<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peringati Nakba, Palestina Minta Indonesia Ambil Langkah Intervensi Atas Israel</title><description>Nakba atau bencana diperingati oleh warga Palestina setiap 15 Mei.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/17/18/2411341/peringati-nakba-palestina-minta-indonesia-ambil-langkah-intervensi-atas-israel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/17/18/2411341/peringati-nakba-palestina-minta-indonesia-ambil-langkah-intervensi-atas-israel"/><item><title>Peringati Nakba, Palestina Minta Indonesia Ambil Langkah Intervensi Atas Israel</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/17/18/2411341/peringati-nakba-palestina-minta-indonesia-ambil-langkah-intervensi-atas-israel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/17/18/2411341/peringati-nakba-palestina-minta-indonesia-ambil-langkah-intervensi-atas-israel</guid><pubDate>Senin 17 Mei 2021 18:22 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/17/18/2411341/peringati-nakba-palestina-minta-indonesia-ambil-langkah-intervensi-atas-israel-j8Eja9NEwc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/17/18/2411341/peringati-nakba-palestina-minta-indonesia-ambil-langkah-intervensi-atas-israel-j8Eja9NEwc.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Palestina, melalui Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, meminta pemerintah Indonesia mengambil langkah intervensi dan menggunakan mekanisme hukum internasional untuk meminta pertanggungjawaban okupasi Israel atas &amp;ldquo;pelanggaran terus menerus terhadap warga Palestina.&quot;
&amp;ldquo;Kami memohon dengan sangat kepada pemerintah Indonesia dan semua pendukung Palestina yang merdeka di negara ini untuk mengintervensi dan mengaktivasi mekanisme hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional, untuk meminta pertanggungjawaban okupasi Israel atas serangan yang terus menerus dilakukan terhadap warga sipil Palestina,&amp;rdquo; demikian dikatakan dalam pernyataan tertulis Kedutaan Besar Palestina, terkait peringatan Nakba, yang diterima di Jakarta, Senin (17/5/2021).
BACA JUGA: Arab Saudi Kutuk Serangan di Gaza, Sebut Israel Lakukan &quot;Pelanggaran Terang-terangan&quot;
Setiap tahun pada tanggal 15 Mei, masyarakat Palestina memperingati Nakba, yang disebut sebagai bencana yang masih berlangsung hingga saat ini sejak tahun 1948.
&amp;ldquo;Nakba adalah akar penyebab dari apa yang kita saksikan hari ini di Palestina yang diduduki. Ini adalah akar dari penderitaan kami yang masih berlangsung,&amp;rdquo; demikian Kedubes Palestina di Jakarta.
Menurut pernyataan tersebut, Nakba merujuk pada pengusiran besar-besaran dan pembersihan etnis atas kota-kota, desa-desa, dan masyarakat Palestina di tangan kelompok-kelompok pemukim ekstremis Yahudi, di mana para warga Palestina dipaksa keluar dari tempatnya dan tak pernah diizinkan untuk kembali.
BACA JUGA: Warga Palestina yang Terjebak Konflik Israel: Lebih Parah dari Film Horor, Pengeboman di mana-mana
&amp;ldquo;Nakba bukanlah kejadian masa lalu, tapi ini masih berlangsung. Untuk Israel, mengambil 78 persen dari Palestina yang bersejarah dengan kekerasan tidaklah cukup. Pencurian tanah, pengusiran, dan penekanan tak pernah berhenti satu hari pun (&amp;hellip;) Serangan terhadap masyarakat Palestina hanya dapat dipahami melalui konteks ini.&amp;rdquo;
Saat ini, ketegangan masih terus meningkat, dengan Israel yang meluncurkan puluhan serangan udara di Gaza dan kelompok militan Hamas terus melakukan serangan roket terhadap kota-kota di Israel dalam peperangan yang memasuki pekan kedua pada Senin.
