<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lawan Covid-19, Dokter Tirta: Masyarakat Sudah Lelah &quot;Lari Maraton&quot;, Tak Mungkin Dipaksa Lagi</title><description>Muncul sebagian masyarakat yang tidak percaya Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/02/337/2404215/lawan-covid-19-dokter-tirta-masyarakat-sudah-lelah-lari-maraton-tak-mungkin-dipaksa-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/02/337/2404215/lawan-covid-19-dokter-tirta-masyarakat-sudah-lelah-lari-maraton-tak-mungkin-dipaksa-lagi"/><item><title>Lawan Covid-19, Dokter Tirta: Masyarakat Sudah Lelah &quot;Lari Maraton&quot;, Tak Mungkin Dipaksa Lagi</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/02/337/2404215/lawan-covid-19-dokter-tirta-masyarakat-sudah-lelah-lari-maraton-tak-mungkin-dipaksa-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/02/337/2404215/lawan-covid-19-dokter-tirta-masyarakat-sudah-lelah-lari-maraton-tak-mungkin-dipaksa-lagi</guid><pubDate>Minggu 02 Mei 2021 10:57 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/02/337/2404215/lawan-covid-19-dokter-tirta-masyarakat-sudah-lelah-lari-maraton-tak-mungkin-dipaksa-lagi-ReSYrCiqPE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dokter Tirta (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/02/337/2404215/lawan-covid-19-dokter-tirta-masyarakat-sudah-lelah-lari-maraton-tak-mungkin-dipaksa-lagi-ReSYrCiqPE.jpg</image><title>Dokter Tirta (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Relawan Covid-19 yang juga seorang dokter yakni dr. Tirta Mandira Hudhi menyebutkan, masyarakat di awal pandemi Covid-19 taat terhadap instruksi pemerintah salah satunya untuk mentaati protokol kesehatan (prokes).

&amp;ldquo;Sejatinya, dari opini saya, saya yakin mayoritas warga Indonesia itu mengerti Covid. Terbukti di Maret-Mei 2020, bisa di cek di Google. Pro kontra biasalah. Tapi warga saat itu bener-bener taat,&amp;rdquo; kata dr. Tirta lewat akun media sosial pribadinya @tirta_hudhi, Minggu (2/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Indonesia Terima Setengah Juta Vaksin Sinopharm dari Uni Emirat Arab
Lalu, kata dr Tirta, muncul sebagian masyarakat yang tidak percaya Covid-19. Dia mengatakan bahwa sebagian dari masyarakat ini lelah, karena untuk menangani pandemi Covid-19 harus &amp;ldquo;berlari marathon&amp;rdquo;.

&amp;ldquo;Munculnya orang yang ga percaya Covid, itu karena rata-rata sebagian dari mereka telah lelah &amp;ldquo;berlari marathon&amp;rdquo;. Kita tau menangani pandemi itu bukan sprint race, tapi marathon. Dan warga ga semua kuat marathon ini,&amp;rdquo; kata dr. Tirta.

Sehingga, kata dr. Tirta, kini banyak masyarakat yang berhenti untuk melawan Covid-19 jika pandemi ini tiada akhir. &amp;ldquo;Jika orang sudah &amp;ldquo;lelah berlari&amp;rdquo; anda ga mungkin paksa dia berlari lagi. Dia akan berhenti sejenak dan tentu mulai denial. &amp;ldquo;Buat apa saya berlari terus, jika pandemi ini tiada akhir?&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Perantau Nekat Mudik ke Karanganyar Akan Dikarantina di Bumi Perkemahan
Sementara, dr. Tirta juga mengatakan masyarakat saat ini telah melawan keadaan pandemi Covid-19. Pasalnya, kebutuhan mereka adalah mencari makan. &amp;ldquo;Mau ga mau dia stay di situ. Dan memaksa melawan keadaan. Anda mau paksa warga ini? Percuma. Karena warga yang sudah lelah ini merasa bukan anda yang  kasih makan,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Relawan Covid-19 yang juga seorang dokter yakni dr. Tirta Mandira Hudhi menyebutkan, masyarakat di awal pandemi Covid-19 taat terhadap instruksi pemerintah salah satunya untuk mentaati protokol kesehatan (prokes).

&amp;ldquo;Sejatinya, dari opini saya, saya yakin mayoritas warga Indonesia itu mengerti Covid. Terbukti di Maret-Mei 2020, bisa di cek di Google. Pro kontra biasalah. Tapi warga saat itu bener-bener taat,&amp;rdquo; kata dr. Tirta lewat akun media sosial pribadinya @tirta_hudhi, Minggu (2/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Indonesia Terima Setengah Juta Vaksin Sinopharm dari Uni Emirat Arab
Lalu, kata dr Tirta, muncul sebagian masyarakat yang tidak percaya Covid-19. Dia mengatakan bahwa sebagian dari masyarakat ini lelah, karena untuk menangani pandemi Covid-19 harus &amp;ldquo;berlari marathon&amp;rdquo;.

&amp;ldquo;Munculnya orang yang ga percaya Covid, itu karena rata-rata sebagian dari mereka telah lelah &amp;ldquo;berlari marathon&amp;rdquo;. Kita tau menangani pandemi itu bukan sprint race, tapi marathon. Dan warga ga semua kuat marathon ini,&amp;rdquo; kata dr. Tirta.

Sehingga, kata dr. Tirta, kini banyak masyarakat yang berhenti untuk melawan Covid-19 jika pandemi ini tiada akhir. &amp;ldquo;Jika orang sudah &amp;ldquo;lelah berlari&amp;rdquo; anda ga mungkin paksa dia berlari lagi. Dia akan berhenti sejenak dan tentu mulai denial. &amp;ldquo;Buat apa saya berlari terus, jika pandemi ini tiada akhir?&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Perantau Nekat Mudik ke Karanganyar Akan Dikarantina di Bumi Perkemahan
Sementara, dr. Tirta juga mengatakan masyarakat saat ini telah melawan keadaan pandemi Covid-19. Pasalnya, kebutuhan mereka adalah mencari makan. &amp;ldquo;Mau ga mau dia stay di situ. Dan memaksa melawan keadaan. Anda mau paksa warga ini? Percuma. Karena warga yang sudah lelah ini merasa bukan anda yang  kasih makan,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
