<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> &quot;Rumah Hunian Tertua di Dunia&quot; Ditemukan di Gurun Kalahari, Usianya 2 Juta Tahun</title><description>Peneliti menggunakan metode paleomagnetisme dan burial dating untuk menentukan usia gua tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/03/18/2404735/rumah-hunian-tertua-di-dunia-ditemukan-di-gurun-kalahari-usianya-2-juta-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/03/18/2404735/rumah-hunian-tertua-di-dunia-ditemukan-di-gurun-kalahari-usianya-2-juta-tahun"/><item><title> &quot;Rumah Hunian Tertua di Dunia&quot; Ditemukan di Gurun Kalahari, Usianya 2 Juta Tahun</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/03/18/2404735/rumah-hunian-tertua-di-dunia-ditemukan-di-gurun-kalahari-usianya-2-juta-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/03/18/2404735/rumah-hunian-tertua-di-dunia-ditemukan-di-gurun-kalahari-usianya-2-juta-tahun</guid><pubDate>Senin 03 Mei 2021 13:17 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/03/18/2404735/rumah-hunian-tertua-di-dunia-ditemukan-di-gurun-kalahari-usianya-2-juta-tahun-aENTWJ9B1B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pintu masuk Gua Wonderwerk di Afrika Selatan. (Foto: Michael Cazan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/03/18/2404735/rumah-hunian-tertua-di-dunia-ditemukan-di-gurun-kalahari-usianya-2-juta-tahun-aENTWJ9B1B.jpg</image><title>Pintu masuk Gua Wonderwerk di Afrika Selatan. (Foto: Michael Cazan)</title></images><description>CAPE TOWN - Sejumlah arkeolog mengatakan tempat hunian di Gua Wonderwerk di Gurun Kalahari, Afrika Selatan, adalah rumah bagi manusia purba dua juta tahun lalu, menjadikannya &quot;rumah tertua dalam sejarah manusia&quot;.
Dalam artikel ilmiah di Quaternary Science Reviews, tim dari Universitas Toronto, Kanada, dan Universitas Hebrew di Yerusalem, menentukan umur tempat hunian dengan menguji sedimen di dalam gua.
BACA JUGA: Di Negara Ini Ditemukan Pabrik Bir Kuno Berusia 5.000 Tahun
Penulis utama di jurnal tersebut, Profesor Ron Shaar, menjelaskan menentukan umur hunian di dalam gua adalah kerja paling menantang tim arkeolog ini.
Solusinya, kata Shaar, tim menganalisis lapisan sedimen setebal 2,5 meter yang mengandung alat-alat batu, sisa-sisa binatang, dan jejak-jejak api dengan menggunakan dua metode: paleomagnetisme dan burial dating.
&quot;Kami secara hati-hati mengambil ratusan sampel sedimen yang berukuran sangat kecil dari dinding gua dan mengukur sinyal magnetiknya,&quot; papar Shaar.

Foto: Michael Cazan.
Magnetisasi terjadi ketika partikel-partikel tanah liat memasuki gua dari luar, jatuh di lantai gua, dan karenanya mengabadikan arah medan magnet ketika itu.
&quot;Analisis laboratorium kami menunjukkan beberapa sampel termagnetisasi ke selatan, bukan ke utara, yang merupakan arah medan magnet dewasa ini,&quot; kata Shaar.
Shaar menjelaskan penanggalan perubahan arah medan magnet sudah diakui secara global. &quot;Ini memberi petunjuk tentang usia keseluruhan sekuens lapisan di gua,&quot; imbuhnya.
BACA JUGA: Akhirnya! Misteri Arkeologi Terpecahkan Pasca Temuan Kuil Yunani Kuno
Anggota tim Profesor Ari Matmon menggunakan metode penanggalan kedua untuk mengetahui kapan manusia pertama kali memasuki dan tinggal di gua ini.
&quot;Partikel-partikel kuarsa pada pasir memiliki jam geologis yang mulai berdetik ketika masuk ke dalam gua. Di laboratorium, kami bisa mengukur konsentrasi isotop-isotop spesifik dan menyimpulkan sudah seberapa lama waktu berlalu sejak butir-butir pasir memasuki gua,&quot; jelas Matmon.
Analisis memperlihatkan beberapa sedimen dua berusia dua juta tahun.

