<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Serangan Bom Guncang Sekolah di Afghanistan, Setidaknya 68 Orang Tewas</title><description>Warga mengumpulkan tas sekolah yang berserakan di jalanan berlumuran darah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/10/18/2408273/serangan-bom-guncang-sekolah-di-afghanistan-setidaknya-68-orang-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/10/18/2408273/serangan-bom-guncang-sekolah-di-afghanistan-setidaknya-68-orang-tewas"/><item><title>Serangan Bom Guncang Sekolah di Afghanistan, Setidaknya 68 Orang Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/10/18/2408273/serangan-bom-guncang-sekolah-di-afghanistan-setidaknya-68-orang-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/10/18/2408273/serangan-bom-guncang-sekolah-di-afghanistan-setidaknya-68-orang-tewas</guid><pubDate>Senin 10 Mei 2021 10:27 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/10/18/2408273/serangan-bom-guncang-sekolah-di-afghanistan-setidaknya-68-orang-tewas-F8mhWPgXq4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Orang-orang berdiri di dekat lokasi ledakan bom di Kabul, 8 Mei 2021. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/10/18/2408273/serangan-bom-guncang-sekolah-di-afghanistan-setidaknya-68-orang-tewas-F8mhWPgXq4.jpg</image><title>Orang-orang berdiri di dekat lokasi ledakan bom di Kabul, 8 Mei 2021. (Foto: Reuters)</title></images><description>KABUL &amp;ndash; Serangan bom yang terjadi di sebuah sekolah di Kabul, Afghanistan menewaskan 68 orang dan melukai setidaknya 165 lainnya, demikian kata pejabat pada Minggu (9/5/2021). Banyak orang masih berusaha mencari anak-anak mereka yang hilang dalam serangan tersebut.
Ledakan terjadi pada Sabtu (8/5/2021) di sekolah di lingkungan Dasht-e-Barchi, rumah bagi komunitas besar Syiah dari etnis minoritas Hazara yang telah menjadi sasaran di masa lalu oleh ISIS, sebuah kelompok militan Sunni.
BACA JUGA: Ledakan Dekat Sekolah di Afghanistan Tewaskan 40 Orang
Sebuah bom mobil diledakkan di depan sekolah Sayed Al-Shuhada dan dua bom lagi meledak ketika para siswa bergegas keluar karena panik.
Para pejabat mengatakan sebagian besar dari mereka yang tewas adalah siswi. Beberapa keluarga masih mencari rumah sakit untuk anak-anak mereka.
&quot;Ledakan pertama sangat kuat dan terjadi sangat dekat dengan anak-anak itu sehingga beberapa dari mereka tidak dapat ditemukan,&quot; kata seorang pejabat Afghanistan, yang tidak mau disebutkan namanya sebagaimana dilansir Reuters.
BACA JUGA: Pertempuran Pecah di Afghanistan Setelah Batas Waktu Penarikan Pasukan AS Terlewati
Seorang saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa semua kecuali tujuh atau delapan korban adalah siswi yang akan pulang setelah menyelesaikan studi mereka. Pada Minggu, warga sipil dan polisi mengumpulkan buku dan tas sekolah yang berserakan di jalan berlumuran darah yang sekarang sibuk dengan pembeli menjelang perayaan Idul Fitri minggu depan.
Presiden Ashraf Ghani pada Sabtu menyalahkan gerilyawan Taliban, tetapi juru bicara kelompok itu membantah terlibat dan mengutuk setiap serangan terhadap warga sipil Afghanistan.

Paus Fransiskus menyebut serangan itu sebagai &quot;tindakan tidak  manusiawi&quot; dalam sambutannya kepada para peziarah di Lapangan Santo  Petrus di Kota Vatikan pada Minggu.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres juga  mengutuk serangan itu dan mengungkapkan simpati terdalamnya kepada  keluarga para korban dan kepada pemerintah serta rakyat Afghanistan.
