<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Komikus Mahabharata Si Buta dari Gua Hantu, Panji Tengkorak, dan Gundala Putra Petir</title><description>Mereka adalah komikus legendaris Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/16/337/2410720/mengenal-komikus-mahabharata-si-buta-dari-gua-hantu-panji-tengkorak-dan-gundala-putra-petir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/16/337/2410720/mengenal-komikus-mahabharata-si-buta-dari-gua-hantu-panji-tengkorak-dan-gundala-putra-petir"/><item><title>Mengenal Komikus Mahabharata Si Buta dari Gua Hantu, Panji Tengkorak, dan Gundala Putra Petir</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/16/337/2410720/mengenal-komikus-mahabharata-si-buta-dari-gua-hantu-panji-tengkorak-dan-gundala-putra-petir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/16/337/2410720/mengenal-komikus-mahabharata-si-buta-dari-gua-hantu-panji-tengkorak-dan-gundala-putra-petir</guid><pubDate>Minggu 16 Mei 2021 10:16 WIB</pubDate><dc:creator>Doddy Handoko </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/16/337/2410720/mengenal-komikus-mahabharata-si-buta-dari-gua-hantu-panji-tengkorak-dan-gundala-putra-petir-W25Dt4OyjN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hasmi, Komikus Gundala si Putra Petir. (Foto: KRJogja)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/16/337/2410720/mengenal-komikus-mahabharata-si-buta-dari-gua-hantu-panji-tengkorak-dan-gundala-putra-petir-W25Dt4OyjN.jpg</image><title>Hasmi, Komikus Gundala si Putra Petir. (Foto: KRJogja)</title></images><description>TAHUN 1960-1990-an, komik bergambar besutan komikus Indonesia laris di pasaran. Masa itu adalah era keemasan komik dari berbagai genre, wayang, percintaan, humor atau silat. Berikut profil komikus legendaris, diambil.dari berbagai sumber.

R.A. Kosasih
Sosok yang dikenal sebagai &amp;ldquo;Bapak Komik Indonesia&amp;rdquo; ini lahir di kota Bogor pada tahun 1919. Latar belakangnya yang berdarah ningrat membuat Kosasih mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan di Holland Indische School.
Semasa sekolah, Kosasih gemar membaca literatur fiksi, dan yang menjadi favoritnya adalah kisah tentang Tarzan.
BACA JUGA: Baca Komik, Bisa Langsung Dari Ponsel
Hal inilah yang mengawali kegemarannya pada dunia ilustrasi dan kemudian mengarahkan jalannya sebagai seorang komikus.
Setelah berkarir di harian Pedoman dan penerbit Melodi di Bandung, ia menerbitkan komik perdananya berjudul Sri Asih (1954), yang menjadi pelopor komik bertema cerita wayang.
Kosasih juga sukses mengadaptasi kisah Ramayana dan Mahabharata, yang sempat diterbitkan ulang oleh PT Elex Media Komputindo pada tahun 90-an. Meskipun ia sudah pensiun di usia 74 tahun dan kemudian meninggal pada usia 93 tahun  2012 silam.
Karya-karyanya yang kental dengan nuansa tradisional tetap diapresiasi oleh berbagai generasi, sehingga tak heran jika banyak yang merasa kehilangan dengan kepergian sosoknya tersebut.

Ganes TH
Jika Kosasih dikenal sebagai pelopor komik wayang, Ganes TH. justru dikenal sebagai komikus cersil (cerita silat) pertama di Indonesia dengan karya fenomenalnya yang berjudul Si Buta dari Gua Hantu.
Popularitasnya bahkan membuat komik ini diadaptasi ke layar lebar pada tahun 1970.
Dengan setting Nusantara yang menonjolkan kecintaan Ganes akan tanah airnya, kisah Si Buta menjadi motor penggerak komik silat lain yang mengangkat tema serupa.
Karya-karya lainnya yang juga terkenal antara lain adalah Kalijodo, Serial Reo Manusia Serigala dan Djampang Jago Betawi.
Sebelum berkiprah di dunia komik, Ganes TH. sempat tidak lulus kuliah karena kendala keuangan, bahkan pekerjaan remeh seperti menggambar tirai warung makan kaki lima juga pernah dilakoninya untuk menyambung hidup.
Ia mendapat kesempatan untuk mempelajari teknik melukis ketika  menjadi asisten seorang pelukis keturunan Tiongkok bernama Lee Man Fong.
Pemilik nama lengkap Ganes Thiar Santosa ini wafat pada 10 Desember  1995 di usia 60 tahun setelah berkarya selama lebih dari dua periode.

