<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mantan Jubir KPK Febri Diansyah Ngaku Akun WhatsApp Miliknya Tak Bisa Diakses</title><description>Febri Diansyah mengaku akun WhatsApp miliknya tak bisa diakses.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/21/337/2413264/mantan-jubir-kpk-febri-diansyah-ngaku-akun-whatsapp-miliknya-tak-bisa-diakses</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/21/337/2413264/mantan-jubir-kpk-febri-diansyah-ngaku-akun-whatsapp-miliknya-tak-bisa-diakses"/><item><title>Mantan Jubir KPK Febri Diansyah Ngaku Akun WhatsApp Miliknya Tak Bisa Diakses</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/21/337/2413264/mantan-jubir-kpk-febri-diansyah-ngaku-akun-whatsapp-miliknya-tak-bisa-diakses</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/21/337/2413264/mantan-jubir-kpk-febri-diansyah-ngaku-akun-whatsapp-miliknya-tak-bisa-diakses</guid><pubDate>Jum'at 21 Mei 2021 04:27 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/21/337/2413264/mantan-jubir-kpk-febri-diansyah-ngaku-akun-whatsapp-miliknya-tak-bisa-diakses-gAMmKrKMWa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/21/337/2413264/mantan-jubir-kpk-febri-diansyah-ngaku-akun-whatsapp-miliknya-tak-bisa-diakses-gAMmKrKMWa.jpg</image><title>Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengaku akun WhatsApp miliknya tidak bisa diakses. Ia mengungkapkan hal itu melalui akun Twitter pribadinya @febridiansyah, Jumat (21/5/2021).

&quot;Akun WA saya barusan tidak bisa diakses. Jika ada pesan yang saya kirimkan saat ini, itu bukan dari saya. Sebelumnya ada incomplete login di akun Telegram Saya,&quot; kata Febri,

Sebelumnya, terkait polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dianggap sebagai peristiwa penyingkiran 75 pegawai KPK. Febri Diansyah menyatakan hampir mirip dengan upaya pelemahan KPK.

&quot;Tampaknya ada peristiwa yang mirip antara penyingkiran #75PegawaiKPK dg pelemahan KPK lain...,&quot; ungkap Febri Diansyah dalam cuitannya di akun twitter @febridiansyah pada Selasa (18/5/2021).

Baca Juga : Akun Telegram Novel Baswedan Dibajak

Gejala-gejala kemiripan peristiwa penyingkiran 75 pegawai dan pelemahan KPK itu, kata Febri Diansyah, bisa terlihat pada tiga hal, di antaranya prakondisi informasi oleh buzzer dan beberapa aktor kunci yang itu-itu saja.

&quot;Kemudian eksekusi kebijakan dan peretasan tokoh yang dipandang menjadi sentral advokasi. Tapi sekarang seperti ada simpul yang belum aktif,&quot; tutur Febri.

Baca Juga : Firli Bahuri Klaim Pembebastugasan 75 Pegawai KPK Keputusan Bersama
</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengaku akun WhatsApp miliknya tidak bisa diakses. Ia mengungkapkan hal itu melalui akun Twitter pribadinya @febridiansyah, Jumat (21/5/2021).

&quot;Akun WA saya barusan tidak bisa diakses. Jika ada pesan yang saya kirimkan saat ini, itu bukan dari saya. Sebelumnya ada incomplete login di akun Telegram Saya,&quot; kata Febri,

Sebelumnya, terkait polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dianggap sebagai peristiwa penyingkiran 75 pegawai KPK. Febri Diansyah menyatakan hampir mirip dengan upaya pelemahan KPK.

&quot;Tampaknya ada peristiwa yang mirip antara penyingkiran #75PegawaiKPK dg pelemahan KPK lain...,&quot; ungkap Febri Diansyah dalam cuitannya di akun twitter @febridiansyah pada Selasa (18/5/2021).

Baca Juga : Akun Telegram Novel Baswedan Dibajak

Gejala-gejala kemiripan peristiwa penyingkiran 75 pegawai dan pelemahan KPK itu, kata Febri Diansyah, bisa terlihat pada tiga hal, di antaranya prakondisi informasi oleh buzzer dan beberapa aktor kunci yang itu-itu saja.

&quot;Kemudian eksekusi kebijakan dan peretasan tokoh yang dipandang menjadi sentral advokasi. Tapi sekarang seperti ada simpul yang belum aktif,&quot; tutur Febri.

Baca Juga : Firli Bahuri Klaim Pembebastugasan 75 Pegawai KPK Keputusan Bersama
</content:encoded></item></channel></rss>
