<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kronologi Perjalanan Kapal Selam Nanggala-402: Dari Berstatus Submiss Menjadi Subsunk</title><description>Berikut kronologi perubahan status KRI Nanggala-402 dari submiss menjadi subsunk.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/25/337/2400395/kronologi-perjalanan-kapal-selam-nanggala-402-dari-berstatus-submiss-menjadi-subsunk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/25/337/2400395/kronologi-perjalanan-kapal-selam-nanggala-402-dari-berstatus-submiss-menjadi-subsunk"/><item><title>Kronologi Perjalanan Kapal Selam Nanggala-402: Dari Berstatus Submiss Menjadi Subsunk</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/25/337/2400395/kronologi-perjalanan-kapal-selam-nanggala-402-dari-berstatus-submiss-menjadi-subsunk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/25/337/2400395/kronologi-perjalanan-kapal-selam-nanggala-402-dari-berstatus-submiss-menjadi-subsunk</guid><pubDate>Minggu 25 April 2021 11:42 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/25/337/2400395/berikut-perjalanan-kapal-selam-nanggala-402-dari-berstatus-submiss-menjadi-subsunk-Gy1X6TzG9P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KRI Nanggala-402. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/25/337/2400395/berikut-perjalanan-kapal-selam-nanggala-402-dari-berstatus-submiss-menjadi-subsunk-Gy1X6TzG9P.jpg</image><title>KRI Nanggala-402. (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Pada Rabu (21/4/2021) sore masyarakat Indonesia dikejutkan dengan hilangnya kapal selam milik TNI AL yakni KRI Nanggala-402. Setelah tiga hari pencarian pemerintah menyatakan bahwa status Kapal Selam Nanggala-402 berubah fase dari submiss (kapal selam hilang) menjadi subsunk (kapal selam tenggelam).
Berikut perjalanan Kapal Selam Nanggala dari berstatus submiss menjadi subsunk:
BACA JUGA: Dinyatakan Tenggelam, Berikut Daftar 53 Awak KRI Nanggala 402
Kronologi
1.        Pukul 03.00 WIB KRI Nanggala-401 mengajukan izin menyelam ke Komandan gugus tugas penembakan (Danguspurla II) sesuai prosedur. Namun setelah izin diberikan,  KRI Nanggala-402 hilang kontak dan tidak bisa dihubungi lagi.
2.      Setelah hilang kontak selanjutnya dilaksanakan prosedur pencarian oleh unsur Satgas yakni KRI RE Martadinata, KRI Gusti Ngurah Rai dan KRI Diponegoro dengan menggunakan  sonar aktif di sekitar menyelamnya KRI Nanggala dengan menggunakan metode cordon 2000 yards. Namun hasil nihil.
BACA JUGA: Viral Video Awak KRI Nanggala 402 Nyanyikan Lagu &quot;Sampai Jumpa&quot;
3.       Kemudian dilaksanakan pengamatan udara dengan Heli ditemukan tumpahan minyak di sekitar posisi menyelam.

4.      Pada pukul 14.00 WIB diberangkatkan KRI Rigel (hidros) dari Jakarta dan KRI Rengat (satuan ranjau) untuk membantu pencarian menggunakan side scan sonar.
5.      Mengirim 2 mobil chamber ke Banyuwangi.6.      Mengirimkan distres international submarine escape and rescue  leaison office (ISMERLO) dan sudah direspon oleh Angkatan Laut  Singapura dan Angkatan Laut Australia.
7.      Analisis
a.      Kemungkinan saat menyelam statis terjadi black out. Sehingga  kapal tidak terkendali dan tidak dapat dilaksanakan prosedur  kedaruratan. Pasalnya harusnya ada tombol darurat untuk menghembus  supaya kapal bisa timbul ke permukaan shg kapal jatuh pada kedalaman 600  - 700 m.
b.      Terjadinya tumpahan minyak disekitar area tenggelam.  Kemungkinan terjadi kerusakan tangki BBM (retak) karena tekanan air laut  atau pemberian sinyal posisi dari KRI NGL-402.
8.      Kapal penyelamat MV Swift Rescue menuju perairan Bali untuk  melakukan operasi pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang
Kamis (22/4/2021)
1.        Kemampuan oksigen kapal selam dalam kondisi black out yaitu  72 jam. Maka jika hilang kontak Rabu pukul 03.00 WIB maka oksigen  bertahan hingga Sabtu  03.00 WIB
2.      Kapal penyelamat Malaysia MV Mega Bakti bergerak menuju  perairan Bali dari perairan Kinabalu Malaysia untuk bergabung dalam  operasi pencarian kapal selam KRI Nanggala-402
3.      Belum terdeteksi posisi Kapal Selam Nanggala-402
4.      Berbagai alutsista dikerahkan cari Kapal Selam Nanggala-402.  Diantaranya KRI Nanggala 402, antara lain KRI Bung Tomo 357, KRI  Diponegoro 365, KRI Kapitan Pattimura 371, KRI Karel Satsuit Tubun 356,  KRI Hasan Basri 382, KRI Raden Eddy Martadinata 331, KRI Gusti Ngurah  Rai 332, KRI Diponegoro 365, KRI dr. Soeharso 990 dan KRI Pulau Rimau  724. Termasuk KRI Rigel5.      Kondisi kapal selam Nanggala-402 dinyatakan masih sangat   layak. Kapal ini sudah di-docking (perawatan) terakhir bulan Januari   2020. Docking terakhir di PT PAL.
