<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anies: Transformasi Kota Tua-Sunda Kelapa Gunakan Pendekatan Kolaboratif, Masif dan Terstruktur</title><description></description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/28/338/2402467/anies-transformasi-kota-tua-sunda-kelapa-gunakan-pendekatan-kolaboratif-masif-dan-terstruktur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/28/338/2402467/anies-transformasi-kota-tua-sunda-kelapa-gunakan-pendekatan-kolaboratif-masif-dan-terstruktur"/><item><title>Anies: Transformasi Kota Tua-Sunda Kelapa Gunakan Pendekatan Kolaboratif, Masif dan Terstruktur</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/28/338/2402467/anies-transformasi-kota-tua-sunda-kelapa-gunakan-pendekatan-kolaboratif-masif-dan-terstruktur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/28/338/2402467/anies-transformasi-kota-tua-sunda-kelapa-gunakan-pendekatan-kolaboratif-masif-dan-terstruktur</guid><pubDate>Rabu 28 April 2021 22:18 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/28/338/2402467/anies-transformasi-kota-tua-sunda-kelapa-gunakan-pendekatan-kolaboratif-masif-dan-terstruktur-BJQ6CdPvuQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.(Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/28/338/2402467/anies-transformasi-kota-tua-sunda-kelapa-gunakan-pendekatan-kolaboratif-masif-dan-terstruktur-BJQ6CdPvuQ.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.(Foto:Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dalam mewujudkan tranformasi kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa, diadakan Head of Agreement (HoA) antara Jakarta Experience Board/PT Jakarta Tourisindo (JXB), Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) di Halaman Museum Fatahillah, Teman Sari, Jakarta Barat, Rabu (28/4/2021).
Kesepakatan tersebut dibuat agar terbentuk Joint Venture (JV) dalam rangka percepatan perkembangan kawasan Kota Tua - Sunda Kelapa, sebagai destinasi wisata yang ramah pejalan kaki di utara Jakarta.
Baca Juga: Erick Thohir Ajak Anies Baswedan Bangun Wisata Kota Tua dan Sunda Kelapa
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, transformasi kawasan Kota Tua - Sunda Kelapa ini sudah pernah dicanangkan sejak masa Gubernur Ali Sadikin, namun kali ini dilaksanakan dengan cara baru.
Baca Juga: Rakor dengan Presiden Jokowi, Anies Bahas 2 Hal ini
&quot;Bedanya, kali ini dengan cara baru, sehingga kita lebih optimis meraih sukses. Cara baru tersebut adalah Kolaboratif, Masif dan Terstruktur. Kolaboratif adalah melibatkan banyak pihak, pusat, daerah, swasta, UKM, dan pakar. Lalu, masif dengan yang dikelola bukan sejumlah bangunan saja, tetapi kawasan seluas 240 hektar dari Sunda Kelapa, hingga Kota Tua. Kemudian, terstruktur adalah melalui pembentukan JV yang diberi banyak fleksibilitas dan otoritas untuk mengelola,&quot; ujar Gubernur Anies Baswedan.
Gubernur Anies menyebutkan, transformasi tersebut memanfaatkan unsur nostalgia dikombinasikan dengan mewujudkan peluang ekonomi, sekaligus memberi kesempatan bagi generasi mendatang untuk belajar. Sehingga pengembangan Kota Tua tetap mengangkat masa lalu, namun berorientasi masa mendatang.&quot;Inilah yang dinamakan kuno tetapi modern dan dinamis. Kita tidak  ingin menjadikan Kota Tua sebagai destinasi wisata semata, tetapi juga  sebagai ekosistem ekonomi yang dinamis yang menarik orang untuk  berkarya. Ada kehidupan di Kota Tua, dan kehidupan itulah yang menarik  wisatawan untuk datang. Kita tidak ingin desain kota tua nanti penuh  dengan copy paste dari tempat lain di dunia, tetapi Kota Tua harus  memiliki narasi, ciri, dan keunikan tersendiri,&quot; jelas Gubernur Anies.
Gubernur Anies juga mengharapkan dukungan dari berbagai kementerian  seperti Kementrian BUMN untuk mendorong revitalisasi aset, akses  pendanaan baik government maupun non-government, serta mengoptimalkan  peran ITDC untuk mengembangkan Kota Tua - Sunda Kelapa. Kemudian bantuan  dari Kementrian Pariwisata juga diharapkan untuk ikut mempromosikan  Kota Tua, dan menjadikannya hadir dalam kalender event nasional maupun  dunia.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menggandeng Kementrian  Pendidikan dan Kebudayaan, agar narasi tentang Kota Tua diangkat dalam  khazanah sejarah dan budaya di Ibu Kota, serta dukungan penuh dari Bank  Indonesia (BI) agar berbagai program UKM BI, serta berbagai program  digitalisasi keuangan bisa diterapkan di kawasan tersebut.
&quot;Kami juga minta support dari dunia usaha, dan para pemilik property  di kawasan (Kota Tua), untuk terus berinvestasi dan mengembangkan  ekonomi kawasan selaras dengan narasi besar Kota Tua - Sunda Kelapa.  Tanpa peran swasta, Pemerintah tidak bisa apa-apa. Ibarat naik perahu,  you do the rowing, the government do the steering . Pemda DKI akan  memfasilitasi dengan berbagai regulasi, anggaran, pemikiran, pelibatan  institusi Pemda dan pemanfaatan aset BUMD/Pemda untuk menjamin sukses  transformasi Kota Tua - Sunda Kelapa,&quot; pungkas Gubernur Anies.
