<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ngabalin Sebut Busyro Muqaddas Berotak Sungsang, Fokal IMM: Ucapannya Niretika</title><description>Fokal IMM DIY pun dengan tegas meminta Ali Ngabalin untuk meminta maaf secara terbuka</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/14/337/2410134/ngabalin-sebut-busyro-muqaddas-berotak-sungsang-fokal-imm-ucapannya-niretika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/14/337/2410134/ngabalin-sebut-busyro-muqaddas-berotak-sungsang-fokal-imm-ucapannya-niretika"/><item><title>Ngabalin Sebut Busyro Muqaddas Berotak Sungsang, Fokal IMM: Ucapannya Niretika</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/14/337/2410134/ngabalin-sebut-busyro-muqaddas-berotak-sungsang-fokal-imm-ucapannya-niretika</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/14/337/2410134/ngabalin-sebut-busyro-muqaddas-berotak-sungsang-fokal-imm-ucapannya-niretika</guid><pubDate>Jum'at 14 Mei 2021 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>krjogja.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/14/337/2410134/ngabalin-sebut-busyro-muqaddas-berotak-sungsang-fokal-imm-ucapannya-niretika-ZKZ9Fk32m6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ali Mochtar Ngabalin (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/14/337/2410134/ngabalin-sebut-busyro-muqaddas-berotak-sungsang-fokal-imm-ucapannya-niretika-ZKZ9Fk32m6.jpg</image><title>Ali Mochtar Ngabalin (Foto: Okezone)</title></images><description>YOGYAKARTA &amp;ndash; Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqaddas turut bersuara mengenai 75 orang pegawai KPK yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan berkomentar, terutama berkaitan indikator TWK.

Menurut Busyro, TWK cenderung absurd dan tidak mencerminkan alinea 4 Pembukaan UUD 1945 sehingga menurut dia, perintah pengunduran diri secara paksa pada 75 pegawai KPK itu dianggap tidak memiliki legitimasi moral, akademik dan juga metodologi.

Pernyataan tersebut lantas ditimpali oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepersidenan (TAU KSP), Ali Mokhtar Ngabalin melalui sosial media Twitter. Ali Ngabalin bercuit:

&amp;ldquo;Otak-otak sungsang seperti Busyro Muqoddas ini merugikan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan pendidikan ummat yang kuat dan berwibawa kenapa harus tercemar oleh manusia prejudice seperti ini,&amp;rdquo; tulis akun @AliNgabalinNew (13/5/2021).

Pernyataan Ngabalin lagi-lagi menuai reaksi dari Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) DIY. Koordinator Fokal IMM DIY, Saleh Tjan Masduki, mengatakan pihaknya menyesalkan statement Ali Ngabalin yang disuarakan lewat akun Twitter pribadinya.

&amp;ldquo;Kami menyesalkan isi statement/twit Ali Muchtar Ngabalin yang mengolok Ketua PP Muhammadiyah, Ayahanda M. Busyro Muqaddas, baik kapasitasnya sebagai pribadi ataupun Jabatan yang melekat sebagai TAU KSP. Ucapan Ngabalin tersebut niradab dan niretika,&quot; jelasnya, Kamis (14/5/2021).

&quot;Ucapan Saudara Ali Mochtar Ngabalin jelas telah melukai institusi Muhammadiyah umumnya dan khususnya pada M. Busyro Muqaddas. Kapasitas Ayahanda Busyro sebagai Ketua PP Muhamamdiyah dan Eks Pimpinan KPK membuktikan bahwa beliau Expert (ahli) mengenai institusi KPK. Ngabalin tidak memiliki kapasitas membincang KPK, mungkin Ngabalinlah &amp;lsquo;Tong Kosong, Sumbang Suaranya&amp;rsquo;, sudah tidak ahli, ngelantur ucapannya,&amp;rdquo; ungkap Saleh Tjan.

Fokal IMM DIY pun dengan tegas meminta Ali Ngabalin untuk meminta  maaf secara terbuka pada Muhammadiyah dan Busyro Muqqodas seperti halnya  cuitan yang dilayangkan secara terbuka. Tak hanya itu, desakan kepada  Kepala KSP untuk mengevaluasi Ali Ngabalin juga disuarakan karena  dinilai ucapannya menciderai bangsa.