Hans Jaladara
Komikus yang melahirkan karya momentum yang berjudul Pandji Tengkorak  di tahun 1968 sebagai tandingan komik Si Buta dari Gua Hantu karya  Ganes TH. ini berasal dari kota Kebumen di Jawa Tengah.
Kepiawaiannya dalam merangkai cerita merupakan hasil dari  pengetahuannya yang luas berkat kegemarannya membaca. Untuk referensi  adegan silat dan laga pun, karena pernah mempelajari kungfu dan judo  semasa muda, Hans tidak memiliki kesulitan berarti saat menuangkannya  dalam cerita komiknya.
Penggambaran karakter dan jalan cerita komik Pandji Tengkorak yang  penuh lika-liku membuat sineas film melirik karya tersebut untuk disadur  ke layar lebar pada tahun 1971.
BACA JUGA: Hasmi, Komikus Gundala Putra Petir yang Setia dengan Teknik Manual Tangan
Hans juga sempat membuat versi terbaru dari cerita Pandji Tengkorak  pada 1984 dan 1996, tapi karena popularitas komik Indonesia yang kian  merosot sejak akhir era 80-an, Hans akhirnya memilih untuk menekuni  dunia lukis agar tetap bisa berkiprah di dunia seni gambar yang telah  menjadi bagian dari hidupnya.
Banyak penggemar yang merasa kecewa atas keputusan Hans, tapi Hans  sendiri mengaku bahwa ia masih tetap optimis menanti momen dimana komik  lokal dapat meraih masa keemasannya kembali.

Hasmi
Harya Suraminata yang lebih dikenal dengan nama Hasmi (lahir di  Yogyakarta, 25 Desember 1946) adalah salah satu komikus dan penulis  skenario terkenal di Indonesia.
Buah karyanya yang sangat populer adalah Gundala Putera Petir,  seorang tokoh superhero pembasmi kejahatan dalam jagad komik Indonesia.
Sebanyak 23 judul buku seri Gundala terbit antara tahun 1969 hingga  1982. Tokoh Gundala ia ciptakan setelah Maza yang telah lebih dulu  muncul pada tahun 1968.
Petualangan Gundala berakhir pada tahun 1982 dengan buku terakhir  berjudul &amp;ldquo;Surat dari Akherat&amp;rdquo;. Sempat muncul kembali sebagai komik strip  di Jawa Pos pada tahun 1988, namun tidak bertahan lama.</description><content:encoded>TAHUN 1960-1990-an, komik bergambar besutan komikus Indonesia laris di pasaran. Masa itu adalah era keemasan komik dari berbagai genre, wayang, percintaan, humor atau silat. Berikut profil komikus legendaris, diambil.dari berbagai sumber.

R.A. Kosasih
Sosok yang dikenal sebagai &amp;ldquo;Bapak Komik Indonesia&amp;rdquo; ini lahir di kota Bogor pada tahun 1919. Latar belakangnya yang berdarah ningrat membuat Kosasih mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan di Holland Indische School.
Semasa sekolah, Kosasih gemar membaca literatur fiksi, dan yang menjadi favoritnya adalah kisah tentang Tarzan.
BACA JUGA: Baca Komik, Bisa Langsung Dari Ponsel
Hal inilah yang mengawali kegemarannya pada dunia ilustrasi dan kemudian mengarahkan jalannya sebagai seorang komikus.
Setelah berkarir di harian Pedoman dan penerbit Melodi di Bandung, ia menerbitkan komik perdananya berjudul Sri Asih (1954), yang menjadi pelopor komik bertema cerita wayang.
Kosasih juga sukses mengadaptasi kisah Ramayana dan Mahabharata, yang sempat diterbitkan ulang oleh PT Elex Media Komputindo pada tahun 90-an. Meskipun ia sudah pensiun di usia 74 tahun dan kemudian meninggal pada usia 93 tahun  2012 silam.
Karya-karyanya yang kental dengan nuansa tradisional tetap diapresiasi oleh berbagai generasi, sehingga tak heran jika banyak yang merasa kehilangan dengan kepergian sosoknya tersebut.