Perlu diketahui, kegiatan HoA tersebut turut dihadiri oleh Menteri  BUMN, Erick Thohir; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga  Uno; Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo; Dirut PT KAI (Persero),  Didiek Hartantyo; Dirut PT MRT Jakarta (Perseroda), William Sabandar;  Dirut PT MITJ, Tuhiyat; Direktur Utama JXB, Novita Dewi; dan Direktur  Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer.</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam mewujudkan tranformasi kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa, diadakan Head of Agreement (HoA) antara Jakarta Experience Board/PT Jakarta Tourisindo (JXB), Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) di Halaman Museum Fatahillah, Teman Sari, Jakarta Barat, Rabu (28/4/2021).
Kesepakatan tersebut dibuat agar terbentuk Joint Venture (JV) dalam rangka percepatan perkembangan kawasan Kota Tua - Sunda Kelapa, sebagai destinasi wisata yang ramah pejalan kaki di utara Jakarta.
Baca Juga: Erick Thohir Ajak Anies Baswedan Bangun Wisata Kota Tua dan Sunda Kelapa
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, transformasi kawasan Kota Tua - Sunda Kelapa ini sudah pernah dicanangkan sejak masa Gubernur Ali Sadikin, namun kali ini dilaksanakan dengan cara baru.
Baca Juga: Rakor dengan Presiden Jokowi, Anies Bahas 2 Hal ini
&quot;Bedanya, kali ini dengan cara baru, sehingga kita lebih optimis meraih sukses. Cara baru tersebut adalah Kolaboratif, Masif dan Terstruktur. Kolaboratif adalah melibatkan banyak pihak, pusat, daerah, swasta, UKM, dan pakar. Lalu, masif dengan yang dikelola bukan sejumlah bangunan saja, tetapi kawasan seluas 240 hektar dari Sunda Kelapa, hingga Kota Tua. Kemudian, terstruktur adalah melalui pembentukan JV yang diberi banyak fleksibilitas dan otoritas untuk mengelola,&quot; ujar Gubernur Anies Baswedan.
Gubernur Anies menyebutkan, transformasi tersebut memanfaatkan unsur nostalgia dikombinasikan dengan mewujudkan peluang ekonomi, sekaligus memberi kesempatan bagi generasi mendatang untuk belajar. Sehingga pengembangan Kota Tua tetap mengangkat masa lalu, namun berorientasi masa mendatang.&quot;Inilah yang dinamakan kuno tetapi modern dan dinamis. Kita tidak  ingin menjadikan Kota Tua sebagai destinasi wisata semata, tetapi juga  sebagai ekosistem ekonomi yang dinamis yang menarik orang untuk  berkarya. Ada kehidupan di Kota Tua, dan kehidupan itulah yang menarik  wisatawan untuk datang. Kita tidak ingin desain kota tua nanti penuh  dengan copy paste dari tempat lain di dunia, tetapi Kota Tua harus  memiliki narasi, ciri, dan keunikan tersendiri,&quot; jelas Gubernur Anies.
Gubernur Anies juga mengharapkan dukungan dari berbagai kementerian  seperti Kementrian BUMN untuk mendorong revitalisasi aset, akses  pendanaan baik government maupun non-government, serta mengoptimalkan  peran ITDC untuk mengembangkan Kota Tua - Sunda Kelapa. Kemudian bantuan  dari Kementrian Pariwisata juga diharapkan untuk ikut mempromosikan  Kota Tua, dan menjadikannya hadir dalam kalender event nasional maupun  dunia.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menggandeng Kementrian  Pendidikan dan Kebudayaan, agar narasi tentang Kota Tua diangkat dalam  khazanah sejarah dan budaya di Ibu Kota, serta dukungan penuh dari Bank  Indonesia (BI) agar berbagai program UKM BI, serta berbagai program  digitalisasi keuangan bisa diterapkan di kawasan tersebut.
&quot;Kami juga minta support dari dunia usaha, dan para pemilik property  di kawasan (Kota Tua), untuk terus berinvestasi dan mengembangkan  ekonomi kawasan selaras dengan narasi besar Kota Tua - Sunda Kelapa.  Tanpa peran swasta, Pemerintah tidak bisa apa-apa. Ibarat naik perahu,  you do the rowing, the government do the steering . Pemda DKI akan  memfasilitasi dengan berbagai regulasi, anggaran, pemikiran, pelibatan  institusi Pemda dan pemanfaatan aset BUMD/Pemda untuk menjamin sukses  transformasi Kota Tua - Sunda Kelapa,&quot; pungkas Gubernur Anies.
Perlu diketahui, kegiatan HoA tersebut turut dihadiri oleh Menteri  BUMN, Erick Thohir; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga  Uno; Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo; Dirut PT KAI (Persero),  Didiek Hartantyo; Dirut PT MRT Jakarta (Perseroda), William Sabandar;  Dirut PT MITJ, Tuhiyat; Direktur Utama JXB, Novita Dewi; dan Direktur  Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer.</content:encoded></item></channel></rss>