Sebelumnya, personel militer Israel mengusir keluarga-keluarga  Palestina dari kawasan Sheikh Jarrah di Yerusalem. Serangan juga terjadi  di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada bulan suci Ramadhan, &amp;ldquo;dan sebelum  warga Palestina merayakan Paskah Ortodoks, ini adalah upaya yang  disengaja oleh kekuatan yang menduduki untuk menyalakan api lebih  besar.&amp;rdquo;
Menurut Kedubes Palestina, Gaza yang kini berada di bawah pengepungan  permanen dan telah terputus dari hubungan dengan dunia selama 15 tahun,  tengah menderita serangan yang terburuk, dengan ribuan orang terluka,  dan lebih dari 200 orang tewas termasuk perempuan dan anak-anak.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNS8xNi8xLzEzMzUwMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Semua ini terjadi di bawah penglihatan yang dekat dan &amp;lsquo;sangat  khawatir&amp;rsquo; dari komunitas internasional,&amp;rdquo; kata Kedubes Palestina yang  mengatakan bahwa senjata-senjata dan teknologi pengawasan yang dibeli  oleh Israel telah diuji terhadap Palestina.
&amp;ldquo;Ini waktunya untuk mengakui bahwa jika sebuah negara yang terdiri  secara mayoritas dari pengungsi, berada di bawah okupasi asing, dan  terkungkung dalam pecahan-pecahan lahan yang terus mengecil dan berada  di bawah ancaman permanen dari kelompok pemukim bersenjata, satu pihak  tak bisa mempertahankan sikap &amp;lsquo;netral&amp;rsquo;&amp;rdquo;.
Oleh karena itu, pemerintah Palestina mendesak agar komunitas   internasional mengambil langkah yang diperlukan untuk membantu   menghentikan pelanggaran-pelanggaran HAM dan tindak kriminal peperangan   yang dilakukan oleh Israel, termasuk kepada pemerintah Indonesia.
Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang vokal menyuarakan   dukungannya terhadap perjuangan Palestina dalam mewujudkan kemerdekaan   dari pendudukan Israel.
Hal tersebut telah ditegaskan oleh pemerintah Indonesia, baik oleh   Presiden Joko Widodo, maupun melalui Menteri Luar Negeri RI Retno   Marsudi.
&quot;Keadilan harus tercipta bagi rakyat Palestina. Dan saya tekankan   bahwa Indonesia akan terus mendukung perjuangan Palestina,&quot; kata Menlu   Retno dalam konferensi pers virtual membahas perkembangan pertemuan luar   biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Palestina, melalui Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, meminta pemerintah Indonesia mengambil langkah intervensi dan menggunakan mekanisme hukum internasional untuk meminta pertanggungjawaban okupasi Israel atas &amp;ldquo;pelanggaran terus menerus terhadap warga Palestina.&quot;
&amp;ldquo;Kami memohon dengan sangat kepada pemerintah Indonesia dan semua pendukung Palestina yang merdeka di negara ini untuk mengintervensi dan mengaktivasi mekanisme hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional, untuk meminta pertanggungjawaban okupasi Israel atas serangan yang terus menerus dilakukan terhadap warga sipil Palestina,&amp;rdquo; demikian dikatakan dalam pernyataan tertulis Kedutaan Besar Palestina, terkait peringatan Nakba, yang diterima di Jakarta, Senin (17/5/2021).
BACA JUGA: Arab Saudi Kutuk Serangan di Gaza, Sebut Israel Lakukan &quot;Pelanggaran Terang-terangan&quot;
Setiap tahun pada tanggal 15 Mei, masyarakat Palestina memperingati Nakba, yang disebut sebagai bencana yang masih berlangsung hingga saat ini sejak tahun 1948.
&amp;ldquo;Nakba adalah akar penyebab dari apa yang kita saksikan hari ini di Palestina yang diduduki. Ini adalah akar dari penderitaan kami yang masih berlangsung,&amp;rdquo; demikian Kedubes Palestina di Jakarta.