Kesimpulan ini sama dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh  anggota tim, Profesor Michael Chazan, pada 2008 yang menggunakan metode  penanggalan kosmogenik.
Konfirmasi bahwa manusia sudah tinggal di dalam Gua Wonderwerk sejak  dua juta tahun lalu mempunyai implikasi yang sangat signifikan.
&quot;Ini menjadi langkah penting dalam memahami tempo evolusi manusia di  seluruh kontinen Afrika. Skala waktu sudah dikonfirmasi dan kami bisa  melanjutkan kajian tentang koneksi antara manusia dan perubahan iklim,  dan juga mempelajari kehidupan nenek moyang kita dulu,&quot; ujar Chazan dan  anggota tim lain, Liora Kolska Horwitz sebagaimana dilansir BBC.
Di Gua Wonderwerk ditemukan peralatan kuno dari batu seperti kapak  tangan, dan bukti manusia purba di gua ini sudah menggunakan api sekitar  satu juta tahun yang lalu, seperti dimuat di jurnal Proceedings of the  National Academy of Sciences pada 2012.
Bukti jejak api seperti tulang yang hangus dan abu ditemukan jauh di  dalam gua dan para ahli menyimpulkan jejak-jejak api ini &quot;dipastikan  hasil aktivitas manusia bukan karena kebakaran oleh faktor alam&quot;.
Situs bersejarah di dalam Gua Wonderwerk ditemukan oleh beberapa  petani pada 1940-an. Sejak itu telah dilakukan ekskavasi untuk &quot;menguak  misteri keberadaan manusia di dalam gua sekitar dua juta tahun yang  lalu&quot;.</description><content:encoded>CAPE TOWN - Sejumlah arkeolog mengatakan tempat hunian di Gua Wonderwerk di Gurun Kalahari, Afrika Selatan, adalah rumah bagi manusia purba dua juta tahun lalu, menjadikannya &quot;rumah tertua dalam sejarah manusia&quot;.
Dalam artikel ilmiah di Quaternary Science Reviews, tim dari Universitas Toronto, Kanada, dan Universitas Hebrew di Yerusalem, menentukan umur tempat hunian dengan menguji sedimen di dalam gua.
BACA JUGA: Di Negara Ini Ditemukan Pabrik Bir Kuno Berusia 5.000 Tahun
Penulis utama di jurnal tersebut, Profesor Ron Shaar, menjelaskan menentukan umur hunian di dalam gua adalah kerja paling menantang tim arkeolog ini.
Solusinya, kata Shaar, tim menganalisis lapisan sedimen setebal 2,5 meter yang mengandung alat-alat batu, sisa-sisa binatang, dan jejak-jejak api dengan menggunakan dua metode: paleomagnetisme dan burial dating.
&quot;Kami secara hati-hati mengambil ratusan sampel sedimen yang berukuran sangat kecil dari dinding gua dan mengukur sinyal magnetiknya,&quot; papar Shaar.

Foto: Michael Cazan.
Magnetisasi terjadi ketika partikel-partikel tanah liat memasuki gua dari luar, jatuh di lantai gua, dan karenanya mengabadikan arah medan magnet ketika itu.
&quot;Analisis laboratorium kami menunjukkan beberapa sampel termagnetisasi ke selatan, bukan ke utara, yang merupakan arah medan magnet dewasa ini,&quot; kata Shaar.
Shaar menjelaskan penanggalan perubahan arah medan magnet sudah diakui secara global. &quot;Ini memberi petunjuk tentang usia keseluruhan sekuens lapisan di gua,&quot; imbuhnya.
BACA JUGA: Akhirnya! Misteri Arkeologi Terpecahkan Pasca Temuan Kuil Yunani Kuno
Anggota tim Profesor Ari Matmon menggunakan metode penanggalan kedua untuk mengetahui kapan manusia pertama kali memasuki dan tinggal di gua ini.
&quot;Partikel-partikel kuarsa pada pasir memiliki jam geologis yang mulai berdetik ketika masuk ke dalam gua. Di laboratorium, kami bisa mengukur konsentrasi isotop-isotop spesifik dan menyimpulkan sudah seberapa lama waktu berlalu sejak butir-butir pasir memasuki gua,&quot; jelas Matmon.
Analisis memperlihatkan beberapa sedimen dua berusia dua juta tahun.

Kesimpulan ini sama dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh  anggota tim, Profesor Michael Chazan, pada 2008 yang menggunakan metode  penanggalan kosmogenik.
Konfirmasi bahwa manusia sudah tinggal di dalam Gua Wonderwerk sejak  dua juta tahun lalu mempunyai implikasi yang sangat signifikan.
&quot;Ini menjadi langkah penting dalam memahami tempo evolusi manusia di  seluruh kontinen Afrika. Skala waktu sudah dikonfirmasi dan kami bisa  melanjutkan kajian tentang koneksi antara manusia dan perubahan iklim,  dan juga mempelajari kehidupan nenek moyang kita dulu,&quot; ujar Chazan dan  anggota tim lain, Liora Kolska Horwitz sebagaimana dilansir BBC.
Di Gua Wonderwerk ditemukan peralatan kuno dari batu seperti kapak  tangan, dan bukti manusia purba di gua ini sudah menggunakan api sekitar  satu juta tahun yang lalu, seperti dimuat di jurnal Proceedings of the  National Academy of Sciences pada 2012.
Bukti jejak api seperti tulang yang hangus dan abu ditemukan jauh di  dalam gua dan para ahli menyimpulkan jejak-jejak api ini &quot;dipastikan  hasil aktivitas manusia bukan karena kebakaran oleh faktor alam&quot;.
Situs bersejarah di dalam Gua Wonderwerk ditemukan oleh beberapa  petani pada 1940-an. Sejak itu telah dilakukan ekskavasi untuk &quot;menguak  misteri keberadaan manusia di dalam gua sekitar dua juta tahun yang  lalu&quot;.</content:encoded></item></channel></rss>
