<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Akui Larangan Mudik Tidak Berhasil 100%, tapi Bukan Berarti Gagal</title><description>Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, kebijakan larangan mudik tidak berhasil 100%, tapi bukan berarti gagal sama sekali.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/17/337/2410988/pemerintah-akui-larangan-mudik-tidak-berhasil-100-tapi-bukan-berarti-gagal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/17/337/2410988/pemerintah-akui-larangan-mudik-tidak-berhasil-100-tapi-bukan-berarti-gagal"/><item><title>Pemerintah Akui Larangan Mudik Tidak Berhasil 100%, tapi Bukan Berarti Gagal</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/17/337/2410988/pemerintah-akui-larangan-mudik-tidak-berhasil-100-tapi-bukan-berarti-gagal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/17/337/2410988/pemerintah-akui-larangan-mudik-tidak-berhasil-100-tapi-bukan-berarti-gagal</guid><pubDate>Senin 17 Mei 2021 08:31 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/17/337/2410988/pemerintah-akui-larangan-mudik-tidak-berhasil-100-tapi-bukan-berarti-gagal-0n5pVPfktH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko PMK Muhadjir Effendy (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/17/337/2410988/pemerintah-akui-larangan-mudik-tidak-berhasil-100-tapi-bukan-berarti-gagal-0n5pVPfktH.jpg</image><title>Menko PMK Muhadjir Effendy (Ist)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui larangan mudik Lebaran 1442 Hijriah tidak berhasil 100%. Namun, bukan berarti kebijakan tersebut gagal.

Menurut Muhadjir, secara umum upaya pemerintah membatasi pergerakan orang sudah bagus. Apalagi angka pemudik yang berangkat ke kampung pada tahun ini menurun.

&quot;Memang kebijakan peniadaan mudik ini tidak berhasil 100%, tapi bukan berarti gagal sama sekali. Secara umum sudah bagus,&quot; kata Muhadjir melalui keterangan pers resminya, Minggu (16/5/2021).

Muhadjir menuturkan, pemerintah telah memanfaatkan data historis peniadaan mudik tahun lalu. Dengan demikian, pemerintah sudah hafal betul dengan modus operandi warga yang nekat pergi mudik.

&quot;Kita juga betul-betul memanfaatkan data historis penanganan peniadaan mudik tahun lalu, termasuk kita perketat jalur-jalur tikus dan kita pelajari secara detail, kemudian modus operandi mereka yang nekat dengan cara-cara yang menurut mereka kreatif tapi sebetulnya itu tidak terbukti juga sudah kita antisipasi,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Hasil Penyekatan Kemarin, 36.468 Kendaraan Diputar Balik dan 24 Pemudik Positif Corona

Bahkan, tutur mantan Mendikbud tersebut, berdasarkan data kepolisan pada tahun ini jumlah pemudik  berkisar 1 juta orang. Jumlah yang berkurang signifikan dibandingkan tahun lalu itu menandakan aturan peniadaan mudik berjalan cukup efektif.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui larangan mudik Lebaran 1442 Hijriah tidak berhasil 100%. Namun, bukan berarti kebijakan tersebut gagal.

Menurut Muhadjir, secara umum upaya pemerintah membatasi pergerakan orang sudah bagus. Apalagi angka pemudik yang berangkat ke kampung pada tahun ini menurun.

&quot;Memang kebijakan peniadaan mudik ini tidak berhasil 100%, tapi bukan berarti gagal sama sekali. Secara umum sudah bagus,&quot; kata Muhadjir melalui keterangan pers resminya, Minggu (16/5/2021).

Muhadjir menuturkan, pemerintah telah memanfaatkan data historis peniadaan mudik tahun lalu. Dengan demikian, pemerintah sudah hafal betul dengan modus operandi warga yang nekat pergi mudik.

&quot;Kita juga betul-betul memanfaatkan data historis penanganan peniadaan mudik tahun lalu, termasuk kita perketat jalur-jalur tikus dan kita pelajari secara detail, kemudian modus operandi mereka yang nekat dengan cara-cara yang menurut mereka kreatif tapi sebetulnya itu tidak terbukti juga sudah kita antisipasi,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Hasil Penyekatan Kemarin, 36.468 Kendaraan Diputar Balik dan 24 Pemudik Positif Corona

Bahkan, tutur mantan Mendikbud tersebut, berdasarkan data kepolisan pada tahun ini jumlah pemudik  berkisar 1 juta orang. Jumlah yang berkurang signifikan dibandingkan tahun lalu itu menandakan aturan peniadaan mudik berjalan cukup efektif.
</content:encoded></item></channel></rss>
