<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketahuan Beri Bocoran Soal Matematika, Kepala Sekolah di Sleman Langsung Mundur</title><description>Pengunduran diri diketahui sudah disampaikan sejak 19 April lalu kepada Bupati Sleman dengan tembusan Dinas Pendidikan Sleman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/01/510/2403807/ketahuan-beri-bocoran-soal-matematika-kepala-sekolah-di-sleman-langsung-mundur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/01/510/2403807/ketahuan-beri-bocoran-soal-matematika-kepala-sekolah-di-sleman-langsung-mundur"/><item><title>Ketahuan Beri Bocoran Soal Matematika, Kepala Sekolah di Sleman Langsung Mundur</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/01/510/2403807/ketahuan-beri-bocoran-soal-matematika-kepala-sekolah-di-sleman-langsung-mundur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/01/510/2403807/ketahuan-beri-bocoran-soal-matematika-kepala-sekolah-di-sleman-langsung-mundur</guid><pubDate>Sabtu 01 Mei 2021 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>krjogja.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/01/510/2403807/ketahuan-beri-bocoran-soal-matematika-kepala-sekolah-di-sleman-langsung-mundur-nSfOWXrJx5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/01/510/2403807/ketahuan-beri-bocoran-soal-matematika-kepala-sekolah-di-sleman-langsung-mundur-nSfOWXrJx5.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>YOGYA &amp;ndash; Lilik Mardiningsih mengundurkan diri dari jabatan Kepala Sekolah SMPN 4 Depok Sleman setelah terbukti memberikan bocoran soal Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) mata pelajaran Matematika beberapa waktu lalu.

Pengunduran diri diketahui sudah disampaikan sejak 19 April lalu kepada Bupati Sleman dengan tembusan Dinas Pendidikan Sleman.

Untuk sementara, jabatan kepala sekolah diisi pelaksana harian sampai adanya pelantikan pejabat definitif setelah adanya surat dari pusat. Sebelumnya, dinas terkait sudah menonaktifkan Lilik bersama seorang guru Matematika Sh akibat kasus kebocoran soal.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Didik Wardoyo menyebut keputusan mundur kepala sekolah dinilai sebagai konsekuensi logis atas tindakan yang dilakukan. Pihaknya sebagai bagian dari tim pencari fakta tak mengintervensi keputusan di tingkat kabupaten termasuk terkait pengunduran diri kepala sekolah tersebut.

&amp;ldquo;Menurut kami, keputusan itu merupakan konsekuensi logis yang diambil oleh kepala sekolah. Kebetulan dia sebagai salah satu reviewer seharusnya bisa menyimpam rapi rahasia soal yang belum digunakan tapi karena keinginan pribadi supaya siswanya bisa memiliki hasil yang baik akhirnya sharing entah sengaja atau tidak namun seharusnya tidak boleh,&amp;rdquo; ungkap Didik, Jumat (30/4/2021).

Sementara untuk mencegah terjadinya kebocoran serupa di ASPD tingkat  SD, Didik menyampaikan akan ada metode pembuatan soala berbeda yakni  menggunakan metode tulis tangan. Para pembuat soal dikarantina dengan  menyusun soal menggunakan tulis tangan dan nantinya akan diketik oleh  petugas berbeda.

&amp;ldquo;Untuk SD itu kabupaten/kota, kami di DIY melakukan koordinasi  penulisan soal. Saya kira lebih safety karena ditulis tangan di ruangan  keluar tak bawa apa-apa dan yang mengetik petugas lain, saya kira bisa  lebih baik. Kabupaten/kota mencetak soal yang nantinya dibagikan pada  siswa. Naskah soal dari DIY langsung ke pencetaknya, dikemas dan  dipacking oleh percetakan,&amp;rdquo; sambungnya.

Terkait penyelenggaraan keseluruhan ASPD, Dinas Pendidikan Pemuda dan  Olahraga akan terus melakukan evaluasi termasuk memasukkan konteks  merdeka belajar. Kedepan dimungkinkan adanya tema sebagai bagian dari  tolok ukur meliputi kemampuan literasi, numerasi dan science.

&amp;ldquo;ASPD akan dievaluasi, termasuk konteks merdeka belajar ini bisa jadi  kita tak perlu masing-masing mapel, bisa juga konsep kemampuan  literasi, numerasi dan science. Kita bisa mengarah pada konsep itu. Kita  kemas dengan lebih tematik, itu kedepan mengikuti perkembangan akan  seperti apa,&amp;rdquo; pungkas dia.</description><content:encoded>YOGYA &amp;ndash; Lilik Mardiningsih mengundurkan diri dari jabatan Kepala Sekolah SMPN 4 Depok Sleman setelah terbukti memberikan bocoran soal Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) mata pelajaran Matematika beberapa waktu lalu.

Pengunduran diri diketahui sudah disampaikan sejak 19 April lalu kepada Bupati Sleman dengan tembusan Dinas Pendidikan Sleman.

Untuk sementara, jabatan kepala sekolah diisi pelaksana harian sampai adanya pelantikan pejabat definitif setelah adanya surat dari pusat. Sebelumnya, dinas terkait sudah menonaktifkan Lilik bersama seorang guru Matematika Sh akibat kasus kebocoran soal.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Didik Wardoyo menyebut keputusan mundur kepala sekolah dinilai sebagai konsekuensi logis atas tindakan yang dilakukan. Pihaknya sebagai bagian dari tim pencari fakta tak mengintervensi keputusan di tingkat kabupaten termasuk terkait pengunduran diri kepala sekolah tersebut.

&amp;ldquo;Menurut kami, keputusan itu merupakan konsekuensi logis yang diambil oleh kepala sekolah. Kebetulan dia sebagai salah satu reviewer seharusnya bisa menyimpam rapi rahasia soal yang belum digunakan tapi karena keinginan pribadi supaya siswanya bisa memiliki hasil yang baik akhirnya sharing entah sengaja atau tidak namun seharusnya tidak boleh,&amp;rdquo; ungkap Didik, Jumat (30/4/2021).

Sementara untuk mencegah terjadinya kebocoran serupa di ASPD tingkat  SD, Didik menyampaikan akan ada metode pembuatan soala berbeda yakni  menggunakan metode tulis tangan. Para pembuat soal dikarantina dengan  menyusun soal menggunakan tulis tangan dan nantinya akan diketik oleh  petugas berbeda.

&amp;ldquo;Untuk SD itu kabupaten/kota, kami di DIY melakukan koordinasi  penulisan soal. Saya kira lebih safety karena ditulis tangan di ruangan  keluar tak bawa apa-apa dan yang mengetik petugas lain, saya kira bisa  lebih baik. Kabupaten/kota mencetak soal yang nantinya dibagikan pada  siswa. Naskah soal dari DIY langsung ke pencetaknya, dikemas dan  dipacking oleh percetakan,&amp;rdquo; sambungnya.

Terkait penyelenggaraan keseluruhan ASPD, Dinas Pendidikan Pemuda dan  Olahraga akan terus melakukan evaluasi termasuk memasukkan konteks  merdeka belajar. Kedepan dimungkinkan adanya tema sebagai bagian dari  tolok ukur meliputi kemampuan literasi, numerasi dan science.

&amp;ldquo;ASPD akan dievaluasi, termasuk konteks merdeka belajar ini bisa jadi  kita tak perlu masing-masing mapel, bisa juga konsep kemampuan  literasi, numerasi dan science. Kita bisa mengarah pada konsep itu. Kita  kemas dengan lebih tematik, itu kedepan mengikuti perkembangan akan  seperti apa,&amp;rdquo; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
