<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Cinta Sujiwo Tejo dan Ciuman Pertama di Pabrik Gula Situbondo   </title><description></description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/14/337/2410033/kisah-cinta-sujiwo-tejo-dan-ciuman-pertama-di-pabrik-gula-situbondo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/14/337/2410033/kisah-cinta-sujiwo-tejo-dan-ciuman-pertama-di-pabrik-gula-situbondo"/><item><title>Kisah Cinta Sujiwo Tejo dan Ciuman Pertama di Pabrik Gula Situbondo   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/14/337/2410033/kisah-cinta-sujiwo-tejo-dan-ciuman-pertama-di-pabrik-gula-situbondo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/14/337/2410033/kisah-cinta-sujiwo-tejo-dan-ciuman-pertama-di-pabrik-gula-situbondo</guid><pubDate>Jum'at 14 Mei 2021 07:45 WIB</pubDate><dc:creator>Doddy Handoko </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/14/337/2410033/kisah-cinta-sujiwo-tejo-dan-ciuman-pertama-di-pabrik-gula-situbondo-jtCZMCBxui.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sujiwo Tejo.(Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/14/337/2410033/kisah-cinta-sujiwo-tejo-dan-ciuman-pertama-di-pabrik-gula-situbondo-jtCZMCBxui.jpg</image><title>Sujiwo Tejo.(Foto:Dok Okezone)</title></images><description>SUJIWO TEJO dikenal sebagai seorang dalang, yang juga seorang penulis, pelukis, pemusik dan bahkan disebut seorang budayawan. Gayanya  slengekan, seenaknya sedikit urakan. Pria kelahiran Jember ,31 agustus 1962 ini sempat menjadi wartawan Kompas selama 8 tahun.
Ia memaparkan pendapatnya tentang perempuan. Menurutnya, ada yang bilang, di tangan saya wayang jadi romantis. Karena saya berzodiak Virgo.
&quot;Saya lebih sayang ibu ketimbang bapak. Ketika ibu tiada, ya  pelampiasannya ke perempuan lain. Karena saya yakin tanpa perempuan saya tak punya semangat untuk lanjutkan hidup. Itulah mengapa perempuan begitu penting dalam hidupku,&quot;ujarnya ketika ditemui di kawasan Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu.
Ia lantas bercerita tentang kisah cintanya. Cinta pertamanya terjadi saat SMP. Dulu, bapakku seorang Camat di Situbondo. Kala itu disana ada pabrik gula dengan karyawan yang berkasta-kasta. Ada karyawan pabrik kelas 1 yang isinya petinggi pabrik, ada karyawan kelas 2 yang terdiri dari buruh pabrik. Biasanya anak karyawan pabrik kelas 1 anaknya cantik-cantik.
Disitulah ia mulai menemukan cinta. Tapi saya tidak  intens pacaran dengan satu perempuan. Pacarnya  banyak, tidak bisa ke satu orang.
&quot; Saya pacaran sama kakak kelas, saya  pernah pacaran dengan guru. Biasanya cinta itu datang saat kegiatan ekstrakulikuler sekolah, disanalah cinta bersemi. Pacaran sama guru itu saat SMA. Itu juga tidak satu orang, pernah beberapa orang guru saya pacari sekaligus..ha..haha. Tapi ya begitu, tidak serius-serius amat,  namun tentunya  mesra..sebatas ciuman.he.hehe. ,&quot;paparnya.
Bagaimana kesan anda merasakan ciuman pertama? :Ciuman pertama itu rasanya asyik saja kaya terbang melayang. Terbang yang sesungguhnya  ya jatuh cinta itu &quot;ucapnya.Tejo lantas bercerita tokoh idolanya. &quot;Tokoh idola saya adalah ibuku,&quot; tegasnya.
&quot;Sekarang jika mau jujur, jika saya mengidolakan nabi-nabi, saya kan  tidak pernah ketemu. Tapi ibu saya ada di depan mata, bagaimana saya  tidak mengidolakannya. Selama ini, wejangan ibu yang lebih nempel di  benakku, bukan ajaran Bung Karno, bukan juga Mahatma Gandi, bukan  siapa2...!,&quot;tambahnya
Di matanya, perempuan seperti tukang jamu, perempuan pekerja keras,  itu tanda-tanda  ke-Tuhanan yang paling nyata. Ia selalu membayangkan  kalau Tuhan itu seperti perempuan.
