<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi Dalam Sepekan ke Depan</title><description>BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada Periode Pancaroba.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/10/337/2408151/waspada-cuaca-ekstrem-berpotensi-terjadi-dalam-sepekan-ke-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/10/337/2408151/waspada-cuaca-ekstrem-berpotensi-terjadi-dalam-sepekan-ke-depan"/><item><title>Waspada! Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi Dalam Sepekan ke Depan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/10/337/2408151/waspada-cuaca-ekstrem-berpotensi-terjadi-dalam-sepekan-ke-depan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/10/337/2408151/waspada-cuaca-ekstrem-berpotensi-terjadi-dalam-sepekan-ke-depan</guid><pubDate>Senin 10 Mei 2021 03:06 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/10/337/2408151/waspada-cuaca-ekstrem-berpotensi-terjadi-dalam-sepekan-ke-depan-R7Ae42rV23.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/10/337/2408151/waspada-cuaca-ekstrem-berpotensi-terjadi-dalam-sepekan-ke-depan-R7Ae42rV23.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Hasil analisi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada dinamika atmosfer-laut, menunjukkan bahwa terdapat aktivitas fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di Indonesia yang teramati bersamaan dengan aktifnya fenomena gelombang Ekuatorial lainnya seperti gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial.

Pola sirkulasi siklonik di wilayah Indonesia, dapat membentuk pertemuan dan perlambatan kecepatan angin. Hal itu menyebabkan pembentukan awan hujan menjadi lebih intensif di beberapa wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan potensi hujan sedang hingga lebat pada 10 hingga 12 Mei 2021 di Aceh, Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, KepulauanBangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.

Selain itu, juga berpotensi terjadi di Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Hal serupa juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah hingga 17 Mei 2021.

&quot;Sementara untuk 3 (tiga) hari ke depan berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak banjir/bandang dengan kategori Wapada di wilayah sebagai berikut : Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Jawa barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat,  Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Papua,&quot; ujar Deputi Bidang Meteorologi Guswanto, dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu 9 Mei 2021.

Baca Juga :&amp;nbsp;Warga Keracunan Massal Usai Tukar Makanan untuk Buka Puasa

Selain itu, prakiraan tinggi gelombang hingga 2,5 meter juga terjadi di sejulah wilayah pada 10 hingga  17 Mei 2021. Di antaranya adalah perairan utara Sabang, Selat Karimata bagian selatan, perairan utara Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Laut Jawa, perairan selatan Kalimantan, perairan Kotabaru.

Hal serupa juga terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Laut Bali, Laut Sumbawa, perairan Kep. Sabalana hingga Kep. Selayar, Teluk Bone bagian selatan, perairan Baubau hingga Wakatobi, perairan Manui - Kendari, perairan selatan Kep. Banggai hingga Kep. Sula, perairan Bitung - Likupang, Perairan Kep. Sitaro, perairan Kep. Talaud, serta beberap awilayah lainnya.

Untuk gelombang ynag lebih tinggi yakni hingga antara 2,5 hingga 4,0 meter diperkirakan terjadi di perairan barat Aceh, perairan barat P. Simeulue hingga Kep. Mentawai, perairan Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten hingga P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Selat Sumba bagian barat.Juga terjadi di perairan P. Sawu, perairan Kupang - P. Rotte, Laut Sawu bagian selatan, Samudra Hindia selatan Bali hingga NTT, perairan selatan Kep. Babar hingga Kep. Tanimbar, Laut Arafuru bagian barat dan tengah.

Dan untuk tingga gelombang antara 4 hingga 6 meter terjadi di Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur.

&quot;BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada Periode Pancaroba (hujan secara sporadis, lebat dan durasi singkat, disertai petir dan angin kencang, bahkan hujan es), hal ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung. Terutama, untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,&quot; ujar Guswanto.</description><content:encoded>JAKARTA - Hasil analisi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada dinamika atmosfer-laut, menunjukkan bahwa terdapat aktivitas fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di Indonesia yang teramati bersamaan dengan aktifnya fenomena gelombang Ekuatorial lainnya seperti gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial.

Pola sirkulasi siklonik di wilayah Indonesia, dapat membentuk pertemuan dan perlambatan kecepatan angin. Hal itu menyebabkan pembentukan awan hujan menjadi lebih intensif di beberapa wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan potensi hujan sedang hingga lebat pada 10 hingga 12 Mei 2021 di Aceh, Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, KepulauanBangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.

Selain itu, juga berpotensi terjadi di Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Hal serupa juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah hingga 17 Mei 2021.

&quot;Sementara untuk 3 (tiga) hari ke depan berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak banjir/bandang dengan kategori Wapada di wilayah sebagai berikut : Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Jawa barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat,  Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Papua,&quot; ujar Deputi Bidang Meteorologi Guswanto, dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu 9 Mei 2021.

Baca Juga :&amp;nbsp;Warga Keracunan Massal Usai Tukar Makanan untuk Buka Puasa

Selain itu, prakiraan tinggi gelombang hingga 2,5 meter juga terjadi di sejulah wilayah pada 10 hingga  17 Mei 2021. Di antaranya adalah perairan utara Sabang, Selat Karimata bagian selatan, perairan utara Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Laut Jawa, perairan selatan Kalimantan, perairan Kotabaru.

Hal serupa juga terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Laut Bali, Laut Sumbawa, perairan Kep. Sabalana hingga Kep. Selayar, Teluk Bone bagian selatan, perairan Baubau hingga Wakatobi, perairan Manui - Kendari, perairan selatan Kep. Banggai hingga Kep. Sula, perairan Bitung - Likupang, Perairan Kep. Sitaro, perairan Kep. Talaud, serta beberap awilayah lainnya.

Untuk gelombang ynag lebih tinggi yakni hingga antara 2,5 hingga 4,0 meter diperkirakan terjadi di perairan barat Aceh, perairan barat P. Simeulue hingga Kep. Mentawai, perairan Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten hingga P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Selat Sumba bagian barat.Juga terjadi di perairan P. Sawu, perairan Kupang - P. Rotte, Laut Sawu bagian selatan, Samudra Hindia selatan Bali hingga NTT, perairan selatan Kep. Babar hingga Kep. Tanimbar, Laut Arafuru bagian barat dan tengah.

Dan untuk tingga gelombang antara 4 hingga 6 meter terjadi di Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur.

&quot;BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada Periode Pancaroba (hujan secara sporadis, lebat dan durasi singkat, disertai petir dan angin kencang, bahkan hujan es), hal ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung. Terutama, untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,&quot; ujar Guswanto.</content:encoded></item></channel></rss>