6.      Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Panglima TNI,   KSAL, dan Basarnas untuk mengerahkan segala kekuatan dan upaya seoptimal   mungkin melakukan upaya pencarian dan penyelamatan. Dimana Prioritas   utamanya adalah keselamatan 53 awak kapal
Jumat (23/4/2021)
1.        TNI menyatakan kapal selamnya sudah diam, tidak ada suara. Sehingga hanya sonar yang bisa menangkap
2.      KRI yang dikerahkan pada proses pencarian menjadi 21. Termasuk kapal selam KRI Alugoro-405.
3.      Beberapa kapal bantuan dari negara sahabat seperti MV Swift   Rescue (Singapura), MV Mega Bhakti (Malaysia), HMAS Ballarat dan HMAS   Sirius (Australia) serta SCI Sabarmati (India)
4.      KRI Rimau-724 mendeteksi satu titik magnet yang kuat.   Selanjutnya TNI menerjunkan KRI Rigel-933 yang memiliki kemampuan sonar   bawah laut untuk memastikan temuan KRI Rimau tersebut.

5.      Para personel yang bertugas telah melakukan pencarian di   sembilan titik. Sudah termasuk dengan tumpahan minyak dan temuan daya   magnet kuat.
6.      Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT ) menerjunkan   alat pendeteksi yakni unit Remoted Operated Vehicle (ROV) dan   magnetometer untuk membantu melakukan pencarian.Sabtu (24/3/2021)
1.        Batas waktu ketersediaan oksigen di Kapal Selam Nanggala-402 habis
2.      Pesawat milik US Air Force tiba di Bali. Pesawat yang    dirancang khusus untuk memburu kapal selam itu diperbantukan untuk    pencarian KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan Bali utara.
3.      Ditemukan kepingan dan barang-barang di sekitar lokasi    terakhir kapal selam tersebut terlihat saat kapal itu menyelam.    Diantaranya alas untuk sholat, untuk menahan panas pada freshroom.    Termasuk solar yang meluas di radius 10 mil
4.      Pemerintah menyatakan status Kapal Selam Naggala-402 berubah    fase dari submiss (kapal selam hilang) menjadi subsunk (kapal selam    tenggelam).
5.      Kapal selam TNI AL itu tenggelam di kedalaman 850 meter di perairan Bali utara.
6.      Disiapkan evakuasi medis untuk 53 awak KRI Nanggala.
Hingga kini doa dari berbagai lapisan masyarakat termasuk berbagai negara sahabat terus mengalir untuk KRI Nanggala-402.</description><content:encoded>JAKARTA - Pada Rabu (21/4/2021) sore masyarakat Indonesia dikejutkan dengan hilangnya kapal selam milik TNI AL yakni KRI Nanggala-402. Setelah tiga hari pencarian pemerintah menyatakan bahwa status Kapal Selam Nanggala-402 berubah fase dari submiss (kapal selam hilang) menjadi subsunk (kapal selam tenggelam).
Berikut perjalanan Kapal Selam Nanggala dari berstatus submiss menjadi subsunk:
BACA JUGA: Dinyatakan Tenggelam, Berikut Daftar 53 Awak KRI Nanggala 402
Kronologi
1.        Pukul 03.00 WIB KRI Nanggala-401 mengajukan izin menyelam ke Komandan gugus tugas penembakan (Danguspurla II) sesuai prosedur. Namun setelah izin diberikan,  KRI Nanggala-402 hilang kontak dan tidak bisa dihubungi lagi.
2.      Setelah hilang kontak selanjutnya dilaksanakan prosedur pencarian oleh unsur Satgas yakni KRI RE Martadinata, KRI Gusti Ngurah Rai dan KRI Diponegoro dengan menggunakan  sonar aktif di sekitar menyelamnya KRI Nanggala dengan menggunakan metode cordon 2000 yards. Namun hasil nihil.
BACA JUGA: Viral Video Awak KRI Nanggala 402 Nyanyikan Lagu &quot;Sampai Jumpa&quot;
3.       Kemudian dilaksanakan pengamatan udara dengan Heli ditemukan tumpahan minyak di sekitar posisi menyelam.

4.      Pada pukul 14.00 WIB diberangkatkan KRI Rigel (hidros) dari Jakarta dan KRI Rengat (satuan ranjau) untuk membantu pencarian menggunakan side scan sonar.
