<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curhat Pedagang Tanah Abang, dari 7 Toko Tinggal Buka 2 Dampak Covid-19</title><description>Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat diramaikan sejumlah pembeli menjelang lebaran tahun 2021.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/03/338/2404855/curhat-pedagang-tanah-abang-dari-7-toko-tinggal-buka-2-dampak-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/03/338/2404855/curhat-pedagang-tanah-abang-dari-7-toko-tinggal-buka-2-dampak-covid-19"/><item><title>Curhat Pedagang Tanah Abang, dari 7 Toko Tinggal Buka 2 Dampak Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/03/338/2404855/curhat-pedagang-tanah-abang-dari-7-toko-tinggal-buka-2-dampak-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/03/338/2404855/curhat-pedagang-tanah-abang-dari-7-toko-tinggal-buka-2-dampak-covid-19</guid><pubDate>Senin 03 Mei 2021 15:31 WIB</pubDate><dc:creator>MNC Portal</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/03/338/2404855/curhat-pedagang-tanah-abang-dari-7-toko-tinggal-buka-2-dampak-covid-19-4YnJvJfBMP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasar Tanah Abang (Foto: Jonathan Simanjuntak)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/03/338/2404855/curhat-pedagang-tanah-abang-dari-7-toko-tinggal-buka-2-dampak-covid-19-4YnJvJfBMP.jpg</image><title>Pasar Tanah Abang (Foto: Jonathan Simanjuntak)</title></images><description>JAKARTA - Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat diramaikan sejumlah pembeli menjelang lebaran Idul Fitri 1442 H. Namun, tidak semua toko menanggapi positif pelonjakan jumlah pembeli tersebut.

&quot;Kemarin itu yang ramai di Blok A, di mallnya, kalau disini mungkin karena terlalu ramai jadi pindah,&quot; kata Putri, penjual baju muslim di blok F.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Usai Terjadi Kerumunan, Begini Situasi Pasar Tanah Abang Hari Ini
Kendati lonjakan pembeli pada Minggu 2 Mei 2021 memang mempengaruhi pendapatannya. Namun, pengawalan yang terlalu ketat juga membuat pelanggannya kerap pergi.

&quot;Pelanggan sih jadi naik, cuma kadang diamaninkan, ditegur, pembeli jadi takut. Ibu-ibu mana berani kalau udah ditegur,&quot; tegasnya

Menurutnya, penghasilan dibandingkan tahun lalu lebih besar daripada tahun sekarang. Hal ini lantaran pada kios tempat jualannya masih boleh dibuka, berbeda dengan kawasan di Blok  A.

&quot;Tahun lalu disini lebih ramai, soalnya yang Blok A ditutupkan, lebih ramai, semua ke sini,&quot; tegasnya
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Petugas Satpol-PP dan Pedagang di Pasar Tanah Abang Sempat Bentrok
Ia mengaku semenjak masa pandemi Covid-19 mengalami penuruman yang drastis. Stok barang jualan yang disediakan tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya. Ia juga mengaku telah menutup 5 kiosnya selama satu tahun masa pandemi.

&quot;Saya dari 7 toko mas, sekarang tinggal 2, ini ada alamatnya, selama masa pandemik ini doang. Ini jualan ini masih pakai stok tahun 2020. Jujur sepi sebenarnya,&quot; sambung dia

Ia mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah mengenai perdagangan di pasar Tanah Abang. &quot;Jangan terlalu ketat kali ya, prokes aja. Abis ya itu tadi, jadi kabur pas mau beli kalau dimarahin,&quot; tutupnya.
(Rep: Jonathan Simanjuntak)</description><content:encoded>JAKARTA - Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat diramaikan sejumlah pembeli menjelang lebaran Idul Fitri 1442 H. Namun, tidak semua toko menanggapi positif pelonjakan jumlah pembeli tersebut.

&quot;Kemarin itu yang ramai di Blok A, di mallnya, kalau disini mungkin karena terlalu ramai jadi pindah,&quot; kata Putri, penjual baju muslim di blok F.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Usai Terjadi Kerumunan, Begini Situasi Pasar Tanah Abang Hari Ini
Kendati lonjakan pembeli pada Minggu 2 Mei 2021 memang mempengaruhi pendapatannya. Namun, pengawalan yang terlalu ketat juga membuat pelanggannya kerap pergi.

&quot;Pelanggan sih jadi naik, cuma kadang diamaninkan, ditegur, pembeli jadi takut. Ibu-ibu mana berani kalau udah ditegur,&quot; tegasnya

Menurutnya, penghasilan dibandingkan tahun lalu lebih besar daripada tahun sekarang. Hal ini lantaran pada kios tempat jualannya masih boleh dibuka, berbeda dengan kawasan di Blok  A.

&quot;Tahun lalu disini lebih ramai, soalnya yang Blok A ditutupkan, lebih ramai, semua ke sini,&quot; tegasnya
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Petugas Satpol-PP dan Pedagang di Pasar Tanah Abang Sempat Bentrok
Ia mengaku semenjak masa pandemi Covid-19 mengalami penuruman yang drastis. Stok barang jualan yang disediakan tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya. Ia juga mengaku telah menutup 5 kiosnya selama satu tahun masa pandemi.

&quot;Saya dari 7 toko mas, sekarang tinggal 2, ini ada alamatnya, selama masa pandemik ini doang. Ini jualan ini masih pakai stok tahun 2020. Jujur sepi sebenarnya,&quot; sambung dia

Ia mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah mengenai perdagangan di pasar Tanah Abang. &quot;Jangan terlalu ketat kali ya, prokes aja. Abis ya itu tadi, jadi kabur pas mau beli kalau dimarahin,&quot; tutupnya.
(Rep: Jonathan Simanjuntak)</content:encoded></item></channel></rss>
