<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Percepat Pemadanan Data, Kemensos Gandeng Kampus di Daerah</title><description>Kemensos melanjutkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), kecuali Bantuan Sosial Tunai (BST).</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/07/1/2407308/percepat-pemadanan-data-kemensos-gandeng-kampus-di-daerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/07/1/2407308/percepat-pemadanan-data-kemensos-gandeng-kampus-di-daerah"/><item><title>Percepat Pemadanan Data, Kemensos Gandeng Kampus di Daerah</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/07/1/2407308/percepat-pemadanan-data-kemensos-gandeng-kampus-di-daerah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/07/1/2407308/percepat-pemadanan-data-kemensos-gandeng-kampus-di-daerah</guid><pubDate>Jum'at 07 Mei 2021 17:32 WIB</pubDate><dc:creator>Agustina Wulandari </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/07/1/2407308/percepat-pemadanan-data-kemensos-gandeng-kampus-di-daerah-hTlCb6Z49l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mensos Tri Rismaharini. (Foto: Dok.Kementerian Sosial)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/07/1/2407308/percepat-pemadanan-data-kemensos-gandeng-kampus-di-daerah-hTlCb6Z49l.jpg</image><title>Mensos Tri Rismaharini. (Foto: Dok.Kementerian Sosial)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kemensos (Kementerian Sosial) RI melanjutkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), kecuali Bantuan Sosial Tunai (BST).
&amp;ldquo;BST hingga 30 April dengan pertimbangan Covid-19 sudah lebih baik dan masyarakat bisa beraktivitas,&amp;rdquo; ucap Menteri Sosial Tri Rismaharini usai menerima hibah Mesin Braile Embosser dari IT Telkom Surabaya di Jakarta, Jumat (7/5/2021).
PKH dan BPNT diteruskan oleh Kementerian Sosial, karena data ganda ditidurkan, maka usulan baru sebanyak 6,334 juta dari Pemerintah Daerah (Pemda) sudah masuk.
&amp;ldquo;Usulan baru bisa diisi usai data ganda ditidurkan sejak 2015, tapi belum padan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK),&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;9,62 Juta Masyarakat RI Dapat Bansos Tunai
Solusi belum padan penerima baru dengan NIK, Kemensos akan menggandeng berbagai perguruan tinggi yang berada di daerah. &amp;ldquo;Kami akan menggandeng kampus di daerah, seperti Politeknik di Banyuwangi, Universitas Cendrawasih (Uncen) di Papua, serta kampus di Nusa Tenggara Timur (NTT),&amp;rdquo; kata Mensos Tri.
Para mahasiwa akan ditugaskan ke lapangan untuk membantu proses pemadanan NIK dengan bobot 20 SKS, sekaligus analisis kemiskinan.&amp;ldquo;Saya sudah komunikasi dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terkait Kampus Merdeka dengan memberdayakan para mahasiswa,&amp;rdquo; tuturnya.
Pendaftaran akan dibuka pada 1 Agustus dan mahasiwa yang lolos direkrut akan diberikan pelatihan, fasilitas, serta ada biaya untuk transportasi.
&amp;ldquo;Pelibatan mahasiswa dengan bobot 20 SKS, tak sekedar padankan NIK namun lebih kepada analisis kemiskinan di daerah,&amp;rdquo; ucapnya.
Selain data ganda, pemadanan dengan NIK juga ada yang perlu dikonfirmasi ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). &amp;ldquo;Perlu dikonfirmasi ke Dukcapil, seperti ada nama IT (dibaca iti) atau nama NA 70 (dibaca en-a 70) yang perlu waktu,&amp;rdquo; katanya.
Kemensos menggandeng OJK, Polri, KPK, BPK, BPKP dan Kejagung sebagai wujud transparansi, akutabilitas dan pengawasan dalam proses penyaluran Bansos.
CM</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kemensos (Kementerian Sosial) RI melanjutkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), kecuali Bantuan Sosial Tunai (BST).
&amp;ldquo;BST hingga 30 April dengan pertimbangan Covid-19 sudah lebih baik dan masyarakat bisa beraktivitas,&amp;rdquo; ucap Menteri Sosial Tri Rismaharini usai menerima hibah Mesin Braile Embosser dari IT Telkom Surabaya di Jakarta, Jumat (7/5/2021).
PKH dan BPNT diteruskan oleh Kementerian Sosial, karena data ganda ditidurkan, maka usulan baru sebanyak 6,334 juta dari Pemerintah Daerah (Pemda) sudah masuk.
&amp;ldquo;Usulan baru bisa diisi usai data ganda ditidurkan sejak 2015, tapi belum padan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK),&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;9,62 Juta Masyarakat RI Dapat Bansos Tunai
Solusi belum padan penerima baru dengan NIK, Kemensos akan menggandeng berbagai perguruan tinggi yang berada di daerah. &amp;ldquo;Kami akan menggandeng kampus di daerah, seperti Politeknik di Banyuwangi, Universitas Cendrawasih (Uncen) di Papua, serta kampus di Nusa Tenggara Timur (NTT),&amp;rdquo; kata Mensos Tri.
Para mahasiwa akan ditugaskan ke lapangan untuk membantu proses pemadanan NIK dengan bobot 20 SKS, sekaligus analisis kemiskinan.&amp;ldquo;Saya sudah komunikasi dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terkait Kampus Merdeka dengan memberdayakan para mahasiswa,&amp;rdquo; tuturnya.
Pendaftaran akan dibuka pada 1 Agustus dan mahasiwa yang lolos direkrut akan diberikan pelatihan, fasilitas, serta ada biaya untuk transportasi.
&amp;ldquo;Pelibatan mahasiswa dengan bobot 20 SKS, tak sekedar padankan NIK namun lebih kepada analisis kemiskinan di daerah,&amp;rdquo; ucapnya.
Selain data ganda, pemadanan dengan NIK juga ada yang perlu dikonfirmasi ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). &amp;ldquo;Perlu dikonfirmasi ke Dukcapil, seperti ada nama IT (dibaca iti) atau nama NA 70 (dibaca en-a 70) yang perlu waktu,&amp;rdquo; katanya.
Kemensos menggandeng OJK, Polri, KPK, BPK, BPKP dan Kejagung sebagai wujud transparansi, akutabilitas dan pengawasan dalam proses penyaluran Bansos.
CM</content:encoded></item></channel></rss>