&amp;ldquo;Kami mendesak Kepala KSP, untuk mengevaluasi/memberhentikan Ali  Muchtar Ngabalin sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepersidenan (TAU  KSP) yang ucapannya selalu cendrung memecah belah bangsa dan  kontroversi. KSP sebagai lembaga negara yang terhormat, haruslah  mencerminkan tutur dan laku yang baik dan elegan. Jangan sampai Ngabalin  menjadi benalu di Istana, perannya semakin merusak citra dan nama baik  lembaga negara dan juga presiden,&amp;rdquo; tegas Saleh Tjan lagi.

Sementara di sisi lain, Fokal IMM DIY juga meminta Presiden Joko  Widodo mewujudkan janji kampanye untuk memperkuat KPK dalam upaya  pemberantasan Korupsi dan penegakkan konstitusi. KPK harus menjadi  lembaga negara Independen yang terpercaya dalam mengusut tuntas Korupsi  di Indonesia.
</description><content:encoded>YOGYAKARTA &amp;ndash; Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqaddas turut bersuara mengenai 75 orang pegawai KPK yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan berkomentar, terutama berkaitan indikator TWK.

Menurut Busyro, TWK cenderung absurd dan tidak mencerminkan alinea 4 Pembukaan UUD 1945 sehingga menurut dia, perintah pengunduran diri secara paksa pada 75 pegawai KPK itu dianggap tidak memiliki legitimasi moral, akademik dan juga metodologi.

Pernyataan tersebut lantas ditimpali oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepersidenan (TAU KSP), Ali Mokhtar Ngabalin melalui sosial media Twitter. Ali Ngabalin bercuit:

&amp;ldquo;Otak-otak sungsang seperti Busyro Muqoddas ini merugikan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan pendidikan ummat yang kuat dan berwibawa kenapa harus tercemar oleh manusia prejudice seperti ini,&amp;rdquo; tulis akun @AliNgabalinNew (13/5/2021).

Pernyataan Ngabalin lagi-lagi menuai reaksi dari Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) DIY. Koordinator Fokal IMM DIY, Saleh Tjan Masduki, mengatakan pihaknya menyesalkan statement Ali Ngabalin yang disuarakan lewat akun Twitter pribadinya.

&amp;ldquo;Kami menyesalkan isi statement/twit Ali Muchtar Ngabalin yang mengolok Ketua PP Muhammadiyah, Ayahanda M. Busyro Muqaddas, baik kapasitasnya sebagai pribadi ataupun Jabatan yang melekat sebagai TAU KSP. Ucapan Ngabalin tersebut niradab dan niretika,&quot; jelasnya, Kamis (14/5/2021).

&quot;Ucapan Saudara Ali Mochtar Ngabalin jelas telah melukai institusi Muhammadiyah umumnya dan khususnya pada M. Busyro Muqaddas. Kapasitas Ayahanda Busyro sebagai Ketua PP Muhamamdiyah dan Eks Pimpinan KPK membuktikan bahwa beliau Expert (ahli) mengenai institusi KPK. Ngabalin tidak memiliki kapasitas membincang KPK, mungkin Ngabalinlah &amp;lsquo;Tong Kosong, Sumbang Suaranya&amp;rsquo;, sudah tidak ahli, ngelantur ucapannya,&amp;rdquo; ungkap Saleh Tjan.

Fokal IMM DIY pun dengan tegas meminta Ali Ngabalin untuk meminta  maaf secara terbuka pada Muhammadiyah dan Busyro Muqqodas seperti halnya  cuitan yang dilayangkan secara terbuka. Tak hanya itu, desakan kepada  Kepala KSP untuk mengevaluasi Ali Ngabalin juga disuarakan karena  dinilai ucapannya menciderai bangsa.

&amp;ldquo;Kami mendesak Kepala KSP, untuk mengevaluasi/memberhentikan Ali  Muchtar Ngabalin sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepersidenan (TAU  KSP) yang ucapannya selalu cendrung memecah belah bangsa dan  kontroversi. KSP sebagai lembaga negara yang terhormat, haruslah  mencerminkan tutur dan laku yang baik dan elegan. Jangan sampai Ngabalin  menjadi benalu di Istana, perannya semakin merusak citra dan nama baik  lembaga negara dan juga presiden,&amp;rdquo; tegas Saleh Tjan lagi.

Sementara di sisi lain, Fokal IMM DIY juga meminta Presiden Joko  Widodo mewujudkan janji kampanye untuk memperkuat KPK dalam upaya  pemberantasan Korupsi dan penegakkan konstitusi. KPK harus menjadi  lembaga negara Independen yang terpercaya dalam mengusut tuntas Korupsi  di Indonesia.
</content:encoded></item></channel></rss>
