<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penghalang Israel Dicopot di Gerbang Damaskus Yerusalem, Warga Palestina Bergembira</title><description>Warga Palestina bergembira setelah penghalang yang dipasang polisi Israel, dilepas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/26/18/2400760/penghalang-israel-dicopot-di-gerbang-damaskus-yerusalem-warga-palestina-bergembira</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/26/18/2400760/penghalang-israel-dicopot-di-gerbang-damaskus-yerusalem-warga-palestina-bergembira"/><item><title>Penghalang Israel Dicopot di Gerbang Damaskus Yerusalem, Warga Palestina Bergembira</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/26/18/2400760/penghalang-israel-dicopot-di-gerbang-damaskus-yerusalem-warga-palestina-bergembira</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/26/18/2400760/penghalang-israel-dicopot-di-gerbang-damaskus-yerusalem-warga-palestina-bergembira</guid><pubDate>Senin 26 April 2021 10:44 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/26/18/2400760/penghalang-israel-dicopot-di-gerbang-damaskus-yerusalem-warga-palestina-bergembira-x4WO6CS18S.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Palestina bergembira di luar Gerbang Damaskus Yerusalem yang </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/26/18/2400760/penghalang-israel-dicopot-di-gerbang-damaskus-yerusalem-warga-palestina-bergembira-x4WO6CS18S.jpg</image><title>Warga Palestina bergembira di luar Gerbang Damaskus Yerusalem yang </title></images><description>YERUSALEM &amp;ndash; Warga Palestina bersorak sorai di luar Gerbang Damaskus Yerusalem Minggu (25/4) malam setelah penghalang yang dipasang polisi Israel, dilepas. Langkah itu memungkinkan mereka mendapat akses ke sebuah lapangan yang selama ini menjadi fokus bentrokan setiap malam di bulan Ramadhan.
Ribuan orang memadati plaza Yerusalem Timur pada Minggu (25/4), setelah polisi memberi mereka akses ke pintu masuk Kota Tua Yerusalem yang merupakan tempat populer setiap malam di bulan Ramadhan.
Video-video yang diunggah me media sosial memperlihatkan sejumlah orang mencopot penghalang, disaksikan oleh polisi Israel. Polisi kemudian mengonfirmasi bahwa penghalang itu telah dilepas.
Berbagai bentrokan terjadi sejak awal Ramadhan dan menimbulkan ketegangan di kota suci tersebut.
Sempat terjadi beberapa konfrontasi malam hari antara anak-anak muda yang melemparkan batu dan polisi berpakaian anti huru-hara yang berusaha membubarkan mereka.
(Baca juga: Ramadhan di Tengah Cengkeraman Militer Myanmar, Penahanan Tanpa Alasan, Pembunuhan dan Rasa Tak Aman Berada di Masjid)
Kekerasan memuncak pada Kamis (22/4), ketika petugas medis Palestina mengatakan 100 orang terluka sementara polisi Israel menangkap lebih dari 50 demonstran. Ratusan warga Israel ultra-nasionalis berpawai di Yerusalem tengah menuju Gerbang Damaskus, meneriakkan: &quot;Kematian bagi Warga Arab.&quot;
Warga Palestina mengatakan polisi telah berusaha mencegah mereka mengadakan tradisi kumpul-kumpul malam hari di bulan Ramadhan di luar gerbang itu, bangunan bersejarah di sebelah utara Kota Tua dan dekat dengan beberapa permukiman Palestina.
(Baca juga: 2 Kucing Positif Covid-19, Ilmuwan Selidiki Peran Hewan Piaraan dalam Penularan ke Manusia)
&amp;nbsp;</description><content:encoded>YERUSALEM &amp;ndash; Warga Palestina bersorak sorai di luar Gerbang Damaskus Yerusalem Minggu (25/4) malam setelah penghalang yang dipasang polisi Israel, dilepas. Langkah itu memungkinkan mereka mendapat akses ke sebuah lapangan yang selama ini menjadi fokus bentrokan setiap malam di bulan Ramadhan.
Ribuan orang memadati plaza Yerusalem Timur pada Minggu (25/4), setelah polisi memberi mereka akses ke pintu masuk Kota Tua Yerusalem yang merupakan tempat populer setiap malam di bulan Ramadhan.
Video-video yang diunggah me media sosial memperlihatkan sejumlah orang mencopot penghalang, disaksikan oleh polisi Israel. Polisi kemudian mengonfirmasi bahwa penghalang itu telah dilepas.
Berbagai bentrokan terjadi sejak awal Ramadhan dan menimbulkan ketegangan di kota suci tersebut.
Sempat terjadi beberapa konfrontasi malam hari antara anak-anak muda yang melemparkan batu dan polisi berpakaian anti huru-hara yang berusaha membubarkan mereka.
(Baca juga: Ramadhan di Tengah Cengkeraman Militer Myanmar, Penahanan Tanpa Alasan, Pembunuhan dan Rasa Tak Aman Berada di Masjid)
Kekerasan memuncak pada Kamis (22/4), ketika petugas medis Palestina mengatakan 100 orang terluka sementara polisi Israel menangkap lebih dari 50 demonstran. Ratusan warga Israel ultra-nasionalis berpawai di Yerusalem tengah menuju Gerbang Damaskus, meneriakkan: &quot;Kematian bagi Warga Arab.&quot;
Warga Palestina mengatakan polisi telah berusaha mencegah mereka mengadakan tradisi kumpul-kumpul malam hari di bulan Ramadhan di luar gerbang itu, bangunan bersejarah di sebelah utara Kota Tua dan dekat dengan beberapa permukiman Palestina.
(Baca juga: 2 Kucing Positif Covid-19, Ilmuwan Selidiki Peran Hewan Piaraan dalam Penularan ke Manusia)
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
