<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Covid-19 Tak Kunjung Turun, Satgas &quot;Pelototi&quot; 7 Daerah Ini</title><description>Wiku mengapresiasi pemerintah daerah yang telah berhasil menurunkan zona risiko tinggi dan zona risiko sedang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/20/337/2412984/kasus-covid-19-tak-kunjung-turun-satgas-pelototi-7-daerah-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/20/337/2412984/kasus-covid-19-tak-kunjung-turun-satgas-pelototi-7-daerah-ini"/><item><title>Kasus Covid-19 Tak Kunjung Turun, Satgas &quot;Pelototi&quot; 7 Daerah Ini</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/20/337/2412984/kasus-covid-19-tak-kunjung-turun-satgas-pelototi-7-daerah-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/20/337/2412984/kasus-covid-19-tak-kunjung-turun-satgas-pelototi-7-daerah-ini</guid><pubDate>Kamis 20 Mei 2021 15:46 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/20/337/2412984/kasus-covid-19-tak-kunjung-turun-satgas-pelotoli-7-daerah-ini-h8PFF6fa5q.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: Satgas Covid-19)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/20/337/2412984/kasus-covid-19-tak-kunjung-turun-satgas-pelotoli-7-daerah-ini-h8PFF6fa5q.jpeg</image><title>Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: Satgas Covid-19)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, tidak ada penambahan jumlah zona hijau terkait penanganan virus corona di Indonesia.
Sementara itu, zona kuning mengalami kenaikan dan zona oranye serta merah mengalami penurunan meskipun jumlahnya sedikit.
&quot;Di Minggu lalu terjadi penurunan zona merah yaitu dari 12 kabupaten/kota menjadi 7 kabupaten/kota. Selain itu zona oranye juga mengalami penurunan jumlah meskipun hanya sedikit yaitu dari 324 menjadi 321. Selanjutnya zona kuning mengalami kenaikan dari 169 menjadi 177. Sedangkan untuk zona hijau jumlahnya tetap,&quot; kata Wiku, Kamis (20/5/2021).
Wiku mengapresiasi pemerintah daerah yang telah berhasil menurunkan zona risiko tinggi dan zona risiko sedang. Adapun dari Minggu ke Minggu angka zona risiko sedang cenderung mengalami kenaikan.
&quot;Saya apresiasi bahwa di Minggu ini terdapat 37 kabupaten/kota yang berpindah dri zona oranye ke zona kuning. Yang mencakup kab/kota dari provinsi Aceh ada 2. Sumatera Utara ada 4. Jambi ada 3. Sumatera Selatan ada 2. Bengkulu ada 2. Lampung ada 2. DKI Jakarta 1. Jawa Timur ada 6. NTT ada 5. Kalimantan Barat ada 1. Kalimantan Utara ada 1. Sulawesi Barat ada 1. Maluku ada 2. Dan Papua ada 4. Serta Papua Barat ada 1,&quot; paparnya.Namun, Wiku mengingatkan daerah yang masuk zona merah untuk  memperbaiki pola penanganan virus coronanya. Sejumlah daerah zona merah  yang diperingatkan Satgas antara lain Sleman di DIY, Kota Salatiga di  Jawa Tengah, Kota Palembang di Sumatera Selatan, Kota Pekanbaru di Riau,  Solok dan Kota Bukittinggi di Sumatera Barat, serta Deli Serdang di  Sumatera Utara.
&quot;Kepada 7 kabupaten/kota ini, mohon untuk segera memperbaiki  penanganan Covid-19 di wilayah. Karena seperti yang saya sampaikan  sebelumnya bahwa perkembangan di Minggu lalu belum dampak dari libur  Idul Fitri dan periode mudik. Jika pada saat ini 7 kabupaten/kota ini  sdah berada di zona merah sebelum dampak libur Idul Fitri terlihat bukan  tidak mungkin kabupaten/kota ini akan kewalahan menghadapi kemungkinan  kenaikan kasus Covid-19 yang berpotensi terjadi dua atau tiga minggu ke  depan,&quot; tuturnya.
