<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saiful Mujani: Demokrasi di Indonesia Masih Kental Politik Identitas</title><description>Demokrasi di Indonesia masih terpolarisasi oleh politik identitas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/02/337/2404113/saiful-mujani-demokrasi-di-indonesia-masih-kental-politik-identitas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/02/337/2404113/saiful-mujani-demokrasi-di-indonesia-masih-kental-politik-identitas"/><item><title>Saiful Mujani: Demokrasi di Indonesia Masih Kental Politik Identitas</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/02/337/2404113/saiful-mujani-demokrasi-di-indonesia-masih-kental-politik-identitas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/02/337/2404113/saiful-mujani-demokrasi-di-indonesia-masih-kental-politik-identitas</guid><pubDate>Minggu 02 Mei 2021 04:14 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/02/337/2404113/saiful-mujani-demokrasi-di-indonesia-masih-kental-politik-identitas-CYbXj5a6zn.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/02/337/2404113/saiful-mujani-demokrasi-di-indonesia-masih-kental-politik-identitas-CYbXj5a6zn.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Demokrasi Indonesia masih diwarnai oleh politik Identitas.Hal ini disampaikan Peneliti SMRC, Saiful Mujani pada acara webinar Tadarus Demokrasi MMD Initiative pada Sabtu,(01/05/2021).

Menurutnya, demokrasi di Indonesia masih terpolarisasi oleh politik identitas. Sehingga pada prosesnya punisment untuk pemerintah tidak dapat terjadi.

&quot;Politik identitas di Indonesia masih kuat dan menghambat reward dan punisment. Misalnya saat Ahok mencalonkan diri menjadi gurbernur DKI Jakarta. Walaupun masyarakat menilai kinerja Ahok bagus tapi mereka tidak memilih Ahok karena identitasnya berbeda,&quot;kata Saiful.

Menurutnya pemerintah mempunyai peran untuk menciptakan kesejahteraan dan kontrol masyarakat. Agar check and balancing dapat terlihat dan tidak rendah.

&quot;Pentingnya demokrasi dalam pembangunan ekonomi dimana kinerja pemerintah berhubungan dengan penilaian masyarakat baik puas atau tidak puas. Lalu ada punisment terhadap penguasa apabila tidak bekerja dengan baik,&quot;imbuh Saiful.

</description><content:encoded>JAKARTA - Demokrasi Indonesia masih diwarnai oleh politik Identitas.Hal ini disampaikan Peneliti SMRC, Saiful Mujani pada acara webinar Tadarus Demokrasi MMD Initiative pada Sabtu,(01/05/2021).

Menurutnya, demokrasi di Indonesia masih terpolarisasi oleh politik identitas. Sehingga pada prosesnya punisment untuk pemerintah tidak dapat terjadi.

&quot;Politik identitas di Indonesia masih kuat dan menghambat reward dan punisment. Misalnya saat Ahok mencalonkan diri menjadi gurbernur DKI Jakarta. Walaupun masyarakat menilai kinerja Ahok bagus tapi mereka tidak memilih Ahok karena identitasnya berbeda,&quot;kata Saiful.

Menurutnya pemerintah mempunyai peran untuk menciptakan kesejahteraan dan kontrol masyarakat. Agar check and balancing dapat terlihat dan tidak rendah.

&quot;Pentingnya demokrasi dalam pembangunan ekonomi dimana kinerja pemerintah berhubungan dengan penilaian masyarakat baik puas atau tidak puas. Lalu ada punisment terhadap penguasa apabila tidak bekerja dengan baik,&quot;imbuh Saiful.

</content:encoded></item></channel></rss>