5.      Mengirim 2 mobil chamber ke Banyuwangi.6.      Mengirimkan distres international submarine escape and rescue  leaison office (ISMERLO) dan sudah direspon oleh Angkatan Laut  Singapura dan Angkatan Laut Australia.
7.      Analisis
a.      Kemungkinan saat menyelam statis terjadi black out. Sehingga  kapal tidak terkendali dan tidak dapat dilaksanakan prosedur  kedaruratan. Pasalnya harusnya ada tombol darurat untuk menghembus  supaya kapal bisa timbul ke permukaan shg kapal jatuh pada kedalaman 600  - 700 m.
b.      Terjadinya tumpahan minyak disekitar area tenggelam.  Kemungkinan terjadi kerusakan tangki BBM (retak) karena tekanan air laut  atau pemberian sinyal posisi dari KRI NGL-402.
8.      Kapal penyelamat MV Swift Rescue menuju perairan Bali untuk  melakukan operasi pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang
Kamis (22/4/2021)
1.        Kemampuan oksigen kapal selam dalam kondisi black out yaitu  72 jam. Maka jika hilang kontak Rabu pukul 03.00 WIB maka oksigen  bertahan hingga Sabtu  03.00 WIB
2.      Kapal penyelamat Malaysia MV Mega Bakti bergerak menuju  perairan Bali dari perairan Kinabalu Malaysia untuk bergabung dalam  operasi pencarian kapal selam KRI Nanggala-402
3.      Belum terdeteksi posisi Kapal Selam Nanggala-402
4.      Berbagai alutsista dikerahkan cari Kapal Selam Nanggala-402.  Diantaranya KRI Nanggala 402, antara lain KRI Bung Tomo 357, KRI  Diponegoro 365, KRI Kapitan Pattimura 371, KRI Karel Satsuit Tubun 356,  KRI Hasan Basri 382, KRI Raden Eddy Martadinata 331, KRI Gusti Ngurah  Rai 332, KRI Diponegoro 365, KRI dr. Soeharso 990 dan KRI Pulau Rimau  724. Termasuk KRI Rigel5.      Kondisi kapal selam Nanggala-402 dinyatakan masih sangat   layak. Kapal ini sudah di-docking (perawatan) terakhir bulan Januari   2020. Docking terakhir di PT PAL.
6.      Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Panglima TNI,   KSAL, dan Basarnas untuk mengerahkan segala kekuatan dan upaya seoptimal   mungkin melakukan upaya pencarian dan penyelamatan. Dimana Prioritas   utamanya adalah keselamatan 53 awak kapal
Jumat (23/4/2021)
1.        TNI menyatakan kapal selamnya sudah diam, tidak ada suara. Sehingga hanya sonar yang bisa menangkap
2.      KRI yang dikerahkan pada proses pencarian menjadi 21. Termasuk kapal selam KRI Alugoro-405.
3.      Beberapa kapal bantuan dari negara sahabat seperti MV Swift   Rescue (Singapura), MV Mega Bhakti (Malaysia), HMAS Ballarat dan HMAS   Sirius (Australia) serta SCI Sabarmati (India)
4.      KRI Rimau-724 mendeteksi satu titik magnet yang kuat.   Selanjutnya TNI menerjunkan KRI Rigel-933 yang memiliki kemampuan sonar   bawah laut untuk memastikan temuan KRI Rimau tersebut.

5.      Para personel yang bertugas telah melakukan pencarian di   sembilan titik. Sudah termasuk dengan tumpahan minyak dan temuan daya   magnet kuat.
6.      Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT ) menerjunkan   alat pendeteksi yakni unit Remoted Operated Vehicle (ROV) dan   magnetometer untuk membantu melakukan pencarian.Sabtu (24/3/2021)
1.        Batas waktu ketersediaan oksigen di Kapal Selam Nanggala-402 habis
2.      Pesawat milik US Air Force tiba di Bali. Pesawat yang    dirancang khusus untuk memburu kapal selam itu diperbantukan untuk    pencarian KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan Bali utara.
3.      Ditemukan kepingan dan barang-barang di sekitar lokasi    terakhir kapal selam tersebut terlihat saat kapal itu menyelam.    Diantaranya alas untuk sholat, untuk menahan panas pada freshroom.    Termasuk solar yang meluas di radius 10 mil
4.      Pemerintah menyatakan status Kapal Selam Naggala-402 berubah    fase dari submiss (kapal selam hilang) menjadi subsunk (kapal selam    tenggelam).
5.      Kapal selam TNI AL itu tenggelam di kedalaman 850 meter di perairan Bali utara.
6.      Disiapkan evakuasi medis untuk 53 awak KRI Nanggala.
Hingga kini doa dari berbagai lapisan masyarakat termasuk berbagai negara sahabat terus mengalir untuk KRI Nanggala-402.</content:encoded></item></channel></rss>
