<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Cara Calo Bandara Soetta Loloskan 7 WNA India dari Karantina Kesehatan   </title><description></description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/29/337/2402502/begini-cara-calo-bandara-soetta-loloskan-7-wna-india-dari-karantina-kesehatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/29/337/2402502/begini-cara-calo-bandara-soetta-loloskan-7-wna-india-dari-karantina-kesehatan"/><item><title>Begini Cara Calo Bandara Soetta Loloskan 7 WNA India dari Karantina Kesehatan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/29/337/2402502/begini-cara-calo-bandara-soetta-loloskan-7-wna-india-dari-karantina-kesehatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/29/337/2402502/begini-cara-calo-bandara-soetta-loloskan-7-wna-india-dari-karantina-kesehatan</guid><pubDate>Kamis 29 April 2021 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Hasan Kurniawan (Sindonews)</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/29/337/2402502/begini-cara-calo-bandara-soetta-loloskan-7-wna-india-dari-karantina-kesehatan-ODAAx3YOUI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi menjelaskan kronologi masuknya warga India tanpa karantina kesehatan.(Foto:SINDOnews/Hasan Kurniawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/29/337/2402502/begini-cara-calo-bandara-soetta-loloskan-7-wna-india-dari-karantina-kesehatan-ODAAx3YOUI.jpg</image><title>Polisi menjelaskan kronologi masuknya warga India tanpa karantina kesehatan.(Foto:SINDOnews/Hasan Kurniawan)</title></images><description>TANGERANG - Tujuh Warga Negara Asing (WNA) asal India berhasil masuk ke Indonesia tanpa karantina. Padahal, untuk bisa keluar dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang tidak mudah.
Para WNA maupun Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru datang dari luar negeri, harus melewati tiga tahap pemeriksaan oleh Satgas Udara Penanganan Covid-19. Setelah itu, mereka wajib melakukan karantina kesehatan selama lima hari.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pada pemeriksaan tahap pertama, para WNA itu berhasil lolos. Selanjutnya, pada tahap kedua, mereka digiring menuju ke bus.
Baca Juga: Terungkap, Motif Bapak dan Anak Loloskan WN India Masuk Jakarta tanpa Karantina Demi Rupiah
&quot;Pertama pemeriksaan, mulai dari turun dan masuk bandara, mereka mengisi formulir E-HAC, juga SWAB dan PCR. Lalu masuk ke loket satgas dan masuk ke konter Imigrasi dan mengambil barang sampai pintu keluar,&quot; katanya kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (28/4/2021) siang.
Baca Juga: Lolos dari Karantina, Data WN India Sudah Masuk ke Hotel
Dia melanjutkan, setelah lolos pemeriksaan di tahap pertama, para WNA maupun WNI yang baru datang dari India itu mengikuti tahap kedua, yaitu naik bus Damri yang disediakan ke hotel karantina. Pada tahap kedua ini, para calo menemukan celah.
&quot;Tahap dua, disediakan kendaraan Damri ke hotel yang dirujuk. Tahap tiga di hotel dikarantina. Ini yang harus dilewati. Tapi yang terjadi ditahap satu sudah lewat, didampingi oleh oknum tersangka,&quot; jelasnya.
Ada enam tersangka yang berperan meloloskan para WNA asal India itu dari wajib karantina. Mereka, terdiri dari empat WNI dan dua WNA. Dari empat WNI itu, satu diantaranya diketahui mendapatkan bayaran Rp12 juta, untuk membawa tiga orang WNA.&quot;Yang membantu, untuk menjadi calonya itu dengan bayaran aneka ragam,  mulai dari Rp6-7 juta, bisa lolos tanpa melewati karantina dan bisa  langsung menuju ke rumah atau apartemennya,&quot; paparnya.
Para calo itu, lanjut Yusri, membawa WNA yang telah lebih dahulu  melakukan komunikasi dengan mereka agar lolos dari wajib karantina, saat  pemeriksaan tahap kedua. Dari yang harusnya masuk bus Damri ke hotel  karantina, mereka dipisahkan naik taxi.
Yang mengejutkan, aksi para calo hingga bisa lolos membawa para WNA  tanpa ada kecurigaan dari Satgas Udara Penanganan Covid-19 Bandara  Soetta, karena mereka punya pas bandara resmi Angkasa Pura (AP) II,  selaku pengelola dari Bandara Soetta.
