<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 20 Orang Positif Covid-19, Warga Sleman Di-Swab PCR   </title><description>Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan rapid tes swab PCR massal bagi warga RT 1 dan RT 2, RW 48, Dusun Ngaglik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/22/510/2414039/20-orang-positif-covid-19-warga-sleman-di-swab-pcr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/22/510/2414039/20-orang-positif-covid-19-warga-sleman-di-swab-pcr"/><item><title> 20 Orang Positif Covid-19, Warga Sleman Di-Swab PCR   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/22/510/2414039/20-orang-positif-covid-19-warga-sleman-di-swab-pcr</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/22/510/2414039/20-orang-positif-covid-19-warga-sleman-di-swab-pcr</guid><pubDate>Sabtu 22 Mei 2021 17:07 WIB</pubDate><dc:creator>Priyo Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/22/510/2414039/20-orang-positif-covid-19-warga-sleman-di-swab-pcr-UzGnoPNQ6A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Sleman saat di swab PCR (foto: MNC Portal/Priyo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/22/510/2414039/20-orang-positif-covid-19-warga-sleman-di-swab-pcr-UzGnoPNQ6A.jpg</image><title>Warga Sleman saat di swab PCR (foto: MNC Portal/Priyo)</title></images><description>
SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan rapid tes swab PCR massal  bagi warga RT 1 dan RT 2,  RW 48, Dusun Ngaglik, Kelurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman,  Sabtu (22/5/2021).

Kegiatan itu berlangsung di area terbuka dusun Ngaglik. Ini dilakukan sebagai antisipasi penyebaran dan klaster baru Covid-19, setelah ada 20 warga Ngaglik yang positif Covid-19.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dokter Ingatkan, Alat Rapid Test Hanya Bisa Sekali Pakai!
Kepala Dusun Ngaglik, Caturharjo, Sleman, Agung Wahyu Riyanto mengatakan kasus positif Covid-19 di Ngaglik ini berawal saat paska lebaran 1442 H, ada dua warga yang memeriksakan diri ke rumah sakit dinyatakan positif Covid-19.  Setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit, satu di antaranya meninggal dunia.

&amp;ldquo;Namun dari mana mereka terpapar Covid-19 masih dalam penelusuran. Sehingga belum bisa memastikan klasternya,&amp;rdquo;  kata Agung, Sabtu (22/5/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Cegah Alat Rapid Test Bekas, Pemerintah Diminta Perketat Standardisasinya
Sebagai tindaklanjutnya dilakukan tracing kepada keluarga dan kepada 21 orang yang pernah kontak dengan warga itu. Hasilnya 14 orang positif Covid-19. Selain itu, juga ada empat warga lagi yang positif Covid-19 hasil pemeriksaan di tempat kerjanya. Sehingga total ada 20 orang yang positif Covid-19.

Dari jumlah ini satu orang meninggal dunia, satu orang sembuh dua orang proses penyembuhan, dua orang menjalani isolasi mandiri (isoman), sisanya menjalani perawatan di fasilitas kesehatan darurat Covid-19 (FKDC) Asrama Haji DIY di Sinduadi, Mlati, Sleman.

&amp;ldquo;Langkah ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,&amp;rdquo; terangnya.

Agung menjelaskan, dari dua RT ini, RT 1 berada di zona orange, karena ada tiga rumah yang positif Covid-19 dan RT 2 di xone merah, karena ada sembilan rumah yang postif Covid-19. Jumlah warga RT 1 dan RT 2 Ngaglik sendiri ada 300 orang. Untuk hasil swab PCR ini diperkirakan baru diketahui setelah tiga hari pemeriksaan.

&amp;ldquo;Karena itu sambil menunggu hasil swab PCR keluar, warga harus menerapkan prokes dengan ketat,&amp;rdquo; pungkasnya.

Kasus COVID-19 di Sleman hingga Sabtu (22/5/2021) pukul 14.30 WIB, terkonfirmasi tercatat ada 15537 kasus. Meliputi dirawat 766 kasus, sembuh 14316 kasus dan meninggal dunia 455 kasus. Dari jumlah ini 9774 bergejala dan 5763 tanpa gejala.</description><content:encoded>
SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan rapid tes swab PCR massal  bagi warga RT 1 dan RT 2,  RW 48, Dusun Ngaglik, Kelurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman,  Sabtu (22/5/2021).

Kegiatan itu berlangsung di area terbuka dusun Ngaglik. Ini dilakukan sebagai antisipasi penyebaran dan klaster baru Covid-19, setelah ada 20 warga Ngaglik yang positif Covid-19.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dokter Ingatkan, Alat Rapid Test Hanya Bisa Sekali Pakai!
Kepala Dusun Ngaglik, Caturharjo, Sleman, Agung Wahyu Riyanto mengatakan kasus positif Covid-19 di Ngaglik ini berawal saat paska lebaran 1442 H, ada dua warga yang memeriksakan diri ke rumah sakit dinyatakan positif Covid-19.  Setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit, satu di antaranya meninggal dunia.

&amp;ldquo;Namun dari mana mereka terpapar Covid-19 masih dalam penelusuran. Sehingga belum bisa memastikan klasternya,&amp;rdquo;  kata Agung, Sabtu (22/5/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Cegah Alat Rapid Test Bekas, Pemerintah Diminta Perketat Standardisasinya
Sebagai tindaklanjutnya dilakukan tracing kepada keluarga dan kepada 21 orang yang pernah kontak dengan warga itu. Hasilnya 14 orang positif Covid-19. Selain itu, juga ada empat warga lagi yang positif Covid-19 hasil pemeriksaan di tempat kerjanya. Sehingga total ada 20 orang yang positif Covid-19.

Dari jumlah ini satu orang meninggal dunia, satu orang sembuh dua orang proses penyembuhan, dua orang menjalani isolasi mandiri (isoman), sisanya menjalani perawatan di fasilitas kesehatan darurat Covid-19 (FKDC) Asrama Haji DIY di Sinduadi, Mlati, Sleman.

&amp;ldquo;Langkah ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,&amp;rdquo; terangnya.

Agung menjelaskan, dari dua RT ini, RT 1 berada di zona orange, karena ada tiga rumah yang positif Covid-19 dan RT 2 di xone merah, karena ada sembilan rumah yang postif Covid-19. Jumlah warga RT 1 dan RT 2 Ngaglik sendiri ada 300 orang. Untuk hasil swab PCR ini diperkirakan baru diketahui setelah tiga hari pemeriksaan.

&amp;ldquo;Karena itu sambil menunggu hasil swab PCR keluar, warga harus menerapkan prokes dengan ketat,&amp;rdquo; pungkasnya.

Kasus COVID-19 di Sleman hingga Sabtu (22/5/2021) pukul 14.30 WIB, terkonfirmasi tercatat ada 15537 kasus. Meliputi dirawat 766 kasus, sembuh 14316 kasus dan meninggal dunia 455 kasus. Dari jumlah ini 9774 bergejala dan 5763 tanpa gejala.</content:encoded></item></channel></rss>
