<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WHO: Lonjakan Covid-19 di India Disebabkan Varian yang Lebih Menular</title><description>India melaporkan rekor kematian baru akibat Covid-19 dalam sehari pada Sabtu (8/5).</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/10/18/2408176/who-lonjakan-covid-19-di-india-disebabkan-varian-yang-lebih-menular</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/10/18/2408176/who-lonjakan-covid-19-di-india-disebabkan-varian-yang-lebih-menular"/><item><title>WHO: Lonjakan Covid-19 di India Disebabkan Varian yang Lebih Menular</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/10/18/2408176/who-lonjakan-covid-19-di-india-disebabkan-varian-yang-lebih-menular</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/10/18/2408176/who-lonjakan-covid-19-di-india-disebabkan-varian-yang-lebih-menular</guid><pubDate>Senin 10 Mei 2021 05:45 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/10/18/2408176/who-lonjakan-covid-19-di-india-disebabkan-varian-yang-lebih-menular-xIHqs9qXX8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kasus Covid-19 kian melonak di India (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/10/18/2408176/who-lonjakan-covid-19-di-india-disebabkan-varian-yang-lebih-menular-xIHqs9qXX8.jpg</image><title>Kasus Covid-19 kian melonak di India (Foto: Reuters)</title></images><description>INDIA - India melaporkan rekor kematian baru akibat Covid-19 dalam sehari pada Sabtu (8/5). Ketua ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan mengatakan varian virus yang lebih menular, ikut menyebabkan jumlah kematian yang mlonjak itu.
Dalam wawancara Sabtu (8/5) dengan AFP, Swaminathan memperingatkan bahwa &quot;fitur epidemiologi yang kita saksikan di India hari ini mengisyaratkan bahwa itu merupakan varian yang menyebar dengan cepat.&quot;
Swaminathan mengatakan varian B.1.617 virus corona jelas merupakan faktor yang menyebabkan malapetaka di India, negara asalnya.
(Baca juga: India Pecahkan Lagi Rekor Kematian Akibat Covid-19, Sejumlah Negara Bagian &quot;Lockdown&quot;)
&quot;Ada banyak akselerator yang menyebabkannya,&quot; kata dokter anak dan ilmuwan berusia 62 tahun asal India ini.
Dia menekankan bahwa &quot;virus yang lebih mudah menyebar adalah salah satunya.&quot; Namun, dia menambahkan, bahwa perkumpulan dalam jumlah besar dan kurangnya pemakaian masker juga berperan.
Varian B.1.617 pertama kali ditemukan di India Oktober lalu. AS dan Inggris menganggapnya sebagai &quot;varian yang mengkhawatirkan.&quot; Ini mengindikasikan bahwa varian itu lebih berbahaya dibandingkan virus aslinya.
(Baca juga: Bentrokan Susulan Pecah Lagi di Yerusalem)
</description><content:encoded>INDIA - India melaporkan rekor kematian baru akibat Covid-19 dalam sehari pada Sabtu (8/5). Ketua ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan mengatakan varian virus yang lebih menular, ikut menyebabkan jumlah kematian yang mlonjak itu.
Dalam wawancara Sabtu (8/5) dengan AFP, Swaminathan memperingatkan bahwa &quot;fitur epidemiologi yang kita saksikan di India hari ini mengisyaratkan bahwa itu merupakan varian yang menyebar dengan cepat.&quot;
Swaminathan mengatakan varian B.1.617 virus corona jelas merupakan faktor yang menyebabkan malapetaka di India, negara asalnya.
(Baca juga: India Pecahkan Lagi Rekor Kematian Akibat Covid-19, Sejumlah Negara Bagian &quot;Lockdown&quot;)
&quot;Ada banyak akselerator yang menyebabkannya,&quot; kata dokter anak dan ilmuwan berusia 62 tahun asal India ini.
Dia menekankan bahwa &quot;virus yang lebih mudah menyebar adalah salah satunya.&quot; Namun, dia menambahkan, bahwa perkumpulan dalam jumlah besar dan kurangnya pemakaian masker juga berperan.
Varian B.1.617 pertama kali ditemukan di India Oktober lalu. AS dan Inggris menganggapnya sebagai &quot;varian yang mengkhawatirkan.&quot; Ini mengindikasikan bahwa varian itu lebih berbahaya dibandingkan virus aslinya.
(Baca juga: Bentrokan Susulan Pecah Lagi di Yerusalem)
</content:encoded></item></channel></rss>