&quot;Makanya saat saya mendalang, saya datangkan wanita cantik-cantik  seperti para  model. Jujur saja, saya tidak bisa kerja jika tanpa banyak  perempuan di sekitarku,&quot;ungkapnya.
Di Jawa, ajaran utamanya Dewi Sri. Ia  percaya secara kebudayaan Dewi  Sri yang melindungi,  tapi maknanya bukan syirik. Ia percaya pada ibu  pertiwi. Hampir semua orang itu memuja ibu, makanya ada ibu kota bukan  bapak kota, disebut ibu pertiwi bukan bapak pertiwi.Baginya , cantik itu macam-macam. Yang kulitnyaa hitam juga  kadang-kadang terlihat  cantik. Ada bintang film yang hidungya pesek  juga terlihat cantik. Bagiku, fisik itu 50%, sisanya lagi yaitu laga  lego legian, atau lebih ke tingkah laku.
&quot;Wanita yang buat anda berani, dia lah yang tercantik. Meskipun  wajahnya cantik tapi buat kita ragu-ragu, itu wanita yang belum begitu  cantik,&quot;ucapnya
Kalau di pewayangan, Subadra adalah contoh wanita cantik, yang membuat Arjuna bisa melakukan apapun.
Dalam pewayangan, Dewi Sinta itu gak diculik Rahwana. Aku percaya  kalau Dewi Sinta-lah yang  memilih Rahwana, karena dia bosan sama Rama.
Dia ingin cari pengalaman baru, Dewi Sinta gak  bergairah kalau terus-terusan sama Rama, butuh lelaki lain.
&quot;Bagi saya menjadi laki-laki itu harus seperti Arjuna, dimana Arjuna  gak pernah terpikat sama perempuan. Yang terjadi malahan dia yang  memikat perempuan,&quot;katanya.
Arjuna itu cita-citanya hanya sosial,yakni membentuk Negeri Amarta  jadi makmur. Dia punya obsesi tentang negerinya para pandawa ini.  Baginya, dengan daya pikatnya perempuan bisa membantu mewujudkan  cita-citanya itu.
&quot;Jangan kita yang malah terpikat perempuan, karena cita-cita awal  kita bisa  berbelok.  Logikanya sederhana, kalau kita yang memikat,  perempuan itu tertarik dengan cita-cita sosial kita, maka dia bisa bantu  mewujudkan cita-cita itu,&quot;,ungkapnya.
&quot;Sementara jika kita yang terpikat, berarti kita yang tak menarik di  mata perempuan. Laki-laki itu harus punya cita-cita sosial. Ketika sudah  punya cita itu, pikatlah perempuan untuk membantu mewujudkan  cita-citamu,&quot;imbuhnya.
Ia menandaskan bahwa sekelas Hanoman pun, pernah terpikat dan  dibelokkan perempuan yaitu Dewi Kasipraba yang seorang raksasa. &quot;Itulah  sebabnya kenapa aku tidak bisa jauh dari perempuan,&quot;tandasnya.</description><content:encoded>SUJIWO TEJO dikenal sebagai seorang dalang, yang juga seorang penulis, pelukis, pemusik dan bahkan disebut seorang budayawan. Gayanya  slengekan, seenaknya sedikit urakan. Pria kelahiran Jember ,31 agustus 1962 ini sempat menjadi wartawan Kompas selama 8 tahun.
Ia memaparkan pendapatnya tentang perempuan. Menurutnya, ada yang bilang, di tangan saya wayang jadi romantis. Karena saya berzodiak Virgo.
&quot;Saya lebih sayang ibu ketimbang bapak. Ketika ibu tiada, ya  pelampiasannya ke perempuan lain. Karena saya yakin tanpa perempuan saya tak punya semangat untuk lanjutkan hidup. Itulah mengapa perempuan begitu penting dalam hidupku,&quot;ujarnya ketika ditemui di kawasan Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu.
Ia lantas bercerita tentang kisah cintanya. Cinta pertamanya terjadi saat SMP. Dulu, bapakku seorang Camat di Situbondo. Kala itu disana ada pabrik gula dengan karyawan yang berkasta-kasta. Ada karyawan pabrik kelas 1 yang isinya petinggi pabrik, ada karyawan kelas 2 yang terdiri dari buruh pabrik. Biasanya anak karyawan pabrik kelas 1 anaknya cantik-cantik.
Disitulah ia mulai menemukan cinta. Tapi saya tidak  intens pacaran dengan satu perempuan. Pacarnya  banyak, tidak bisa ke satu orang.
