<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Mahathir Mohamad Bela Palestina, Goyahkan Isreal</title><description>PM Malaysia saat itu menggoyahkan Israel.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/22/18/2413767/kisah-mahathir-mohamad-bela-palestina-goyahkan-isreal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/22/18/2413767/kisah-mahathir-mohamad-bela-palestina-goyahkan-isreal"/><item><title>Kisah Mahathir Mohamad Bela Palestina, Goyahkan Isreal</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/22/18/2413767/kisah-mahathir-mohamad-bela-palestina-goyahkan-isreal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/22/18/2413767/kisah-mahathir-mohamad-bela-palestina-goyahkan-isreal</guid><pubDate>Sabtu 22 Mei 2021 07:04 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/21/18/2413767/kisah-mahathir-mohamad-bela-palestina-goyahkan-isreal-jRysxwrv2g.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Mahathir Mohamad. (Foto: Bernama)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/21/18/2413767/kisah-mahathir-mohamad-bela-palestina-goyahkan-isreal-jRysxwrv2g.jpeg</image><title>Mahathir Mohamad. (Foto: Bernama)</title></images><description>JAKARTA - Pernyataan Mahathir Mohamad ketika membuka KTT Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Putrajaya, Malaysia, 17 Oktober 2003, PM Malaysia saat itu menggoyahkan Israel.
Dr. Mahathir Mohamad, antara lain mengatakan, &amp;ldquo;Yahudi secara tak langsung menguasai dunia. Yahudi menggunakan orang lain untuk berperang demi mereka. Israel adalah sebuah negara kecil. Jumlah orang Yahudi di dunia tak banyak. Akan tetapi, mereka sangat sombong. Mereka berani menantang seluruh dunia. Bahkan, jika PBB mengatakan tidak, mereka akan tetap maju. Kenapa?Karena Israel didukung oleh orang-orang yang mengendalikan kekuasaan di  Amerika Serikat&amp;rdquo;.
Oleh para penguasa Amerika, Israel, dan negara-negara Barat lainnya, pernyataan Mahathir dianggap telah mengobarkan kebencian terhadap Yahudi. Namun, kemarahan Amerika dan sekutunya tidak membuat Mahathir surut.
Baca juga:&amp;nbsp;Baru Gencatan Senjata, Polisi Israel Kembali Serang Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa
Ketika menghadiri KTT APEC (Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik) di Bangkok, Thailand, 21 Oktober 2003, Mahathir menegaskan kembali pernyataannya bahwa kaum Yahudi secara tidak langsung menguasai dunia. Kehebohan dunia akibat pernyataannya itu, menurut Mahathir, justru menunjukkan bahwa dirinya benar.
Penegasan ini disampaikannya setelah ia dikecam oleh Presiden Amerika Serikat George W. Bush dan petinggi Eropa Barat lainnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Cerita Mahasiswa Palestina ke UAS tentang Kekejaman Israel: Mereka Ingin Buat Kami Setengah Mati
Waktu itu, Mahathir menjelaskan teorinya tentang kekuasaan dan pengaruh Yahudi. Ia juga menjelaskan bahwa pernyataannya telah dibawa ke luar dari konteksnya.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Adanya reaksi dunia menunjukkan bahwa mereka (Yahudi) memang menguasai dunia,&amp;rdquo; kata Mahathir.
Menurut beliau, banyak surat kabar dunia dimiliki oleh orang Yahudi. &amp;ldquo;Mereka memiliki pengaruh yang lebih besar dari yang dibayangkan banyak orang,&amp;rdquo; katanya.Tak sampai sebulan setelah pernyataan Mahathir itu, sebuah jajak pendapat yang dibuat Komisi Eropa menyebutkan, sekitar 60% dari 7.500 responden warga Eropa berpendapat bahwa Israel merupakan ancaman terbesar bagi perdamaian dunia.
Sebagaimana pernyataan Dr. Mahathir, hasil survei yang dipublikasikan pada 3 November 2003 itu pun segera menyulut kemarahan Amerika dan, tentu saja, Israel.
Negara yang dikuasai kaum Zionis ini pun langsung menuding perihal meluasnya sikap antisemitisme di kalangan bangsa Eropa, dan mendesak Bush untuk tak mengikut-sertakan Uni Eropa dalam proses perdamaian Timur Tengah.</description><content:encoded>JAKARTA - Pernyataan Mahathir Mohamad ketika membuka KTT Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Putrajaya, Malaysia, 17 Oktober 2003, PM Malaysia saat itu menggoyahkan Israel.
Dr. Mahathir Mohamad, antara lain mengatakan, &amp;ldquo;Yahudi secara tak langsung menguasai dunia. Yahudi menggunakan orang lain untuk berperang demi mereka. Israel adalah sebuah negara kecil. Jumlah orang Yahudi di dunia tak banyak. Akan tetapi, mereka sangat sombong. Mereka berani menantang seluruh dunia. Bahkan, jika PBB mengatakan tidak, mereka akan tetap maju. Kenapa?Karena Israel didukung oleh orang-orang yang mengendalikan kekuasaan di  Amerika Serikat&amp;rdquo;.
Oleh para penguasa Amerika, Israel, dan negara-negara Barat lainnya, pernyataan Mahathir dianggap telah mengobarkan kebencian terhadap Yahudi. Namun, kemarahan Amerika dan sekutunya tidak membuat Mahathir surut.
Baca juga:&amp;nbsp;Baru Gencatan Senjata, Polisi Israel Kembali Serang Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa
Ketika menghadiri KTT APEC (Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik) di Bangkok, Thailand, 21 Oktober 2003, Mahathir menegaskan kembali pernyataannya bahwa kaum Yahudi secara tidak langsung menguasai dunia. Kehebohan dunia akibat pernyataannya itu, menurut Mahathir, justru menunjukkan bahwa dirinya benar.
Penegasan ini disampaikannya setelah ia dikecam oleh Presiden Amerika Serikat George W. Bush dan petinggi Eropa Barat lainnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Cerita Mahasiswa Palestina ke UAS tentang Kekejaman Israel: Mereka Ingin Buat Kami Setengah Mati
Waktu itu, Mahathir menjelaskan teorinya tentang kekuasaan dan pengaruh Yahudi. Ia juga menjelaskan bahwa pernyataannya telah dibawa ke luar dari konteksnya.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Adanya reaksi dunia menunjukkan bahwa mereka (Yahudi) memang menguasai dunia,&amp;rdquo; kata Mahathir.
Menurut beliau, banyak surat kabar dunia dimiliki oleh orang Yahudi. &amp;ldquo;Mereka memiliki pengaruh yang lebih besar dari yang dibayangkan banyak orang,&amp;rdquo; katanya.Tak sampai sebulan setelah pernyataan Mahathir itu, sebuah jajak pendapat yang dibuat Komisi Eropa menyebutkan, sekitar 60% dari 7.500 responden warga Eropa berpendapat bahwa Israel merupakan ancaman terbesar bagi perdamaian dunia.
Sebagaimana pernyataan Dr. Mahathir, hasil survei yang dipublikasikan pada 3 November 2003 itu pun segera menyulut kemarahan Amerika dan, tentu saja, Israel.
Negara yang dikuasai kaum Zionis ini pun langsung menuding perihal meluasnya sikap antisemitisme di kalangan bangsa Eropa, dan mendesak Bush untuk tak mengikut-sertakan Uni Eropa dalam proses perdamaian Timur Tengah.</content:encoded></item></channel></rss>
