<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terapi Mandi Tengah Malam di Pesantren Rehabilitasi Gangguan Mental Darut Tasbih   </title><description>PONDOK PESANTREN Darut Tasbih terletak di Desa Gelam Jaya, Pasar Kemis, Tangerang, Banten. Di Komplek Persantren</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/18/337/2411470/terapi-mandi-tengah-malam-di-pesantren-rehabilitasi-gangguan-mental-darut-tasbih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/18/337/2411470/terapi-mandi-tengah-malam-di-pesantren-rehabilitasi-gangguan-mental-darut-tasbih"/><item><title>Terapi Mandi Tengah Malam di Pesantren Rehabilitasi Gangguan Mental Darut Tasbih   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/18/337/2411470/terapi-mandi-tengah-malam-di-pesantren-rehabilitasi-gangguan-mental-darut-tasbih</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/18/337/2411470/terapi-mandi-tengah-malam-di-pesantren-rehabilitasi-gangguan-mental-darut-tasbih</guid><pubDate>Selasa 18 Mei 2021 07:16 WIB</pubDate><dc:creator>Doddy Handoko </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/18/337/2411470/terapi-mandi-tengah-malam-di-pesantren-rehabilitasi-gangguan-mental-darut-tasbih-OXlRFFdnzf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Para pengidap gangguan mental menjalani pengobatan di Ponpos Darut Tasbih.(Foto:Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/18/337/2411470/terapi-mandi-tengah-malam-di-pesantren-rehabilitasi-gangguan-mental-darut-tasbih-OXlRFFdnzf.jpg</image><title>Para pengidap gangguan mental menjalani pengobatan di Ponpos Darut Tasbih.(Foto:Istimewa)</title></images><description>PONDOK PESANTREN Darut Tasbih terletak di Desa Gelam Jaya, Pasar Kemis, Tangerang, Banten. Di Komplek Persantren yang berdiri atas lahan satu hektare lebih ini, merupakan pesantren yang salah satu kegiatannya adalah untuk merehabilitasi mental asuhan KH Rafiudin.
KH Rafiudin, pengasuh Pesantren Darut Tasbih menceritakan, yang datang ke pesantrennya memang mereka yang punya masalah dengan kejiwaan.
Lemah jiwa dan syaraf-syaraf itu banyak sekali yang disebabkan oleh mengkonsumsi makanan haram. Sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits-nya, makanan dan minuman yang haram itu, hanya akan dapat melemahkan jiwa; melemahkan mental.
&quot;Seringkali saya tanya pada orang tua pasien yang datang ke sini, anaknya itu dikasih makan apa? Nah, ternyata memang banyak dari mereka yang stress itu akibat makan dan minum dari hasil uang yang tidak halal, seperti, menipu, karupsi, dll,&amp;rdquo; ungkap Rafiudin serius.
Sementara untuk urusan Narkoba, menurut kiai asal Madura tersebut, kebanyakan dari mereka yang salah pergaulan dan mudahnya anak-anak muda atau siapa saja dalam mendapatkan narkoba.
Baca Juga: Kisah Karomah Abah Anom, Remas Batu Sampai Hancur hingga Ikan Misterius Dalam Gelas
Karenanya, Rafiudin turut mendukung program Pemerintah untuk pemberantasan narkoba. Sebab, banyak dari mereka yang mengkonsumsi narkoba, karena terjebak oleh temannya yang lebih dulu mengkonsumsinya.
&amp;ldquo;Makanya, di sinilah peran orang tua sangat penting untuk mendidik dan menjaga anak-anaknya, jangan sampai terkena narkoba. Karena itu merusak susunan syaraf dan sangat bahaya sekali. Selain itu, peredaran narkoba harus segera diberangus. Jangan lantas gembong narkoba cuma dihukum ringan-ringan saja.&amp;rdquo; Rafiudin mengimbau.Kemudian, bagi mereka yang terkena gangguan jin, itu biasanya karena  dendam atau rasa cinta dari bangsa jin, sehingga jin tersebut merasuki  tubuhnya lalu merusak sel syarafnya. Kalau susunan syarafnya rusak,  sudah pasti yang bersangkutan akan menjadi gila.
