<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Australia Pertimbangkan Usul Tunda Penerbangan dari India</title><description>Langkah itu bertujuan mencegah masuknya varian baru Covid-19 yang kini melanda India.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/27/18/2401382/australia-pertimbangkan-usul-tunda-penerbangan-dari-india</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/27/18/2401382/australia-pertimbangkan-usul-tunda-penerbangan-dari-india"/><item><title>Australia Pertimbangkan Usul Tunda Penerbangan dari India</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/27/18/2401382/australia-pertimbangkan-usul-tunda-penerbangan-dari-india</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/27/18/2401382/australia-pertimbangkan-usul-tunda-penerbangan-dari-india</guid><pubDate>Selasa 27 April 2021 10:48 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/27/18/2401382/australia-pertimbangkan-usul-tunda-penerbangan-dari-india-7zuC675kcn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/27/18/2401382/australia-pertimbangkan-usul-tunda-penerbangan-dari-india-7zuC675kcn.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>SYDNEY - Australia akan mempertimbangkan usul pada Selasa (27/4/2021) untuk menangguhkan penerbangan dari India untuk mencegah masuk varian virus corona yang lebih ganas, menyusul lonjakan kasus positif COVID-19 di negara terpadat kedua di dunia itu.
Negara Bagian Queensland telah mendesak pemerintah federal untuk menghentikan semua penerbangan dari India karena risiko tinggi potensi wabah COVID-19 dari varian virus yang sangat menular dalam sistem karantina hotel di negara tersebut.
BACA JUGA: Covid-19 &quot;Mengganas&quot;, 2 Staf Diplomatik AS di India Meninggal, 100 Orang Lebih Dinyatakan Positif
&quot;Saya mengirim surat kepada Perdana Menteri pada akhir minggu lalu meminta penangguhan penerbangan yang datang dari India... dan saya tahu bahwa pemerintah federal sedang mempertimbangkannya hari ini,&quot; kata Kepala Pemerintahan Annastacia Palaszczuk kepada Australian Broadcasting Corp pada Selasa.
Komite keamanan nasional Australia akan bertemu pada Selasa malam untuk mempertimbangkan penghentian penerbangan dari India dan juga akan mengungkap langkah-langkah termasuk mengirim pasokan medis untuk membantu India, media Australia melaporkan.
Kantor perdana menteri belum menanggapi permintaan untuk mengomentari laporan tersebut.
BACA JUGA: Perth Akan Keluar dari 'Lockdown' Covid-19
Pekan lalu, Australia mengumumkan akan memangkas jumlah warganya yang dapat kembali dari India dan negara-negara zona merah lainnya untuk membendung risiko penyebaran virus COVID-19 yang lebih ganas.
India telah memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk membantu mengatasi krisis COVID-19. Sementara itu, berbagai negara termasuk Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat menjanjikan bantuan medis darurat untuk mencoba mengatasi keadaan darurat yang melanda rumah sakit di negara itu.

Pada Senin (26/4/2021), India melaporkan lebih dari 352.000 kasus  baru COVID-19, rekor global untuk peningkatan kasus harian untuk hari  kelima berturut-turut, bahkan melampaui Amerika Serikat pada puncak  pandemi tahun lalu. Lebih dari 2.800 kematian tercatat selama 24 jam  terakhir, tertinggi sepanjang masa.
Australia menutup perbatasannya untuk nonwarga negara dan penduduk  tetap Maret lalu untuk mencegah virus corona baru mencapai negara itu.  Semua pelancong yang kembali harus menjalani karantina  wajib di hotel  selama dua minggu dengan biaya sendiri.
Sistem karantina sebagian besar telah membantu Australia menjaga  jumlah COVID-19 relatif rendah, dengan hanya di bawah 29.700 kasus dan  910 kematian.</description><content:encoded>SYDNEY - Australia akan mempertimbangkan usul pada Selasa (27/4/2021) untuk menangguhkan penerbangan dari India untuk mencegah masuk varian virus corona yang lebih ganas, menyusul lonjakan kasus positif COVID-19 di negara terpadat kedua di dunia itu.
Negara Bagian Queensland telah mendesak pemerintah federal untuk menghentikan semua penerbangan dari India karena risiko tinggi potensi wabah COVID-19 dari varian virus yang sangat menular dalam sistem karantina hotel di negara tersebut.
BACA JUGA: Covid-19 &quot;Mengganas&quot;, 2 Staf Diplomatik AS di India Meninggal, 100 Orang Lebih Dinyatakan Positif
&quot;Saya mengirim surat kepada Perdana Menteri pada akhir minggu lalu meminta penangguhan penerbangan yang datang dari India... dan saya tahu bahwa pemerintah federal sedang mempertimbangkannya hari ini,&quot; kata Kepala Pemerintahan Annastacia Palaszczuk kepada Australian Broadcasting Corp pada Selasa.
Komite keamanan nasional Australia akan bertemu pada Selasa malam untuk mempertimbangkan penghentian penerbangan dari India dan juga akan mengungkap langkah-langkah termasuk mengirim pasokan medis untuk membantu India, media Australia melaporkan.
Kantor perdana menteri belum menanggapi permintaan untuk mengomentari laporan tersebut.
BACA JUGA: Perth Akan Keluar dari 'Lockdown' Covid-19
Pekan lalu, Australia mengumumkan akan memangkas jumlah warganya yang dapat kembali dari India dan negara-negara zona merah lainnya untuk membendung risiko penyebaran virus COVID-19 yang lebih ganas.
India telah memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk membantu mengatasi krisis COVID-19. Sementara itu, berbagai negara termasuk Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat menjanjikan bantuan medis darurat untuk mencoba mengatasi keadaan darurat yang melanda rumah sakit di negara itu.

Pada Senin (26/4/2021), India melaporkan lebih dari 352.000 kasus  baru COVID-19, rekor global untuk peningkatan kasus harian untuk hari  kelima berturut-turut, bahkan melampaui Amerika Serikat pada puncak  pandemi tahun lalu. Lebih dari 2.800 kematian tercatat selama 24 jam  terakhir, tertinggi sepanjang masa.
Australia menutup perbatasannya untuk nonwarga negara dan penduduk  tetap Maret lalu untuk mencegah virus corona baru mencapai negara itu.  Semua pelancong yang kembali harus menjalani karantina  wajib di hotel  selama dua minggu dengan biaya sendiri.
Sistem karantina sebagian besar telah membantu Australia menjaga  jumlah COVID-19 relatif rendah, dengan hanya di bawah 29.700 kasus dan  910 kematian.</content:encoded></item></channel></rss>