Menurut pernyataan tersebut, Nakba merujuk pada pengusiran besar-besaran dan pembersihan etnis atas kota-kota, desa-desa, dan masyarakat Palestina di tangan kelompok-kelompok pemukim ekstremis Yahudi, di mana para warga Palestina dipaksa keluar dari tempatnya dan tak pernah diizinkan untuk kembali.
BACA JUGA: Warga Palestina yang Terjebak Konflik Israel: Lebih Parah dari Film Horor, Pengeboman di mana-mana
&amp;ldquo;Nakba bukanlah kejadian masa lalu, tapi ini masih berlangsung. Untuk Israel, mengambil 78 persen dari Palestina yang bersejarah dengan kekerasan tidaklah cukup. Pencurian tanah, pengusiran, dan penekanan tak pernah berhenti satu hari pun (&amp;hellip;) Serangan terhadap masyarakat Palestina hanya dapat dipahami melalui konteks ini.&amp;rdquo;
Saat ini, ketegangan masih terus meningkat, dengan Israel yang meluncurkan puluhan serangan udara di Gaza dan kelompok militan Hamas terus melakukan serangan roket terhadap kota-kota di Israel dalam peperangan yang memasuki pekan kedua pada Senin.
Sebelumnya, personel militer Israel mengusir keluarga-keluarga  Palestina dari kawasan Sheikh Jarrah di Yerusalem. Serangan juga terjadi  di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada bulan suci Ramadhan, &amp;ldquo;dan sebelum  warga Palestina merayakan Paskah Ortodoks, ini adalah upaya yang  disengaja oleh kekuatan yang menduduki untuk menyalakan api lebih  besar.&amp;rdquo;
Menurut Kedubes Palestina, Gaza yang kini berada di bawah pengepungan  permanen dan telah terputus dari hubungan dengan dunia selama 15 tahun,  tengah menderita serangan yang terburuk, dengan ribuan orang terluka,  dan lebih dari 200 orang tewas termasuk perempuan dan anak-anak.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNS8xNi8xLzEzMzUwMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Semua ini terjadi di bawah penglihatan yang dekat dan &amp;lsquo;sangat  khawatir&amp;rsquo; dari komunitas internasional,&amp;rdquo; kata Kedubes Palestina yang  mengatakan bahwa senjata-senjata dan teknologi pengawasan yang dibeli  oleh Israel telah diuji terhadap Palestina.
&amp;ldquo;Ini waktunya untuk mengakui bahwa jika sebuah negara yang terdiri  secara mayoritas dari pengungsi, berada di bawah okupasi asing, dan  terkungkung dalam pecahan-pecahan lahan yang terus mengecil dan berada  di bawah ancaman permanen dari kelompok pemukim bersenjata, satu pihak  tak bisa mempertahankan sikap &amp;lsquo;netral&amp;rsquo;&amp;rdquo;.
Oleh karena itu, pemerintah Palestina mendesak agar komunitas   internasional mengambil langkah yang diperlukan untuk membantu   menghentikan pelanggaran-pelanggaran HAM dan tindak kriminal peperangan   yang dilakukan oleh Israel, termasuk kepada pemerintah Indonesia.
Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang vokal menyuarakan   dukungannya terhadap perjuangan Palestina dalam mewujudkan kemerdekaan   dari pendudukan Israel.
Hal tersebut telah ditegaskan oleh pemerintah Indonesia, baik oleh   Presiden Joko Widodo, maupun melalui Menteri Luar Negeri RI Retno   Marsudi.
&quot;Keadilan harus tercipta bagi rakyat Palestina. Dan saya tekankan   bahwa Indonesia akan terus mendukung perjuangan Palestina,&quot; kata Menlu   Retno dalam konferensi pers virtual membahas perkembangan pertemuan luar   biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
</content:encoded></item></channel></rss>
