengatakan, bahwa di Indonesia masih lebih agresif melakukan tes Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mengetahui varian virus baru Covid-19 dibandingkan dengan India.

&amp;ldquo;Mutasi ini sejak bulan Januari, Indonesia sudah lebih agresif melakukan tes yang namanya Whole Genome Sequencing. Jadi sekuens untuk sampel virus yang dites,&amp;rdquo; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Heboh Ratusan WN India Masuk Indonesia, Begini Penjelasan Imigrasi Bandara Soetta
Sementara untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 seperti di India, Budi mengatakan sudah melakukan 1.000 testing WGS sejak bulan Januari.

&amp;ldquo;Kita sudah melakukan sekitar 1.000 sejak bulan Januari,&amp;rdquo; sambungnya.

&amp;ldquo;Dan hasilnya kita lihat memang ketemu varian of concern atau mutasi yang ada di India, dan ada di Eropa yang penularannya sangat cepat yang namanya B117 itu di Indonesia sejak bulan Januari ya,&amp;rdquo; kata BGS.

BGS mengatakan, bahwa mutasi virus ini sering dan banyak sekali. &amp;ldquo;Tetapi yang berbahaya ada tiga yaitu B117 di London, B1351 di Afrika Selatan, dan P1 di Brazil. Ini yang benar-benar bahaya dan menyebarnya cepat sekali di seluruh dunia,&amp;rdquo; katanya.

BGS juga mengatakan bahwa satu varian Covid-19 yakni B117 sudah teridentifikasi sejak bulan Januari. &amp;ldquo;Satu sudah teridentifikasi masuk di Indonesia sejak bulan Januari yaitu mutasi yang dari London,&amp;rdquo; paparnya.

Sementara saat ini, BGS mengatakan varian baru di Indonesia masih didominasi oleh virus mutasi asli dari Wuhan.

&amp;ldquo;Ini menggambarkan bagaimana perubahan varian virus yang dominan di Indonesia yaitu asli dari Wuhan, kemudian sekitar di bulan Mei sudah mulai didominasi oleh rotasi baru D614G, kemudian November masuk lagi mutasi yang berikutnya N439 K. Tapi dua mutasi ini tidak membahayakan, tidak masuk varian of concernnya WHO,&amp;rdquo; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
