<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masinis Pergi ke Toilet, Kereta Shinkansen Melaju 150 Km/Jam Tanpa Pengemudi</title><description>Kejadian itu terungkap setelah kereta ekspres tujuan Shin-Osaka melewati stasiun Mishima&amp;nbsp; 1 menit terlambat dari jadwal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/21/18/2413406/masinis-pergi-ke-toilet-kereta-shinkansen-melaju-150-km-jam-tanpa-pengemudi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/21/18/2413406/masinis-pergi-ke-toilet-kereta-shinkansen-melaju-150-km-jam-tanpa-pengemudi"/><item><title>Masinis Pergi ke Toilet, Kereta Shinkansen Melaju 150 Km/Jam Tanpa Pengemudi</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/21/18/2413406/masinis-pergi-ke-toilet-kereta-shinkansen-melaju-150-km-jam-tanpa-pengemudi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/21/18/2413406/masinis-pergi-ke-toilet-kereta-shinkansen-melaju-150-km-jam-tanpa-pengemudi</guid><pubDate>Jum'at 21 Mei 2021 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/21/18/2413406/masinis-pergi-ke-toilet-kereta-shinkansen-melaju-150-km-jam-tanpa-pengemudi-fpsaGLnsp6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kereta Shinkansen Jepang. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/21/18/2413406/masinis-pergi-ke-toilet-kereta-shinkansen-melaju-150-km-jam-tanpa-pengemudi-fpsaGLnsp6.jpg</image><title>Kereta Shinkansen Jepang. (Foto: Reuters)</title></images><description>NAGOYA - Seorang masinis kereta peluru Shinkansen di Jepang meninggalkan kokpit untuk menggunakan toilet saat kereta berjalan dengan kecepatan 150 kilometer per jam membawa sekira 160 penumpang.
Menurut keterangan perusahaan kereta Central Japan Railway Co.,Kamis (20/5/2021) masinis berusia 36 tahun itu keluar dari kokpit kereta Hikari No. 633 selama sekitar tiga menit setelah meminta seorang kondektur untuk menggantikannya. Insiden itu terjadi di kereta Shinkansen yang melaju antara stasiun Atami dan Mishima stasiun di Prefektur Shizuoka pada Minggu (16/5/2021) sekira pukul 8.15 pagi.
BACA JUGA: Kereta Jepang Berhenti karena Penumpang Batuk Tanpa Masker, Begini Kronologinya
Si Kondektur, yang juga berusia 36 tahun, tidak memiliki izin untuk mengemudikan kereta peluru.
Perusahaan kereta yang juga dikenal dengan nama JR Central itu menyatakan bahwa insiden ini merupakan contoh pertama seorang pengemudi di jalur kereta peluru meninggalkan kokpit Saat kereta melaju kencang dengan penumpang di dalamnya. Meskipun ada kasus serupa pada 2001, pengemudi saat itu sedang mengoperasikan kereta peluru yang sedang tidak digunakan.
JR Central melaporkan insiden itu ke Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata, dengan mengatakan itu adalah pelanggaran peraturan kementerian.
Menyusul laporan tersebut, Masahiro Hayatsu, seorang pejabat senior JR Central, mengatakan pada konferensi pers, &quot;Itu adalah tindakan yang sangat tidak pantas. Kami minta maaf.&quot;
BACA JUGA: Kereta Peluru di Jepang Melaju 280 Km/Jam dengan Pintu Terbuka
Perusahaan sedang mempertimbangkan untuk mengambil tindakan hukuman terhadap pengemudi dan kondektur.
Seorang pejabat kementerian transportasi juga mengatakan &quot;sangat disesalkan bahwa peraturan pemerintah tidak sepenuhnya dipatuhi&quot; dan &quot;keselamatan adalah prioritas karena (kereta peluru) membawa nyawa masyarakat.&quot;
Kereta peluru Jepang dapat berjalan sambil melambat secara bertahap jika tidak ada pengemudi, dan secara otomatis berhenti dalam keadaan darurat.
Jalur Tokaido Shinkansen, jalur kereta peluru tersibuk di Jepang,  adalah rute eksklusif untuk kereta berkecepatan tinggi, tanpa kereta  komuter atau konvensional yang berbagi jalur yang sama. Kereta dalam  jalur ini melaju dengan kecepatan tertinggi hingga 285 kpj, menurut  situs resmi JR Central.
Menurut pihak perusahaan, pengemudi tersebut merasakan sakit perut.  Kondektur duduk di kursi lompat di kokpit selama pengemudi tidak ada  tanpa mengoperasikan kereta.
Di bawah aturan JR Central, pengemudi yang mengalami masalah  kesehatan saat mengoperasikan kereta peluru diharapkan melaporkan  masalah tersebut ke pusat operasi dan menyerahkan kendali kepada  kondektur yang memiliki izin mengemudi atau menghentikan kereta di  stasiun terdekat.
Pelanggaran terungkap setelah perusahaan melihat adanya penundaan  pada rute, dengan kereta ekspres tujuan Shin-Osaka melewati stasiun  Mishima sekira 1 menit terlambat dari jadwal.
