<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tongkang Tenggelam Dihantam Topan Tauktae, Setidaknya 26 Tewas, 53 Masih Hilang</title><description>Jumlah korban tewas diperkirakan akan bertambah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/20/18/2412743/tongkang-tenggelam-dihantam-topan-tauktae-setidaknya-26-tewas-53-masih-hilang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/20/18/2412743/tongkang-tenggelam-dihantam-topan-tauktae-setidaknya-26-tewas-53-masih-hilang"/><item><title>Tongkang Tenggelam Dihantam Topan Tauktae, Setidaknya 26 Tewas, 53 Masih Hilang</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/20/18/2412743/tongkang-tenggelam-dihantam-topan-tauktae-setidaknya-26-tewas-53-masih-hilang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/20/18/2412743/tongkang-tenggelam-dihantam-topan-tauktae-setidaknya-26-tewas-53-masih-hilang</guid><pubDate>Kamis 20 Mei 2021 10:31 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/20/18/2412743/tongkang-tenggelam-dihantam-topan-tauktae-setidaknya-26-tewas-53-masih-hilang-IRrfBOL9kc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dampak Topan Tauktae di India. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/20/18/2412743/tongkang-tenggelam-dihantam-topan-tauktae-setidaknya-26-tewas-53-masih-hilang-IRrfBOL9kc.jpg</image><title>Dampak Topan Tauktae di India. (Foto: Reuters)</title></images><description>MUMBAI &amp;ndash; Dua puluh enam jenazah telah ditemukan di lepas pantai Kota Mumbai, India di mana sebuah tongkang dengan 261 orang di dalamnya tenggelam pada Senin (17/5/2021) akibat dihantam topan dahsyat.
Korban tewas diperkirakan akan meningkat seiring operasi penyelamatan berlanjut. Sedikitnya 53 orang masih hilang.
BACA JUGA: Topan Terkuat dalam 70 Tahun Akan Hantam Mumbai, Lebih dari 100.000 Dievakuasi
Sebuah kapal perang angkatan laut kembali ke pelabuhan kota pada Rabu (19/5/2021) dengan beberapa dari 186 korban selamat sejauh ini telah diselamatkan. Tiga puluh lima orang juga telah diselamatkan dari tiga tongkang lainnya yang terdampar akibat Topan Tauktae.
Topan itu melemah setelah menghantam daratan pada Senin, tetapi setidaknya 19 orang dipastikan tewas di darat dalam badai tersebut.
Tongkang itu sedang mengerjakan proyek untuk Perusahaan Minyak dan Gas Alam India (ONGC). Itu membawa personel yang dikerahkan untuk pengeboran lepas pantai. Saat badai melanda, jangkar tongkang itu lepas dan kapal mulai melayang.
&quot;Kami masih mengawasi orang-orang di daerah itu. Kami harus optimis. Saat ini kondisinya sudah membaik. Mudah-mudahan yang terburuk sudah berlalu,&quot; kata Kapten Sachin Sequeira, komandan kapal perang INS Kochi, kepada kantor berita ANI. .
&quot;Tongkang itu tenggelam, jadi saya harus melompat ke laut. Saya berada di laut selama 11 jam. Setelah itu (angkatan laut) menyelamatkan kami,&quot; kata seorang korban yang selamat kepada ANI.
BACA JUGA: Topan Nivar Terjang India, Lebih dari 175 Ribu Orang Dievakuasi
Setelah menerima panggilan darurat dari tongkang yang juga disebut Papaa-305 (P305), kapal angkatan laut tersebut berlayar dalam kondisi cuaca yang sulit.
&quot;(Badai) baru saja melewati bagian barat (kota) Mumbai ketika kami tiba di tempat kejadian, kami mengambil alih situasi,&quot; kata Kapten Sequeira.
&quot;Operasi pencarian dan penyelamatan intensif termasuk operasi pencarian helikopter sedang berlangsung untuk menemukan dan menyelamatkan personel yang hilang,&quot; kata Afcons, perusahaan pengembangan infrastruktur yang menyewa tongkang tersebut, dalam sebuah pernyataan.

Angkatan Laut telah melakukan misi penyelamatan udara dan laut  besar-besaran untuk para pekerja minyak yang hilang, yang terhambat oleh  gelombang besar.
&quot;Ada gelombang setinggi 20 hingga 25 kaki (enam hingga 7,6m), angin  kencang dan jarak pandang rendah,&quot; kata juru bicara angkatan laut Vivek  Madhwal.
Awalnya diklasifikasikan sebagai &quot;sangat parah&quot;, Tauktae mendarat di  negara bagian Gujarat pada Senin malam dengan kecepatan angin hingga 160  km/jam.
Angin merusak pantai di Gujarat, menumbangkan pepohonan dan tiang  listrik. Pasokan listrik diputus di beberapa kabupaten sebagai tindakan  pencegahan.