&amp;ldquo;Nah kalau yang namanya gangguan mental karena jin, itu bisa sembuh  jika diobati oleh mereka yang memang ahli dalam masalah-masalah gaib,  jadi tidak sembarangan. Dibacakan ayat-ayat Al-Quran misalnya, itu ada  ilmunya, tidak sekedar baca,&amp;rdquo; Rafiudin menjelaskan.
Lebih lanjut Rafiudin memaparkan, dari tiga kategori penyebab  gangguan mental tadi, cara pengobatan agamisnya nyaris sama, tapi terapi  pendekatan kejiwaannya yang agak beda.
Bagi mereka yang terkena gangguan mental akibat narkoba, yang sangat  diutamakan adalah pendekatan secara psikologis. Pasalnya, orang yang  terkena narkoba, biasanya sangat butuh perhatian.
Jadi sentuhan kejiwaan melalui pendekatan yang baik untuk  mengembalikan ke jati dirinya, itu sangat penting. Sehingga jika  pendekatan kasih sayang itu bisa melupakan bayang-bayang indah narkoba,  maka mereka akan dapat melupkan narkoba.
Bagi mereka yang mengalami gangguan mental akibat stress, juga  diterapkan dengan terapi pendekatan kejiwaan, tapi tidak separah mereka  yang terkena narkoba. Biasanya mereka diperbanyak dengan terapi air doa  yang berfungsi untuk menetralisir sumbatan-sumbatan pada urat syarafnya.
Secara spesifik Rafiudin menjelaskan, ada beberapa terapi yang tidak  seperti biasanya, yaitu terapi mandi tengah malam, di atas jam 01.00,  dini hari. Hal ini berfungsi untuk melembutkan syaraf-syarat di kepala.
Selanjutnya, pasien dibimbing untuk melaksanakan shalat sunnat Taubah  sebanyak-banyaknya, dengan bilangan setiap dua rakaat satu kali salam.  Selesai sholat sunnah Taubah, mereka dibimbing untuk membaca istighfar  sebanyak mungkin.
Terapi sebagaimana diungkap di atas, walau dilaksanakan secara  bersamaan, tapi setiap tiga orang pasien dibimbing oleh satu orang  ustadz. Dengan demikian, setiap pasien yang diterapi akan terkontrol  satu persatu.Selebihnya ada juga ramuan herbal yang diracik dari bahan-bahan alami  berasal dari pulau Madura. Karena memang Rafiudin berasal dari Madura,  maka ia selalu memesan ramuan herbal tersebut pada kelurganya di pulau  garam tersebut.
Fungsi dari ramuan herbal itu pada intinya adalah untuk menyegarkan  kembali oragan-organ dalam tubuh pasien serta untuk pemulihan  staminanya. Maka, secara agamis pasien dimunajatkan pada Allah SWT,  secara spiritual dan secara psikologis pasien disentuh jiwanya, dan  secara herbalis, pasien dioptimalkan kembali stamina dan fungsi organ  dalam tubuhnya.
Inti pengobatan gangguan mental di sini, secara hakikinya sama, yaitu  mendekatkan diri pada Allah SWT dan berusaha mereguk karomah Allah  sehingga dapat dengan cepat bisa disembuhkan. Adapun terapi-terapi  lainnya, adalah faktor pendukung.
Satu hal lagi, , lekas tidaknya kesembuhan seseorang, bisa juga  karena kesungguhan dari orang tuanya. Kalau orang tuanya ingin sekali  anaknya cepat sembuh, lalu ia melaksanakan juga beberapa wirid dan  sholat sunnat yang dituntunkan, biasanya pasien itu cepat sekali  sembuhnya.
