<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Aturan Larangan Mudik Berlaku, Bandara Soetta Terapkan Sistem Buka Tutup   </title><description></description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/03/337/2404964/jelang-aturan-larangan-mudik-berlaku-bandara-soetta-terapkan-sistem-buka-tutup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/03/337/2404964/jelang-aturan-larangan-mudik-berlaku-bandara-soetta-terapkan-sistem-buka-tutup"/><item><title>Jelang Aturan Larangan Mudik Berlaku, Bandara Soetta Terapkan Sistem Buka Tutup   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/03/337/2404964/jelang-aturan-larangan-mudik-berlaku-bandara-soetta-terapkan-sistem-buka-tutup</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/03/337/2404964/jelang-aturan-larangan-mudik-berlaku-bandara-soetta-terapkan-sistem-buka-tutup</guid><pubDate>Senin 03 Mei 2021 18:24 WIB</pubDate><dc:creator>Isty Maulidya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/03/337/2404964/jelang-aturan-larangan-mudik-berlaku-bandara-soetta-terapkan-sistem-buka-tutup-JbIWEsNjXz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jelang larangan mudik, Bandara Soetta berlakukan sistem buka tutup.(Foto:Okezone/Isty)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/03/337/2404964/jelang-aturan-larangan-mudik-berlaku-bandara-soetta-terapkan-sistem-buka-tutup-JbIWEsNjXz.jpg</image><title>Jelang larangan mudik, Bandara Soetta berlakukan sistem buka tutup.(Foto:Okezone/Isty)</title></images><description>TANGERANG - Sejumlah langkah antisipasi menjelang larangan mudik pada tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang, mulai dilaksanakan oleh pengelola Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)&amp;nbsp; Langkah itu, termasuk dengan memperketat pengawasan keberangkatan dan juga kedatangan.
Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi menuturkan, saat ini pihaknya telah menambah tempat pemeriksaa hingga menetap sistem buka tutup di area check in. Pengetatan prosedur juga dilakukan dengan mempersempit masa berlaku hasil tes Covid-19.
Baca Juga: H-10 Lebaran, Ratusan Pemudik Motor Mulai Lintasi Bekasi
&quot;Prosedur yang saat ini berlaku sampai dengan tanggal 5 masuk dengan pengetatan. Bahwa hasil Rapid Test Antigen maupun PCR hanya berlaku 1x24 jam,&quot; kata Agus saat dijumpai di Bandara Soetta, Tangerang, Senin (3/5/2021).
Untuk selanjutnya, yaitu di tanggal 6 hingga 17 Mei aka ditambah pos pemeriksaan persyaratan lain di area keberangkatan.
Baca Juga: Terminal Kalideres Bakal Buka Layanan Bus AKAP saat Larangan Mudik, Kok Bisa?
Sejumlah petugas khusus atau Marshal juga akan ditempatkan di tempat tersebut untuk mengawasi penumpang yang berangkat.
&quot;Kemudian nanti, ditanggal 6 sampai dengan tanggal 17 ditambah lagi persyaratannya yang kemudian harus kita periksa. Jadi ada satu tambahan check point lagi persis dengan tahun yang lalu di curbside,&quot; ujar Agus.Kapasitas terminal juga akan dibatasiagar tidak terjadi penumpukan  penumpang dan pelanggaran protokol kesehatan seperti kasus pada tanggal  Mei 2020 lalu. Sistem buka tutup di area keberangkatan dilakukan dengan  membatasi jumlah penumpang (pax) yang akan melakukan check-in.
&quot;Jadi konsep kami adalah buka tutup ke area check-in. Misalnya,  kapasitas check-in hall hanya 500 pax, nah pax yang ke 501 kita tahan.  Itu tugas marshal nantinya. Begitu kemudian check-in hall itu sudah bisa  diisi 100 pax, buka kembali dan masuk 100 penumpang dan tutup lagi.  Seperti itu, memang harus disiplin,&quot; kata Agus.
Dia pun berharap pengguna jasa disiplin dalam menerapkan protokol  kesehatan dan tidak bepergian pada masa larangan mudik diberlakukan  apabila tidak ada keperluan mendesak.
&quot;Nah, saya berharap tidak ada penumpukan dan prediksi kami juga tidak  ada lonjakan penumpang yang signifikan. Karena kita tahu, imbauan  pemerintah juga telah jauh-jauh hari. Bahkan kita tahu juga ada ancaman  sanksi bagi yang melanggar,&quot; tutur Agus.</description><content:encoded>TANGERANG - Sejumlah langkah antisipasi menjelang larangan mudik pada tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang, mulai dilaksanakan oleh pengelola Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)&amp;nbsp; Langkah itu, termasuk dengan memperketat pengawasan keberangkatan dan juga kedatangan.
Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi menuturkan, saat ini pihaknya telah menambah tempat pemeriksaa hingga menetap sistem buka tutup di area check in. Pengetatan prosedur juga dilakukan dengan mempersempit masa berlaku hasil tes Covid-19.
Baca Juga: H-10 Lebaran, Ratusan Pemudik Motor Mulai Lintasi Bekasi
&quot;Prosedur yang saat ini berlaku sampai dengan tanggal 5 masuk dengan pengetatan. Bahwa hasil Rapid Test Antigen maupun PCR hanya berlaku 1x24 jam,&quot; kata Agus saat dijumpai di Bandara Soetta, Tangerang, Senin (3/5/2021).
Untuk selanjutnya, yaitu di tanggal 6 hingga 17 Mei aka ditambah pos pemeriksaan persyaratan lain di area keberangkatan.
Baca Juga: Terminal Kalideres Bakal Buka Layanan Bus AKAP saat Larangan Mudik, Kok Bisa?
Sejumlah petugas khusus atau Marshal juga akan ditempatkan di tempat tersebut untuk mengawasi penumpang yang berangkat.
&quot;Kemudian nanti, ditanggal 6 sampai dengan tanggal 17 ditambah lagi persyaratannya yang kemudian harus kita periksa. Jadi ada satu tambahan check point lagi persis dengan tahun yang lalu di curbside,&quot; ujar Agus.Kapasitas terminal juga akan dibatasiagar tidak terjadi penumpukan  penumpang dan pelanggaran protokol kesehatan seperti kasus pada tanggal  Mei 2020 lalu. Sistem buka tutup di area keberangkatan dilakukan dengan  membatasi jumlah penumpang (pax) yang akan melakukan check-in.
&quot;Jadi konsep kami adalah buka tutup ke area check-in. Misalnya,  kapasitas check-in hall hanya 500 pax, nah pax yang ke 501 kita tahan.  Itu tugas marshal nantinya. Begitu kemudian check-in hall itu sudah bisa  diisi 100 pax, buka kembali dan masuk 100 penumpang dan tutup lagi.  Seperti itu, memang harus disiplin,&quot; kata Agus.
Dia pun berharap pengguna jasa disiplin dalam menerapkan protokol  kesehatan dan tidak bepergian pada masa larangan mudik diberlakukan  apabila tidak ada keperluan mendesak.
&quot;Nah, saya berharap tidak ada penumpukan dan prediksi kami juga tidak  ada lonjakan penumpang yang signifikan. Karena kita tahu, imbauan  pemerintah juga telah jauh-jauh hari. Bahkan kita tahu juga ada ancaman  sanksi bagi yang melanggar,&quot; tutur Agus.</content:encoded></item></channel></rss>
