<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Okupansi Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Sumut Capai 64 Persen</title><description>Tingkat okupansi ruang isolasi pasien Covid-19 mencapai 64 persen.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/05/608/2405670/okupansi-ruang-isolasi-pasien-covid-19-di-sumut-capai-64-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/05/608/2405670/okupansi-ruang-isolasi-pasien-covid-19-di-sumut-capai-64-persen"/><item><title>Okupansi Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Sumut Capai 64 Persen</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/05/608/2405670/okupansi-ruang-isolasi-pasien-covid-19-di-sumut-capai-64-persen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/05/608/2405670/okupansi-ruang-isolasi-pasien-covid-19-di-sumut-capai-64-persen</guid><pubDate>Rabu 05 Mei 2021 00:05 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/04/608/2405670/okupansi-ruang-isolasi-pasien-covid-19-di-sumut-capai-64-persen-vWncldiSs9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/04/608/2405670/okupansi-ruang-isolasi-pasien-covid-19-di-sumut-capai-64-persen-vWncldiSs9.jpg</image><title>Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (Ist)</title></images><description>MEDAN - Tingkat ketersediaan tempat tidur (Bed Occupancy Rate) untuk perawatan pasien Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) mencapai 64 persen. Kondisi itu terjadi di tengah terjadinya penurunan tren kasus penyebaran Covid-19 di Sumut beberapa hari terakhir.

Hal itu diungkapkan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi usai menutup secara resmi pelayanan rujukan Covid-19 di Rumah Sakit Martha Friska Medan, Selasa (4/5/2021).

&quot;Rata-rata per pekan (26 April &amp;ndash; 2 Mei) 64 kasus per hari dibanding pekan sebelumnya (18-24 April) 66 kasus per hari,&quot; ucap Edy.

Pemprov Sumut kini mulai menghentikan pelayanan di rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumut. Seperti di RS Martha Friska yang berada di Jalan Multatuli.

Pemprov Sumut menjadikan RS Martha Friska menjadi RS rujukan Covid-19 mulai April 2020. Sejak saat itu, RS yang memiliki 110 ruangan isolasi tersebut telah mempekerjakan kurang lebih 220 tenaga medis. Namun, sekarang RS tersebut akan berhenti beroperasi sebagai RS rujukan Covid-19 dan akan kembali menjadi RS umum swasta.

Walau RS Martha Friska tidak lagi menjadi RS rujukan Covid-19, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memastikan tenaga kesehatan (nakes) yang selama ini bertugas di RS ini akan tetap bekerja.
Menurutnya, para nakes tersebut merupakan pahlawan di masa pandemi Covid-19 yang harus dihargai jasanya.

Baca Juga : Satgas Covid-19: Masyarakat di Zona Merah dan Oranye Sholat Idul Fitri di Rumah Saja

&amp;ldquo;Saya tidak akan lupakan pengabdian kalian semua. Saya sangat mengapresiasi keberadaan kalian. Saya pastikan kalian akan tetap bekerja setelah ini. Kita akan sebar di rumah sakit-rumah sakit yang ada. Intinya, kalian akan tetap bekerja,&amp;rdquo; tuturnya.

Dengan berhentinya operasional RS Martha Friska, penanganan pasien Covid-19 dipindahkan ke RS Haji Medan, Royal Prima, Murni Teguh, Adam Malik dan GL Tobing.

Baca Juga : Seperti India, Beberapa Negara Tetangga Indonesia Juga Alami Lonjakan Kasus Covid-19</description><content:encoded>MEDAN - Tingkat ketersediaan tempat tidur (Bed Occupancy Rate) untuk perawatan pasien Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) mencapai 64 persen. Kondisi itu terjadi di tengah terjadinya penurunan tren kasus penyebaran Covid-19 di Sumut beberapa hari terakhir.

Hal itu diungkapkan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi usai menutup secara resmi pelayanan rujukan Covid-19 di Rumah Sakit Martha Friska Medan, Selasa (4/5/2021).

&quot;Rata-rata per pekan (26 April &amp;ndash; 2 Mei) 64 kasus per hari dibanding pekan sebelumnya (18-24 April) 66 kasus per hari,&quot; ucap Edy.

Pemprov Sumut kini mulai menghentikan pelayanan di rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumut. Seperti di RS Martha Friska yang berada di Jalan Multatuli.

Pemprov Sumut menjadikan RS Martha Friska menjadi RS rujukan Covid-19 mulai April 2020. Sejak saat itu, RS yang memiliki 110 ruangan isolasi tersebut telah mempekerjakan kurang lebih 220 tenaga medis. Namun, sekarang RS tersebut akan berhenti beroperasi sebagai RS rujukan Covid-19 dan akan kembali menjadi RS umum swasta.

Walau RS Martha Friska tidak lagi menjadi RS rujukan Covid-19, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memastikan tenaga kesehatan (nakes) yang selama ini bertugas di RS ini akan tetap bekerja.
Menurutnya, para nakes tersebut merupakan pahlawan di masa pandemi Covid-19 yang harus dihargai jasanya.

Baca Juga : Satgas Covid-19: Masyarakat di Zona Merah dan Oranye Sholat Idul Fitri di Rumah Saja

&amp;ldquo;Saya tidak akan lupakan pengabdian kalian semua. Saya sangat mengapresiasi keberadaan kalian. Saya pastikan kalian akan tetap bekerja setelah ini. Kita akan sebar di rumah sakit-rumah sakit yang ada. Intinya, kalian akan tetap bekerja,&amp;rdquo; tuturnya.

Dengan berhentinya operasional RS Martha Friska, penanganan pasien Covid-19 dipindahkan ke RS Haji Medan, Royal Prima, Murni Teguh, Adam Malik dan GL Tobing.

Baca Juga : Seperti India, Beberapa Negara Tetangga Indonesia Juga Alami Lonjakan Kasus Covid-19</content:encoded></item></channel></rss>