&quot;Kenapa begitu? Karena kesungguhan orang tua itu adalah doa yang luar  biasa manfaatnya. Karena karidhoan Allah itu ada pada keridhoan orang  tua,&amp;rdquo; jelasnya
Ditanya, berapa lama biasanya mereka mendapatkan kesembuhan, Rafiudin  menjelaskan, bahwa hal itu sangat variatif. Ada yang hanya dalam waktu  tiga hari sembuh, ada juga yang seminggu, dan ada juga yang sampai tiga  bulan.
&amp;ldquo;Saya pernah dapat pasien Caleg stress karena gagal jadi anggota DPR.  Alhamdulillah, hanya dalam waktu sepuluh hari ia sembuh,&amp;rdquo; tutur  Rafiudin mencontohkan.</description><content:encoded>PONDOK PESANTREN Darut Tasbih terletak di Desa Gelam Jaya, Pasar Kemis, Tangerang, Banten. Di Komplek Persantren yang berdiri atas lahan satu hektare lebih ini, merupakan pesantren yang salah satu kegiatannya adalah untuk merehabilitasi mental asuhan KH Rafiudin.
KH Rafiudin, pengasuh Pesantren Darut Tasbih menceritakan, yang datang ke pesantrennya memang mereka yang punya masalah dengan kejiwaan.
Lemah jiwa dan syaraf-syaraf itu banyak sekali yang disebabkan oleh mengkonsumsi makanan haram. Sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits-nya, makanan dan minuman yang haram itu, hanya akan dapat melemahkan jiwa; melemahkan mental.
&quot;Seringkali saya tanya pada orang tua pasien yang datang ke sini, anaknya itu dikasih makan apa? Nah, ternyata memang banyak dari mereka yang stress itu akibat makan dan minum dari hasil uang yang tidak halal, seperti, menipu, karupsi, dll,&amp;rdquo; ungkap Rafiudin serius.
Sementara untuk urusan Narkoba, menurut kiai asal Madura tersebut, kebanyakan dari mereka yang salah pergaulan dan mudahnya anak-anak muda atau siapa saja dalam mendapatkan narkoba.
Baca Juga: Kisah Karomah Abah Anom, Remas Batu Sampai Hancur hingga Ikan Misterius Dalam Gelas
Karenanya, Rafiudin turut mendukung program Pemerintah untuk pemberantasan narkoba. Sebab, banyak dari mereka yang mengkonsumsi narkoba, karena terjebak oleh temannya yang lebih dulu mengkonsumsinya.
&amp;ldquo;Makanya, di sinilah peran orang tua sangat penting untuk mendidik dan menjaga anak-anaknya, jangan sampai terkena narkoba. Karena itu merusak susunan syaraf dan sangat bahaya sekali. Selain itu, peredaran narkoba harus segera diberangus. Jangan lantas gembong narkoba cuma dihukum ringan-ringan saja.&amp;rdquo; Rafiudin mengimbau.Kemudian, bagi mereka yang terkena gangguan jin, itu biasanya karena  dendam atau rasa cinta dari bangsa jin, sehingga jin tersebut merasuki  tubuhnya lalu merusak sel syarafnya. Kalau susunan syarafnya rusak,  sudah pasti yang bersangkutan akan menjadi gila.
&amp;ldquo;Nah kalau yang namanya gangguan mental karena jin, itu bisa sembuh  jika diobati oleh mereka yang memang ahli dalam masalah-masalah gaib,  jadi tidak sembarangan. Dibacakan ayat-ayat Al-Quran misalnya, itu ada  ilmunya, tidak sekedar baca,&amp;rdquo; Rafiudin menjelaskan.
Lebih lanjut Rafiudin memaparkan, dari tiga kategori penyebab  gangguan mental tadi, cara pengobatan agamisnya nyaris sama, tapi terapi  pendekatan kejiwaannya yang agak beda.
