<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>279 Juta Data Penduduk Diperjualbelikan, Ini Kata Kemendagri   </title><description>Tawaran jual beli itu dilakukan oleh akun bernama &quot;Kotz&quot; di Raid Forum.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/20/337/2413056/279-juta-data-penduduk-diperjualbelikan-ini-kata-kemendagri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/20/337/2413056/279-juta-data-penduduk-diperjualbelikan-ini-kata-kemendagri"/><item><title>279 Juta Data Penduduk Diperjualbelikan, Ini Kata Kemendagri   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/20/337/2413056/279-juta-data-penduduk-diperjualbelikan-ini-kata-kemendagri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/20/337/2413056/279-juta-data-penduduk-diperjualbelikan-ini-kata-kemendagri</guid><pubDate>Kamis 20 Mei 2021 17:09 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/20/337/2413056/279-juta-data-penduduk-diperjualbelikan-ini-kata-kemendagri-bspSa4N1oT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/20/337/2413056/279-juta-data-penduduk-diperjualbelikan-ini-kata-kemendagri-bspSa4N1oT.jpg</image><title>Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Beredar kabar sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diperjualbelikan di media sosial (medsos). Tawaran jual beli itu dilakukan oleh akun bernama &quot;Kotz&quot; di Raid Forum.
Pada forum tersebut disebutkan bahwa data yang diperjual belikan adalah data masyarakat yang masih hidup maupun yang telah meninggal.
Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrullah memastikan bahwa data tersebut bukan berasal dari Dukcapil Kemendagri.
&amp;ldquo;Bukan data kami. Kami sudah cek data centre kami tidak ada log dan traffic yang mencurigakan,&amp;rdquo; katanya saat dihubungi, Kamis (20/5/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Kepala Dinas Dukcapil Wajib Berkawan dengan Penjaga Makam!
Dia pun menegaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengamanan data kependudukan di Dukcapil. &amp;ldquo;Ciber security itu dinamis sekali. Kami terus waspada dan meningkatkan pengamanan terus menerus,&amp;rdquo; ujarnya.
Zudan berencana untuk melakukan rapat dengan berbagai lembaga pengguna mitra Dukcapil Kemendagri. Seperti diketahui data dukcapil juga diakses oleh beberapa lembaga untuk kebutuhan verifikasi. &amp;ldquo;Kami pekan depan akan rakornas dengan lembaga pengguna mitra dukcapil,&amp;rdquo; pungkasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Menko PMK Ingin Tak Ada Lagi Perbedaan Data Kependudukan</description><content:encoded>JAKARTA - Beredar kabar sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diperjualbelikan di media sosial (medsos). Tawaran jual beli itu dilakukan oleh akun bernama &quot;Kotz&quot; di Raid Forum.
Pada forum tersebut disebutkan bahwa data yang diperjual belikan adalah data masyarakat yang masih hidup maupun yang telah meninggal.
Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrullah memastikan bahwa data tersebut bukan berasal dari Dukcapil Kemendagri.
&amp;ldquo;Bukan data kami. Kami sudah cek data centre kami tidak ada log dan traffic yang mencurigakan,&amp;rdquo; katanya saat dihubungi, Kamis (20/5/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Kepala Dinas Dukcapil Wajib Berkawan dengan Penjaga Makam!
Dia pun menegaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengamanan data kependudukan di Dukcapil. &amp;ldquo;Ciber security itu dinamis sekali. Kami terus waspada dan meningkatkan pengamanan terus menerus,&amp;rdquo; ujarnya.
Zudan berencana untuk melakukan rapat dengan berbagai lembaga pengguna mitra Dukcapil Kemendagri. Seperti diketahui data dukcapil juga diakses oleh beberapa lembaga untuk kebutuhan verifikasi. &amp;ldquo;Kami pekan depan akan rakornas dengan lembaga pengguna mitra dukcapil,&amp;rdquo; pungkasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Menko PMK Ingin Tak Ada Lagi Perbedaan Data Kependudukan</content:encoded></item></channel></rss>