Dalam persidangan tentang masalah tersebut, pengemudi awalnya  mengatakan kepada perusahaan bahwa dia tidak ingat apa yang terjadi  karena sakit perutnya. Namun, rekaman dari kokpit mengonfirmasi  ketidakhadirannya.
&quot;Saya ingin menghindari penundaan kereta dengan menghentikannya (di stasiun terdekat),&quot; katanya seperti dikutip oleh perusahaan.
Kereta api Jepang, termasuk kereta peluru, dikenal dengan operasi  yang tepat waktu, dengan penundaan bahkan beberapa menit menjadi masalah  besar bagi operator dan sasaran pengawasan media.
</description><content:encoded>NAGOYA - Seorang masinis kereta peluru Shinkansen di Jepang meninggalkan kokpit untuk menggunakan toilet saat kereta berjalan dengan kecepatan 150 kilometer per jam membawa sekira 160 penumpang.
Menurut keterangan perusahaan kereta Central Japan Railway Co.,Kamis (20/5/2021) masinis berusia 36 tahun itu keluar dari kokpit kereta Hikari No. 633 selama sekitar tiga menit setelah meminta seorang kondektur untuk menggantikannya. Insiden itu terjadi di kereta Shinkansen yang melaju antara stasiun Atami dan Mishima stasiun di Prefektur Shizuoka pada Minggu (16/5/2021) sekira pukul 8.15 pagi.
BACA JUGA: Kereta Jepang Berhenti karena Penumpang Batuk Tanpa Masker, Begini Kronologinya
Si Kondektur, yang juga berusia 36 tahun, tidak memiliki izin untuk mengemudikan kereta peluru.
Perusahaan kereta yang juga dikenal dengan nama JR Central itu menyatakan bahwa insiden ini merupakan contoh pertama seorang pengemudi di jalur kereta peluru meninggalkan kokpit Saat kereta melaju kencang dengan penumpang di dalamnya. Meskipun ada kasus serupa pada 2001, pengemudi saat itu sedang mengoperasikan kereta peluru yang sedang tidak digunakan.
JR Central melaporkan insiden itu ke Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata, dengan mengatakan itu adalah pelanggaran peraturan kementerian.
Menyusul laporan tersebut, Masahiro Hayatsu, seorang pejabat senior JR Central, mengatakan pada konferensi pers, &quot;Itu adalah tindakan yang sangat tidak pantas. Kami minta maaf.&quot;
BACA JUGA: Kereta Peluru di Jepang Melaju 280 Km/Jam dengan Pintu Terbuka
Perusahaan sedang mempertimbangkan untuk mengambil tindakan hukuman terhadap pengemudi dan kondektur.
Seorang pejabat kementerian transportasi juga mengatakan &quot;sangat disesalkan bahwa peraturan pemerintah tidak sepenuhnya dipatuhi&quot; dan &quot;keselamatan adalah prioritas karena (kereta peluru) membawa nyawa masyarakat.&quot;
Kereta peluru Jepang dapat berjalan sambil melambat secara bertahap jika tidak ada pengemudi, dan secara otomatis berhenti dalam keadaan darurat.
Jalur Tokaido Shinkansen, jalur kereta peluru tersibuk di Jepang,  adalah rute eksklusif untuk kereta berkecepatan tinggi, tanpa kereta  komuter atau konvensional yang berbagi jalur yang sama. Kereta dalam  jalur ini melaju dengan kecepatan tertinggi hingga 285 kpj, menurut  situs resmi JR Central.
Menurut pihak perusahaan, pengemudi tersebut merasakan sakit perut.  Kondektur duduk di kursi lompat di kokpit selama pengemudi tidak ada  tanpa mengoperasikan kereta.
Di bawah aturan JR Central, pengemudi yang mengalami masalah  kesehatan saat mengoperasikan kereta peluru diharapkan melaporkan  masalah tersebut ke pusat operasi dan menyerahkan kendali kepada  kondektur yang memiliki izin mengemudi atau menghentikan kereta di  stasiun terdekat.
Pelanggaran terungkap setelah perusahaan melihat adanya penundaan  pada rute, dengan kereta ekspres tujuan Shin-Osaka melewati stasiun  Mishima sekira 1 menit terlambat dari jadwal.
Dalam persidangan tentang masalah tersebut, pengemudi awalnya  mengatakan kepada perusahaan bahwa dia tidak ingat apa yang terjadi  karena sakit perutnya. Namun, rekaman dari kokpit mengonfirmasi  ketidakhadirannya.
&quot;Saya ingin menghindari penundaan kereta dengan menghentikannya (di stasiun terdekat),&quot; katanya seperti dikutip oleh perusahaan.
Kereta api Jepang, termasuk kereta peluru, dikenal dengan operasi  yang tepat waktu, dengan penundaan bahkan beberapa menit menjadi masalah  besar bagi operator dan sasaran pengawasan media.
</content:encoded></item></channel></rss>