Sekitar 200.000 orang dievakuasi di beberapa negara bagian saat topan  mendekat, disertai hujan lebat dan angin kencang. Tauktae adalah topan  terkuat yang melanda pantai Gujarat sejak 1998.
Badai telah melanda wilayah itu di tengah gelombang kedua Covid-19 yang menghancurkan yang telah membanjiri rumah sakit India.
Seorang juru bicara angkatan laut mengatakan kepada BBC bahwa mereka  telah mengirim tiga kapal perang untuk menyelamatkan mereka yang berada  di tiga tongkang komersial yang terdampar. Dua kapal tongkang berada di  lepas pantai Mumbai, ibu kota Negara Bagian Maharashtra, sedangkan yang  ketiga berada di lepas pantai Negara Bagian Gujarat.</description><content:encoded>MUMBAI &amp;ndash; Dua puluh enam jenazah telah ditemukan di lepas pantai Kota Mumbai, India di mana sebuah tongkang dengan 261 orang di dalamnya tenggelam pada Senin (17/5/2021) akibat dihantam topan dahsyat.
Korban tewas diperkirakan akan meningkat seiring operasi penyelamatan berlanjut. Sedikitnya 53 orang masih hilang.
BACA JUGA: Topan Terkuat dalam 70 Tahun Akan Hantam Mumbai, Lebih dari 100.000 Dievakuasi
Sebuah kapal perang angkatan laut kembali ke pelabuhan kota pada Rabu (19/5/2021) dengan beberapa dari 186 korban selamat sejauh ini telah diselamatkan. Tiga puluh lima orang juga telah diselamatkan dari tiga tongkang lainnya yang terdampar akibat Topan Tauktae.
Topan itu melemah setelah menghantam daratan pada Senin, tetapi setidaknya 19 orang dipastikan tewas di darat dalam badai tersebut.
Tongkang itu sedang mengerjakan proyek untuk Perusahaan Minyak dan Gas Alam India (ONGC). Itu membawa personel yang dikerahkan untuk pengeboran lepas pantai. Saat badai melanda, jangkar tongkang itu lepas dan kapal mulai melayang.
&quot;Kami masih mengawasi orang-orang di daerah itu. Kami harus optimis. Saat ini kondisinya sudah membaik. Mudah-mudahan yang terburuk sudah berlalu,&quot; kata Kapten Sachin Sequeira, komandan kapal perang INS Kochi, kepada kantor berita ANI. .
&quot;Tongkang itu tenggelam, jadi saya harus melompat ke laut. Saya berada di laut selama 11 jam. Setelah itu (angkatan laut) menyelamatkan kami,&quot; kata seorang korban yang selamat kepada ANI.
BACA JUGA: Topan Nivar Terjang India, Lebih dari 175 Ribu Orang Dievakuasi
Setelah menerima panggilan darurat dari tongkang yang juga disebut Papaa-305 (P305), kapal angkatan laut tersebut berlayar dalam kondisi cuaca yang sulit.
&quot;(Badai) baru saja melewati bagian barat (kota) Mumbai ketika kami tiba di tempat kejadian, kami mengambil alih situasi,&quot; kata Kapten Sequeira.
&quot;Operasi pencarian dan penyelamatan intensif termasuk operasi pencarian helikopter sedang berlangsung untuk menemukan dan menyelamatkan personel yang hilang,&quot; kata Afcons, perusahaan pengembangan infrastruktur yang menyewa tongkang tersebut, dalam sebuah pernyataan.

Angkatan Laut telah melakukan misi penyelamatan udara dan laut  besar-besaran untuk para pekerja minyak yang hilang, yang terhambat oleh  gelombang besar.
&quot;Ada gelombang setinggi 20 hingga 25 kaki (enam hingga 7,6m), angin  kencang dan jarak pandang rendah,&quot; kata juru bicara angkatan laut Vivek  Madhwal.
Awalnya diklasifikasikan sebagai &quot;sangat parah&quot;, Tauktae mendarat di  negara bagian Gujarat pada Senin malam dengan kecepatan angin hingga 160  km/jam.
Angin merusak pantai di Gujarat, menumbangkan pepohonan dan tiang  listrik. Pasokan listrik diputus di beberapa kabupaten sebagai tindakan  pencegahan.
Sekitar 200.000 orang dievakuasi di beberapa negara bagian saat topan  mendekat, disertai hujan lebat dan angin kencang. Tauktae adalah topan  terkuat yang melanda pantai Gujarat sejak 1998.
Badai telah melanda wilayah itu di tengah gelombang kedua Covid-19 yang menghancurkan yang telah membanjiri rumah sakit India.
Seorang juru bicara angkatan laut mengatakan kepada BBC bahwa mereka  telah mengirim tiga kapal perang untuk menyelamatkan mereka yang berada  di tiga tongkang komersial yang terdampar. Dua kapal tongkang berada di  lepas pantai Mumbai, ibu kota Negara Bagian Maharashtra, sedangkan yang  ketiga berada di lepas pantai Negara Bagian Gujarat.</content:encoded></item></channel></rss>