&quot;Semua proses telah dilewati, mekanisme itu harus. Tapi pada saat  naik ke Damri, mereka dibawa ke hotel rujukannya, itu bisa. Kelemahannya  di sini, antara tahap 1 dan 2, ini yang digunakan,&quot; paparnya.
Sebelum terbang ke Indonesia, WNA asal India itu, sudah ada yang  memesan hotel untuk karantina. Namanya pun saat dilakukan pemeriksaan  terdaftar di hotel. Tetapi, setelah lolos pada pemeriksaan tahap kedua,  mereka tidak pergi ke hotel tersebut.
&quot;Turun 100 dari pesawat, harusnya masuk karantina 100. Tetapi delapan  lolos karantina, 7 WNA asal India, dan satu lagi WNI. Pelaku bisa  melakukan aksinya karena punya pas bandara,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>TANGERANG - Tujuh Warga Negara Asing (WNA) asal India berhasil masuk ke Indonesia tanpa karantina. Padahal, untuk bisa keluar dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang tidak mudah.
Para WNA maupun Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru datang dari luar negeri, harus melewati tiga tahap pemeriksaan oleh Satgas Udara Penanganan Covid-19. Setelah itu, mereka wajib melakukan karantina kesehatan selama lima hari.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pada pemeriksaan tahap pertama, para WNA itu berhasil lolos. Selanjutnya, pada tahap kedua, mereka digiring menuju ke bus.
Baca Juga: Terungkap, Motif Bapak dan Anak Loloskan WN India Masuk Jakarta tanpa Karantina Demi Rupiah
&quot;Pertama pemeriksaan, mulai dari turun dan masuk bandara, mereka mengisi formulir E-HAC, juga SWAB dan PCR. Lalu masuk ke loket satgas dan masuk ke konter Imigrasi dan mengambil barang sampai pintu keluar,&quot; katanya kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (28/4/2021) siang.
Baca Juga: Lolos dari Karantina, Data WN India Sudah Masuk ke Hotel
Dia melanjutkan, setelah lolos pemeriksaan di tahap pertama, para WNA maupun WNI yang baru datang dari India itu mengikuti tahap kedua, yaitu naik bus Damri yang disediakan ke hotel karantina. Pada tahap kedua ini, para calo menemukan celah.
&quot;Tahap dua, disediakan kendaraan Damri ke hotel yang dirujuk. Tahap tiga di hotel dikarantina. Ini yang harus dilewati. Tapi yang terjadi ditahap satu sudah lewat, didampingi oleh oknum tersangka,&quot; jelasnya.
Ada enam tersangka yang berperan meloloskan para WNA asal India itu dari wajib karantina. Mereka, terdiri dari empat WNI dan dua WNA. Dari empat WNI itu, satu diantaranya diketahui mendapatkan bayaran Rp12 juta, untuk membawa tiga orang WNA.&quot;Yang membantu, untuk menjadi calonya itu dengan bayaran aneka ragam,  mulai dari Rp6-7 juta, bisa lolos tanpa melewati karantina dan bisa  langsung menuju ke rumah atau apartemennya,&quot; paparnya.
Para calo itu, lanjut Yusri, membawa WNA yang telah lebih dahulu  melakukan komunikasi dengan mereka agar lolos dari wajib karantina, saat  pemeriksaan tahap kedua. Dari yang harusnya masuk bus Damri ke hotel  karantina, mereka dipisahkan naik taxi.
Yang mengejutkan, aksi para calo hingga bisa lolos membawa para WNA  tanpa ada kecurigaan dari Satgas Udara Penanganan Covid-19 Bandara  Soetta, karena mereka punya pas bandara resmi Angkasa Pura (AP) II,  selaku pengelola dari Bandara Soetta.
&quot;Semua proses telah dilewati, mekanisme itu harus. Tapi pada saat  naik ke Damri, mereka dibawa ke hotel rujukannya, itu bisa. Kelemahannya  di sini, antara tahap 1 dan 2, ini yang digunakan,&quot; paparnya.
Sebelum terbang ke Indonesia, WNA asal India itu, sudah ada yang  memesan hotel untuk karantina. Namanya pun saat dilakukan pemeriksaan  terdaftar di hotel. Tetapi, setelah lolos pada pemeriksaan tahap kedua,  mereka tidak pergi ke hotel tersebut.
&quot;Turun 100 dari pesawat, harusnya masuk karantina 100. Tetapi delapan  lolos karantina, 7 WNA asal India, dan satu lagi WNI. Pelaku bisa  melakukan aksinya karena punya pas bandara,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