&quot; Saya pacaran sama kakak kelas, saya  pernah pacaran dengan guru. Biasanya cinta itu datang saat kegiatan ekstrakulikuler sekolah, disanalah cinta bersemi. Pacaran sama guru itu saat SMA. Itu juga tidak satu orang, pernah beberapa orang guru saya pacari sekaligus..ha..haha. Tapi ya begitu, tidak serius-serius amat,  namun tentunya  mesra..sebatas ciuman.he.hehe. ,&quot;paparnya.
Bagaimana kesan anda merasakan ciuman pertama? :Ciuman pertama itu rasanya asyik saja kaya terbang melayang. Terbang yang sesungguhnya  ya jatuh cinta itu &quot;ucapnya.Tejo lantas bercerita tokoh idolanya. &quot;Tokoh idola saya adalah ibuku,&quot; tegasnya.
&quot;Sekarang jika mau jujur, jika saya mengidolakan nabi-nabi, saya kan  tidak pernah ketemu. Tapi ibu saya ada di depan mata, bagaimana saya  tidak mengidolakannya. Selama ini, wejangan ibu yang lebih nempel di  benakku, bukan ajaran Bung Karno, bukan juga Mahatma Gandi, bukan  siapa2...!,&quot;tambahnya
Di matanya, perempuan seperti tukang jamu, perempuan pekerja keras,  itu tanda-tanda  ke-Tuhanan yang paling nyata. Ia selalu membayangkan  kalau Tuhan itu seperti perempuan.
&quot;Makanya saat saya mendalang, saya datangkan wanita cantik-cantik  seperti para  model. Jujur saja, saya tidak bisa kerja jika tanpa banyak  perempuan di sekitarku,&quot;ungkapnya.
Di Jawa, ajaran utamanya Dewi Sri. Ia  percaya secara kebudayaan Dewi  Sri yang melindungi,  tapi maknanya bukan syirik. Ia percaya pada ibu  pertiwi. Hampir semua orang itu memuja ibu, makanya ada ibu kota bukan  bapak kota, disebut ibu pertiwi bukan bapak pertiwi.Baginya , cantik itu macam-macam. Yang kulitnyaa hitam juga  kadang-kadang terlihat  cantik. Ada bintang film yang hidungya pesek  juga terlihat cantik. Bagiku, fisik itu 50%, sisanya lagi yaitu laga  lego legian, atau lebih ke tingkah laku.
&quot;Wanita yang buat anda berani, dia lah yang tercantik. Meskipun  wajahnya cantik tapi buat kita ragu-ragu, itu wanita yang belum begitu  cantik,&quot;ucapnya
Kalau di pewayangan, Subadra adalah contoh wanita cantik, yang membuat Arjuna bisa melakukan apapun.
Dalam pewayangan, Dewi Sinta itu gak diculik Rahwana. Aku percaya  kalau Dewi Sinta-lah yang  memilih Rahwana, karena dia bosan sama Rama.
Dia ingin cari pengalaman baru, Dewi Sinta gak  bergairah kalau terus-terusan sama Rama, butuh lelaki lain.
&quot;Bagi saya menjadi laki-laki itu harus seperti Arjuna, dimana Arjuna  gak pernah terpikat sama perempuan. Yang terjadi malahan dia yang  memikat perempuan,&quot;katanya.
Arjuna itu cita-citanya hanya sosial,yakni membentuk Negeri Amarta  jadi makmur. Dia punya obsesi tentang negerinya para pandawa ini.  Baginya, dengan daya pikatnya perempuan bisa membantu mewujudkan  cita-citanya itu.
&quot;Jangan kita yang malah terpikat perempuan, karena cita-cita awal  kita bisa  berbelok.  Logikanya sederhana, kalau kita yang memikat,  perempuan itu tertarik dengan cita-cita sosial kita, maka dia bisa bantu  mewujudkan cita-cita itu,&quot;,ungkapnya.
&quot;Sementara jika kita yang terpikat, berarti kita yang tak menarik di  mata perempuan. Laki-laki itu harus punya cita-cita sosial. Ketika sudah  punya cita itu, pikatlah perempuan untuk membantu mewujudkan  cita-citamu,&quot;imbuhnya.
Ia menandaskan bahwa sekelas Hanoman pun, pernah terpikat dan  dibelokkan perempuan yaitu Dewi Kasipraba yang seorang raksasa. &quot;Itulah  sebabnya kenapa aku tidak bisa jauh dari perempuan,&quot;tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