Keluarga para korban menyalahkan pemerintah dan kekuatan Barat karena  gagal mengakhiri kekerasan dan perang yang sedang berlangsung.
Keamanan diintensifkan di seluruh Kabul setelah serangan itu tetapi  pihak berwenang mengatakan mereka tidak akan dapat memberikan keamanan  ke semua sekolah, masjid, dan tempat umum lainnya.
Konflik berkecamuk di Afghanistan, dengan pasukan keamanan dalam  pertempuran setiap hari dengan Taliban, yang telah berperang untuk  menggulingkan pemerintah yang didukung asing sejak mereka digulingkan  dari kekuasaan di Kabul pada 2001.</description><content:encoded>KABUL &amp;ndash; Serangan bom yang terjadi di sebuah sekolah di Kabul, Afghanistan menewaskan 68 orang dan melukai setidaknya 165 lainnya, demikian kata pejabat pada Minggu (9/5/2021). Banyak orang masih berusaha mencari anak-anak mereka yang hilang dalam serangan tersebut.
Ledakan terjadi pada Sabtu (8/5/2021) di sekolah di lingkungan Dasht-e-Barchi, rumah bagi komunitas besar Syiah dari etnis minoritas Hazara yang telah menjadi sasaran di masa lalu oleh ISIS, sebuah kelompok militan Sunni.
BACA JUGA: Ledakan Dekat Sekolah di Afghanistan Tewaskan 40 Orang
Sebuah bom mobil diledakkan di depan sekolah Sayed Al-Shuhada dan dua bom lagi meledak ketika para siswa bergegas keluar karena panik.
Para pejabat mengatakan sebagian besar dari mereka yang tewas adalah siswi. Beberapa keluarga masih mencari rumah sakit untuk anak-anak mereka.
&quot;Ledakan pertama sangat kuat dan terjadi sangat dekat dengan anak-anak itu sehingga beberapa dari mereka tidak dapat ditemukan,&quot; kata seorang pejabat Afghanistan, yang tidak mau disebutkan namanya sebagaimana dilansir Reuters.
BACA JUGA: Pertempuran Pecah di Afghanistan Setelah Batas Waktu Penarikan Pasukan AS Terlewati
Seorang saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa semua kecuali tujuh atau delapan korban adalah siswi yang akan pulang setelah menyelesaikan studi mereka. Pada Minggu, warga sipil dan polisi mengumpulkan buku dan tas sekolah yang berserakan di jalan berlumuran darah yang sekarang sibuk dengan pembeli menjelang perayaan Idul Fitri minggu depan.
Presiden Ashraf Ghani pada Sabtu menyalahkan gerilyawan Taliban, tetapi juru bicara kelompok itu membantah terlibat dan mengutuk setiap serangan terhadap warga sipil Afghanistan.

Paus Fransiskus menyebut serangan itu sebagai &quot;tindakan tidak  manusiawi&quot; dalam sambutannya kepada para peziarah di Lapangan Santo  Petrus di Kota Vatikan pada Minggu.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres juga  mengutuk serangan itu dan mengungkapkan simpati terdalamnya kepada  keluarga para korban dan kepada pemerintah serta rakyat Afghanistan.
Keluarga para korban menyalahkan pemerintah dan kekuatan Barat karena  gagal mengakhiri kekerasan dan perang yang sedang berlangsung.
Keamanan diintensifkan di seluruh Kabul setelah serangan itu tetapi  pihak berwenang mengatakan mereka tidak akan dapat memberikan keamanan  ke semua sekolah, masjid, dan tempat umum lainnya.
Konflik berkecamuk di Afghanistan, dengan pasukan keamanan dalam  pertempuran setiap hari dengan Taliban, yang telah berperang untuk  menggulingkan pemerintah yang didukung asing sejak mereka digulingkan  dari kekuasaan di Kabul pada 2001.</content:encoded></item></channel></rss>