Bagi mereka yang terkena gangguan mental akibat narkoba, yang sangat  diutamakan adalah pendekatan secara psikologis. Pasalnya, orang yang  terkena narkoba, biasanya sangat butuh perhatian.
Jadi sentuhan kejiwaan melalui pendekatan yang baik untuk  mengembalikan ke jati dirinya, itu sangat penting. Sehingga jika  pendekatan kasih sayang itu bisa melupakan bayang-bayang indah narkoba,  maka mereka akan dapat melupkan narkoba.
Bagi mereka yang mengalami gangguan mental akibat stress, juga  diterapkan dengan terapi pendekatan kejiwaan, tapi tidak separah mereka  yang terkena narkoba. Biasanya mereka diperbanyak dengan terapi air doa  yang berfungsi untuk menetralisir sumbatan-sumbatan pada urat syarafnya.
Secara spesifik Rafiudin menjelaskan, ada beberapa terapi yang tidak  seperti biasanya, yaitu terapi mandi tengah malam, di atas jam 01.00,  dini hari. Hal ini berfungsi untuk melembutkan syaraf-syarat di kepala.
Selanjutnya, pasien dibimbing untuk melaksanakan shalat sunnat Taubah  sebanyak-banyaknya, dengan bilangan setiap dua rakaat satu kali salam.  Selesai sholat sunnah Taubah, mereka dibimbing untuk membaca istighfar  sebanyak mungkin.
Terapi sebagaimana diungkap di atas, walau dilaksanakan secara  bersamaan, tapi setiap tiga orang pasien dibimbing oleh satu orang  ustadz. Dengan demikian, setiap pasien yang diterapi akan terkontrol  satu persatu.Selebihnya ada juga ramuan herbal yang diracik dari bahan-bahan alami  berasal dari pulau Madura. Karena memang Rafiudin berasal dari Madura,  maka ia selalu memesan ramuan herbal tersebut pada kelurganya di pulau  garam tersebut.
Fungsi dari ramuan herbal itu pada intinya adalah untuk menyegarkan  kembali oragan-organ dalam tubuh pasien serta untuk pemulihan  staminanya. Maka, secara agamis pasien dimunajatkan pada Allah SWT,  secara spiritual dan secara psikologis pasien disentuh jiwanya, dan  secara herbalis, pasien dioptimalkan kembali stamina dan fungsi organ  dalam tubuhnya.
Inti pengobatan gangguan mental di sini, secara hakikinya sama, yaitu  mendekatkan diri pada Allah SWT dan berusaha mereguk karomah Allah  sehingga dapat dengan cepat bisa disembuhkan. Adapun terapi-terapi  lainnya, adalah faktor pendukung.
Satu hal lagi, , lekas tidaknya kesembuhan seseorang, bisa juga  karena kesungguhan dari orang tuanya. Kalau orang tuanya ingin sekali  anaknya cepat sembuh, lalu ia melaksanakan juga beberapa wirid dan  sholat sunnat yang dituntunkan, biasanya pasien itu cepat sekali  sembuhnya.
&quot;Kenapa begitu? Karena kesungguhan orang tua itu adalah doa yang luar  biasa manfaatnya. Karena karidhoan Allah itu ada pada keridhoan orang  tua,&amp;rdquo; jelasnya
Ditanya, berapa lama biasanya mereka mendapatkan kesembuhan, Rafiudin  menjelaskan, bahwa hal itu sangat variatif. Ada yang hanya dalam waktu  tiga hari sembuh, ada juga yang seminggu, dan ada juga yang sampai tiga  bulan.
&amp;ldquo;Saya pernah dapat pasien Caleg stress karena gagal jadi anggota DPR.  Alhamdulillah, hanya dalam waktu sepuluh hari ia sembuh,&amp;rdquo; tutur  Rafiudin mencontohkan.</content:encoded></item></channel></rss>