&quot;Seperti yang saya sampaikan sebelumnya dampak libur panjang terhadap  kenaikan kasus biasanya baru dapat terlihat dalam dua sampai tiga  Minggu kemudian. Untuk itu saya ingatkan tidak hanya untuk  kabupaten/kota di zona merah saja namun di seluruh zonasi risiko untuk  terus meningkatkan penanganan Covid-19 di wilayahnya. Utamanya dalam  beberapa minggu ke depan sebagai antispasi dampak dari libur Idul  Fitri,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, tidak ada penambahan jumlah zona hijau terkait penanganan virus corona di Indonesia.
Sementara itu, zona kuning mengalami kenaikan dan zona oranye serta merah mengalami penurunan meskipun jumlahnya sedikit.
&quot;Di Minggu lalu terjadi penurunan zona merah yaitu dari 12 kabupaten/kota menjadi 7 kabupaten/kota. Selain itu zona oranye juga mengalami penurunan jumlah meskipun hanya sedikit yaitu dari 324 menjadi 321. Selanjutnya zona kuning mengalami kenaikan dari 169 menjadi 177. Sedangkan untuk zona hijau jumlahnya tetap,&quot; kata Wiku, Kamis (20/5/2021).
Wiku mengapresiasi pemerintah daerah yang telah berhasil menurunkan zona risiko tinggi dan zona risiko sedang. Adapun dari Minggu ke Minggu angka zona risiko sedang cenderung mengalami kenaikan.
&quot;Saya apresiasi bahwa di Minggu ini terdapat 37 kabupaten/kota yang berpindah dri zona oranye ke zona kuning. Yang mencakup kab/kota dari provinsi Aceh ada 2. Sumatera Utara ada 4. Jambi ada 3. Sumatera Selatan ada 2. Bengkulu ada 2. Lampung ada 2. DKI Jakarta 1. Jawa Timur ada 6. NTT ada 5. Kalimantan Barat ada 1. Kalimantan Utara ada 1. Sulawesi Barat ada 1. Maluku ada 2. Dan Papua ada 4. Serta Papua Barat ada 1,&quot; paparnya.Namun, Wiku mengingatkan daerah yang masuk zona merah untuk  memperbaiki pola penanganan virus coronanya. Sejumlah daerah zona merah  yang diperingatkan Satgas antara lain Sleman di DIY, Kota Salatiga di  Jawa Tengah, Kota Palembang di Sumatera Selatan, Kota Pekanbaru di Riau,  Solok dan Kota Bukittinggi di Sumatera Barat, serta Deli Serdang di  Sumatera Utara.
&quot;Kepada 7 kabupaten/kota ini, mohon untuk segera memperbaiki  penanganan Covid-19 di wilayah. Karena seperti yang saya sampaikan  sebelumnya bahwa perkembangan di Minggu lalu belum dampak dari libur  Idul Fitri dan periode mudik. Jika pada saat ini 7 kabupaten/kota ini  sdah berada di zona merah sebelum dampak libur Idul Fitri terlihat bukan  tidak mungkin kabupaten/kota ini akan kewalahan menghadapi kemungkinan  kenaikan kasus Covid-19 yang berpotensi terjadi dua atau tiga minggu ke  depan,&quot; tuturnya.
&quot;Seperti yang saya sampaikan sebelumnya dampak libur panjang terhadap  kenaikan kasus biasanya baru dapat terlihat dalam dua sampai tiga  Minggu kemudian. Untuk itu saya ingatkan tidak hanya untuk  kabupaten/kota di zona merah saja namun di seluruh zonasi risiko untuk  terus meningkatkan penanganan Covid-19 di wilayahnya. Utamanya dalam  beberapa minggu ke depan sebagai antispasi dampak dari libur Idul  Fitri,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
