<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Konten Negatif Terus Bermunculan, Radikalisme Digital Harus Diwaspadai</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tantangan ruang digital saat ini semakin besar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/20/337/2412742/jokowi-konten-negatif-terus-bermunculan-radikalisme-digital-harus-diwaspadai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/20/337/2412742/jokowi-konten-negatif-terus-bermunculan-radikalisme-digital-harus-diwaspadai"/><item><title>Jokowi: Konten Negatif Terus Bermunculan, Radikalisme Digital Harus Diwaspadai</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/20/337/2412742/jokowi-konten-negatif-terus-bermunculan-radikalisme-digital-harus-diwaspadai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/20/337/2412742/jokowi-konten-negatif-terus-bermunculan-radikalisme-digital-harus-diwaspadai</guid><pubDate>Kamis 20 Mei 2021 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/20/337/2412742/jokowi-konten-negatif-terus-bermunculan-radikalisme-digital-harus-diwaspadai-5cu08364Xm.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Kominfo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/20/337/2412742/jokowi-konten-negatif-terus-bermunculan-radikalisme-digital-harus-diwaspadai-5cu08364Xm.JPG</image><title>Foto: Kominfo</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tantangan ruang digital saat ini semakin besar. Konten-konten negatif terus bermunculan, seperti hoaks, eksploitasi seksual, perjudian, ujaran kebencian, hingga radikalisme berbasis digital. Hal ini harus diantisipasi karena dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

&quot;Tantangan di ruang digital semakin besar. Sangat besar. Konten-konten negatif terus bermunculan. Kejahatan di ruang digital terus meningkat. Hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual kepada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital perlu terus diwaspadai. Karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,&quot; katanya saat meluncurkan Program Literasi Digital Nasional, Kamis (20/5/2021).

Jokowi berujar, kewajiban warga negara dalam komunitas digital yakni meminimalkan konten negatif serta membanjiri ruang digital dengan konten positif. Di samping itu kecakapan digital pun harus ditingkatkan agar muncul konten kreatif yang mendidik.

&quot;Kewajiban kita bersama untuk terus meminimalkan konten negatif, membanjiri ruang digital dengan konten-konten positif. Banjiri terus, isi terus dengan konten-konten positif. Kita harus tingkatkan kecakapan digital masyarakat agar mampu menciptakan lebih banyak konten kreatif yang mendidik, menyejukkan, yang menyerukan perdamaian,&quot; tuturnya.

Internet, kata Jokowi, harus mampu meningkatkan produktivitas  masyarakat. UMKM harus naik kelas. Dengan demikian internet bisa membuat  nilai tambah ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.

&quot;Literasi digital adalah kerja besar. Pemerintah tidak bisa kerja  sendirian. Perlu mendapatkan dukungan seluruh komponen bangsa agar  semakin banyak masyarakat yang melek digital,&quot; ucapnya.

&quot;Saya memberikan apreaisasi kepada 110 lembaga dan berbagai komunitas  yang terlibat dalam program literasi digital nasional ini. Saya  berharap gerakan ini menggelinding dan terus membesar, bisa mendorong  berbagai inisiatif di tempat lain, melakukan kerja konkret di tengah  masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan  edukatif dan produktif,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tantangan ruang digital saat ini semakin besar. Konten-konten negatif terus bermunculan, seperti hoaks, eksploitasi seksual, perjudian, ujaran kebencian, hingga radikalisme berbasis digital. Hal ini harus diantisipasi karena dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

&quot;Tantangan di ruang digital semakin besar. Sangat besar. Konten-konten negatif terus bermunculan. Kejahatan di ruang digital terus meningkat. Hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual kepada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital perlu terus diwaspadai. Karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,&quot; katanya saat meluncurkan Program Literasi Digital Nasional, Kamis (20/5/2021).

Jokowi berujar, kewajiban warga negara dalam komunitas digital yakni meminimalkan konten negatif serta membanjiri ruang digital dengan konten positif. Di samping itu kecakapan digital pun harus ditingkatkan agar muncul konten kreatif yang mendidik.

&quot;Kewajiban kita bersama untuk terus meminimalkan konten negatif, membanjiri ruang digital dengan konten-konten positif. Banjiri terus, isi terus dengan konten-konten positif. Kita harus tingkatkan kecakapan digital masyarakat agar mampu menciptakan lebih banyak konten kreatif yang mendidik, menyejukkan, yang menyerukan perdamaian,&quot; tuturnya.

Internet, kata Jokowi, harus mampu meningkatkan produktivitas  masyarakat. UMKM harus naik kelas. Dengan demikian internet bisa membuat  nilai tambah ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.

&quot;Literasi digital adalah kerja besar. Pemerintah tidak bisa kerja  sendirian. Perlu mendapatkan dukungan seluruh komponen bangsa agar  semakin banyak masyarakat yang melek digital,&quot; ucapnya.

&quot;Saya memberikan apreaisasi kepada 110 lembaga dan berbagai komunitas  yang terlibat dalam program literasi digital nasional ini. Saya  berharap gerakan ini menggelinding dan terus membesar, bisa mendorong  berbagai inisiatif di tempat lain, melakukan kerja konkret di tengah  masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan  edukatif dan produktif,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
