<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WHO: Virus Corona Varian India Telah Menyebar ke Hampir 50 Negara</title><description>WHO telah mengumumkan bahwa virus corona varian India adalah sebuah masalah global.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/13/18/2409766/who-virus-corona-varian-india-telah-menyebar-ke-hampir-50-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/13/18/2409766/who-virus-corona-varian-india-telah-menyebar-ke-hampir-50-negara"/><item><title>WHO: Virus Corona Varian India Telah Menyebar ke Hampir 50 Negara</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/13/18/2409766/who-virus-corona-varian-india-telah-menyebar-ke-hampir-50-negara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/13/18/2409766/who-virus-corona-varian-india-telah-menyebar-ke-hampir-50-negara</guid><pubDate>Kamis 13 Mei 2021 10:26 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/13/18/2409766/who-virus-corona-varian-india-telah-menyebar-ke-hampir-50-negara-KMMJbcZO8w.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/13/18/2409766/who-virus-corona-varian-india-telah-menyebar-ke-hampir-50-negara-KMMJbcZO8w.JPG</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>JENEWA - Sehari setelah menyatakan varian COVID-19 yang pertama kali   terdeteksi di India sebagai salah satu perhatian global, Organisasi   Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (12/5/2021) mengumumkan bahwa varian   tersebut telah menyebar ke 49 negara.
Kekhawatiran baru badan kesehatan PBB tentang varian B.1.617 itu muncul   sementara India mencatat 4.205 kematian akibat COVID-19, rekor baru   dalam satu hari yang menambah jumlah kematian keseluruhan akibat pandemi   di negara Asia Selatan itu melewati angka 250.000. Jumlah total infeksi   COVID-19 yang terkonfirmasi di India sekarang di atas 23 juta setelah   kementerian kesehatan melaporkan 348.421 kasus baru pada Rabu.
BACA JUGA:&amp;nbsp;WHO Sebut Mutasi Virus India Masalah Global Terbaru
Lonjakan infeksi baru di negara terpadat kedua di dunia itu telah   menciptakan bencana kemanusiaan di sana, dengan semua rumah sakit yang   terisi penuh dan kekurangan oksigen yang akut untuk merawat pasien, dan   sejumlah krematorium darurat berpacu mengkremasi korban meninggal. Para   ahli percaya angka korban sebenarnya jauh lebih tinggi daripada angka   resmi.&amp;nbsp;
BACA JUGA:&amp;nbsp;Puluhan Mayat Diduga Korban Covid-19 Ditemukan Terdampar di Tepi Sungai Gangga
Situasi berubah menjadi meresahkan minggu ini setelah lebih dari 100   mayat ditemukan mengambang di Sungai Gangga. Foto-foto mayat mengambang   di sungai itu memicu kemarahan dan spekulasi bahwa mereka meninggal   karena COVID-19. Pihak berwenang belum memastikan penyebab kematian   mereka, tetapi sebagian ahli medis telah menyuarakan keprihatinan bahwa   virus corona dapat menyebar melalui air yang terkontaminasi.</description><content:encoded>JENEWA - Sehari setelah menyatakan varian COVID-19 yang pertama kali   terdeteksi di India sebagai salah satu perhatian global, Organisasi   Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (12/5/2021) mengumumkan bahwa varian   tersebut telah menyebar ke 49 negara.
Kekhawatiran baru badan kesehatan PBB tentang varian B.1.617 itu muncul   sementara India mencatat 4.205 kematian akibat COVID-19, rekor baru   dalam satu hari yang menambah jumlah kematian keseluruhan akibat pandemi   di negara Asia Selatan itu melewati angka 250.000. Jumlah total infeksi   COVID-19 yang terkonfirmasi di India sekarang di atas 23 juta setelah   kementerian kesehatan melaporkan 348.421 kasus baru pada Rabu.
BACA JUGA:&amp;nbsp;WHO Sebut Mutasi Virus India Masalah Global Terbaru
Lonjakan infeksi baru di negara terpadat kedua di dunia itu telah   menciptakan bencana kemanusiaan di sana, dengan semua rumah sakit yang   terisi penuh dan kekurangan oksigen yang akut untuk merawat pasien, dan   sejumlah krematorium darurat berpacu mengkremasi korban meninggal. Para   ahli percaya angka korban sebenarnya jauh lebih tinggi daripada angka   resmi.&amp;nbsp;
BACA JUGA:&amp;nbsp;Puluhan Mayat Diduga Korban Covid-19 Ditemukan Terdampar di Tepi Sungai Gangga
Situasi berubah menjadi meresahkan minggu ini setelah lebih dari 100   mayat ditemukan mengambang di Sungai Gangga. Foto-foto mayat mengambang   di sungai itu memicu kemarahan dan spekulasi bahwa mereka meninggal   karena COVID-19. Pihak berwenang belum memastikan penyebab kematian   mereka, tetapi sebagian ahli medis telah menyuarakan keprihatinan bahwa   virus corona dapat menyebar melalui air yang terkontaminasi.</content:encoded></item></channel></rss>