Ganes TH
Jika Kosasih dikenal sebagai pelopor komik wayang, Ganes TH. justru dikenal sebagai komikus cersil (cerita silat) pertama di Indonesia dengan karya fenomenalnya yang berjudul Si Buta dari Gua Hantu.
Popularitasnya bahkan membuat komik ini diadaptasi ke layar lebar pada tahun 1970.
Dengan setting Nusantara yang menonjolkan kecintaan Ganes akan tanah airnya, kisah Si Buta menjadi motor penggerak komik silat lain yang mengangkat tema serupa.
Karya-karya lainnya yang juga terkenal antara lain adalah Kalijodo, Serial Reo Manusia Serigala dan Djampang Jago Betawi.
Sebelum berkiprah di dunia komik, Ganes TH. sempat tidak lulus kuliah karena kendala keuangan, bahkan pekerjaan remeh seperti menggambar tirai warung makan kaki lima juga pernah dilakoninya untuk menyambung hidup.
Ia mendapat kesempatan untuk mempelajari teknik melukis ketika  menjadi asisten seorang pelukis keturunan Tiongkok bernama Lee Man Fong.
Pemilik nama lengkap Ganes Thiar Santosa ini wafat pada 10 Desember  1995 di usia 60 tahun setelah berkarya selama lebih dari dua periode.

Hans Jaladara
Komikus yang melahirkan karya momentum yang berjudul Pandji Tengkorak  di tahun 1968 sebagai tandingan komik Si Buta dari Gua Hantu karya  Ganes TH. ini berasal dari kota Kebumen di Jawa Tengah.
Kepiawaiannya dalam merangkai cerita merupakan hasil dari  pengetahuannya yang luas berkat kegemarannya membaca. Untuk referensi  adegan silat dan laga pun, karena pernah mempelajari kungfu dan judo  semasa muda, Hans tidak memiliki kesulitan berarti saat menuangkannya  dalam cerita komiknya.
Penggambaran karakter dan jalan cerita komik Pandji Tengkorak yang  penuh lika-liku membuat sineas film melirik karya tersebut untuk disadur  ke layar lebar pada tahun 1971.
BACA JUGA: Hasmi, Komikus Gundala Putra Petir yang Setia dengan Teknik Manual Tangan
Hans juga sempat membuat versi terbaru dari cerita Pandji Tengkorak  pada 1984 dan 1996, tapi karena popularitas komik Indonesia yang kian  merosot sejak akhir era 80-an, Hans akhirnya memilih untuk menekuni  dunia lukis agar tetap bisa berkiprah di dunia seni gambar yang telah  menjadi bagian dari hidupnya.
Banyak penggemar yang merasa kecewa atas keputusan Hans, tapi Hans  sendiri mengaku bahwa ia masih tetap optimis menanti momen dimana komik  lokal dapat meraih masa keemasannya kembali.

Hasmi
Harya Suraminata yang lebih dikenal dengan nama Hasmi (lahir di  Yogyakarta, 25 Desember 1946) adalah salah satu komikus dan penulis  skenario terkenal di Indonesia.
Buah karyanya yang sangat populer adalah Gundala Putera Petir,  seorang tokoh superhero pembasmi kejahatan dalam jagad komik Indonesia.
Sebanyak 23 judul buku seri Gundala terbit antara tahun 1969 hingga  1982. Tokoh Gundala ia ciptakan setelah Maza yang telah lebih dulu  muncul pada tahun 1968.
Petualangan Gundala berakhir pada tahun 1982 dengan buku terakhir  berjudul &amp;ldquo;Surat dari Akherat&amp;rdquo;. Sempat muncul kembali sebagai komik strip  di Jawa Pos pada tahun 1988, namun tidak bertahan lama.</content:encoded></item></channel></rss>
